Engkau adalah tuan putri bagiku

Dulu aku masih duduk di kelas x, dan ketika itu aku diikutkan oleh guruku bahasa indonesia Pak Ribi untuk mewakili sekolah pada lomba blog School Contest VI, ketika itulah aku dipertemukan dengan dia oleh pak ribi, dan ketika itu aku masih belum mengerti apa “masih polos” ketika Pak Ribi bilang “kalian kerjasama dengan baik ya, ato ya saling kenal atau mungkin bisa lebih “ dan ketika dipikir – pikir aku nggak ngerti apaan itu. dan ketika pada acara School Contestpun demikian, ketika aku bawa buku catatannya tanpa sadar aku membaca sebuah tulisan “Gani dia  anak Super pendiem, tapi jenius loh… hitam manis.” dan ketika itulah aku mulai menyukai tapi sayangnya ketika itu juga dia baru jadian, wah jadi nggak karuan, kemudian waktu terus berlalu tapi terkadang aku masih memikirkannya, melihat dari jauh,
Pada waktu kelas XII aku mendapatkan kesempatan lagi untuk mengikuti School Contest VII, kali ini beda aku bebas memilih timku sendiri, dan aku kembali memilihnya “Dia” berharap aku bisa dekat dan mendapatkannya tapi ketika dijalani aku pun tak bisa mendapatkan pujaaan hati, mungkin karena aku sosok yang pendiam, gk banyak ngomong mungkin itulah yang dia nggak suka dariku ya apa boleh buat,….  kemudian aku mencoba cari cara untuk dekat dengan dia tapi knp ada saingannya ya dia sangat dekat dengan seseorang itu, akupun bingung harus berbuat apa. dan ada satu cara sama pak ribi mewakilkanku dalam lomba desain leaflet dan akupun meminta bantuan dia ketika itu aku semakin dekat dan dekat barulah aku akhirnya menembak dia “meskipun lewat SMS” entah knp aku berpikir itu adalah hal paling bodoh yang pernah aku lakukan, dan seperti yang aku dia menolakku “aku sangat senang kamu berkata seperti itu, tapi kita lebih baik temen deket aja soalnya kenapa kalo pacar itu nggak awet kalo temen itu awet..”  rasanya jadi nggak karuan. dan sejak itu aku mulai berpikir dia memang bener tapi kok ya gitu. ini memang kesalahanku apa boleh buat ngggak akrab kok bilang seperti itu. dan tapi ketika aku berhasil juara lomba leflet “Harapan dua” mungkin itu yang bisa aku berikan untuk memperbaiki kesalahanku,.. dan sejak itu aku perlahan mulai hilang – hilang dari hadapannya….. jauh, jauh dan jauh…. ketika itu dia tiba – tiba kembali dekat seperti memberi harapan lagi, entah itu harapan atau bercandaan dan ketika aku mulai tersadar  semua serba tidak jelas apakah benar atau nggak, dan sejak itu aku masih bingung mencoba berpikir kembali, dan ketika aku mengharapankannya dia kembali seperti dulu cuek seperti apa……. Dia itu unik….. dan kenapa aku suka padanya yang karena keunikanmu yang tidak orang lain miliki seperti kamu “DTP” Aku suka sama kamu…… sejak itu, saat itu, dan hingga sekarang…… aku masih setia menunggu kamu, yang kutunggu ya hanya kamu…..

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts

First