Puisi Saat itu, Sejak itu, dan Hingga Sekarang

image ......
Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan seseorang, dan engkaulah yang kusebut Tuan Puteri
Untuk pertama kalinya aku dekat dengan seseorang, Tuhanlah yang membuat engkau dekat denganku
Untuk pertama kalinya merasa nyaman dengan seseorang, dan engkaulah yang membuatku merasa nyaman
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang selalu menyapaku, dan aku menyukai orang memperhatikanku
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengatakan aku “manis”, dan engkaulah yang menulis itu
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang menilai aku “pendiam”, dan engkaulah yang berkata begitu
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang terus terang aku “menyebalkan”, dan aku bukan orang seperti itu
Untuk pertama kalinya aku mencium tangan seseorang, dan engkaulah yang membuat itu secara tiba-tiba
Untuk pertama kalinya aku benar – benar jatuh cinta , dan engkaulah yang membuat aku jatuh cinta padamu
Untuk pertama kalinya aku ingin mengungkapkan perasaan ini, engkaulah yang membuat bimbang akan hal itu
Untuk pertama kalinya juga aku merasakan patah hati, engkaulah yang membuatku seperti itu
Untuk pertama kalinya aku tak bisa melupakan hal itu, dan engkau akan selalu menjadi kenangan terindah
.......
Untuk pertama kalinya aku bisa bertemu dengan Tuan Puteri lagi, dan seseorang itu hanyalah engkau
Untuk pertama kalinya aku bisa merasakan apa itu “galau”, karena engkau kembali ada dipikiranku
Untuk pertama kalinya aku terus memandangi seseorang, dan engkaulah yang selalu aku perhatikan
Untuk pertama kalinya kembali ada seseorang yang selalu menyapaku, dan hanya engkaulah yang seperti itu
Untuk pertama kalinya aku dekat dengan seseorang lagi , tetap engkaulah yang dekat denganku
Untuk pertama kalinya lagi aku dapat merasakan kenyamanan itu, engkau adalah anugerah terindah itu
Untuk pertama kalinya engkau menilai aku “pemarah”, hatiku berkata “engkau adalah seseorang yang lembut”
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengomentari “sikapku”, dan engkaulah yang mengatakannya
Untuk pertama kalinya engkau mengatakan aku “berbeda”, dan aku tidak ingin seperti waktu itu lagi
Untuk pertama kalinya aku mencium tangan seseorang lagi, dan engkau tetap sama seperti dahulu
Untuk pertama kalinya ada kesempatan kedua, tapi engkaulah yang membuatku bimbang akan hal itu
Untuk pertama kalinya aku akan menyatakan rasa ini, entah kenapa dari dulu aku tak bisa mengatakannnya
Untuk pertama kalinya aku terus membuat tulisan – tulisan, agar engkau tahu “Aku Cinta Padamu”
Untuk pertama kalinya aku tak bisa menyelesaikan tulisan yang aku buat, karena engkaulah yang dapat yang dapat melanjutkannya...

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts