Resume Assimetri Informasi

I. Asimetri Informasi

image

A. Pengertian Asimetri Informasi

Menurut Para Ahli :

Brigham, 1999:35 dalam Susetyo, 2006

Asymmetric Information atau ketidaksamaan informasi adalah situasi di mana manajer memiliki informasi yang berbeda (yang lebih baik) mengenai kondisi atau prospek perusahaan dari pada yang dimiliki investor

Husnan, 1996:325 dalam Susetyo, 2001

Asimetri informasi ini terjadi karena pihak manajemen mempunyai informasi yang lebih banyak dari pada para investor.

Ferry Prasetya,2012

Informasi Asimetris merupakan perbedaan informasi yang didapat antara salah satu pihak dengan pihak lainnya dalam kegiatan ekonomi.

Kesimpulan

Asimetri Informasi adalah situasi yang terjadi karena adanya perbedaan informasi antara pihak satu dengan pihak lainnya dalam kegiatan ekonomi.


B. Hidden Knowledge

Hidden Knowledge adalah keadaan dimana salah satu pihak lebih mengetahui tentang kualitas barang atau kontrak terhadap barang atau jasa yang diperdagangkan dibandingkan dengan pihak lain sebagai mitranya.

Berikut beberapa macam hidden knowledge :

Adverse Selection muncul ketika , misal, terdapat barang dengan kualitas yang berbeda dijual dengan satu harga karena penjual tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menentukan kualitas yang sebenarnya pada saat membeli. Akibatnya, terlalu banyak produk yang berkualitas rendah dan terlalu sedikit produk yang berkualitas tinggi dijual dipasar atau dengan kata lain barang-barang berkualitas rendah akan menggeser barang-barang yang berkualitas tinggi.
Market Unravelling Informasi Asimetris dapat menimbulkan kerugian di dalam perdagangan terhadap pihak yang kurang memiliki informasi. Dalam permasalahan asuransi, hal ini menyebabkan pihak asuransi mengeksplorasi lebih jauh informasi mengenai kliennya. Oleh karenanya, pihak asuransi menerapkan model probabilitas kecelekaan dimana setiap individu memiliki resiko yang berbeda – beda.
Intervensi Pemerintah Pemerintah memiliki cara agar menghindari Adverse Selection yang merugikan. Cara tersebut adalah memaksa semua individu untuk membeli asuransi. Dengan kebijakan ini konsumen dengan risiko tinggi akan mendapatkan keuntungan dari premi yang lebih rendah. Pengenaan asuransi wajib oleh pemerintah menimbulkan tiap individu mempergunakan pasar asuransi lebih banyak. Namun konsekuensi nya adalah perusahaan asuransi tidak dapat membedakan konsumen yang bersiko rendah maupun beresiko tinggi.

C. Hidden Action

Hidden action merupakan tindakan yang tersembunyi oleh salah satu pihak yang mempengaruhi kualitas barang yang diperdagangkan dan tindakan tersebut tidak dapat diamati oleh pihak lain.

Moral Hazard adalah situasi di mana satu pihak akan memiliki kecenderungan untuk mengambil risiko karena biaya yang dapat dikenakan tidak akan dirasakan oleh pihak mengambil risiko. Dengan kata lain, itu adalah kecenderungan untuk menjadi lebih berani mengambil risiko, mengetahui bahwa biaya potensial dan / atau beban mengambil risiko tersebut akan ditanggung, secara keseluruhan atau sebagian, oleh orang lain. Sebuah moral hazard dapat terjadi dimana tindakan salah satu pihak dapat berubah sehingga merugikan pihak lain setelah transaksi keuangan telah terjadi.

Teori Prinsipal – Agen Posisi kepemilikan informasi tidak sama antara dua pihak yang berbeda dalam hal ini principal dengan agen, sehingga kedudukan tidak sama . Hubungan prinsipal agen adalah hubungan yang tidak setara . Agen memiliki informasi lebih banyak daripada prinsipal . Prinsipan mengalami masalah dalam menjaga agar agen bertindak atas namanya atau sesuai kontrak . Untuk mengatasi hal tersebut prinsipal mengeluarkan biaya sebagai insentif, biaya monitoring. Biaya untuk mencegah moral hazard.

D. Screening

Screening merupakan proses penyaringan informasi yang diterima dari pihak satu dengan pihak lainnya. Screening ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih baik secara akurat dan benar.

E. Signaling

Signaling merupakan proses mengurangi informasi yang berlebihan dan mencari kebenaran dari informasi yang akan dituju. Pemodelan sinyal terjadi pada waktu tindakan investasi. Asumsi dasarnya adalah bahwa agen informasi bergerak pertama dan berinvestasi untuk memperoleh sinyal. Pihak yang kurang informasi kemudian mengamati sinyal dari agen tersebut dan menyimpulkan tentang bentuk kualitas berdasarkan sinyal-sinyal. Kesetimbangan tercapai ketika investasi yang dipilih dalam sinyal optimal untuk setiap agen pencari informasi.

II. Berned – Spencer Game Theory

Model Brander-Spencer adalah model ekonomi dalam perdagangan internasional awalnya dikembangkan oleh James Brander dan Barbara Spencer pada awal tahun 1980. Model ini menggambarkan situasi di mana, di bawah asumsi tertentu, pemerintah dapat mensubsidi perusahaan domestik untuk membantu mereka dalam kompetisi mereka terhadap produsen asing sehingga meningkatkan kesejahteraan nasional. Kesimpulan ini bertentangan dengan hasil dari kebanyakan model perdagangan internasional, di mana seharusnya tidak ada intervensi sosial yang optimal oleh pemerintah.

III. Kekuatan dan Kelemahan

Kekuatan

1. Kemampuan teori untuk menjelaskan fenomena ekonomi yang belum dijelaskan

2. Informasi sebagai penentu pasar

Kelemahan

1. Asimetri satu arah : Misalnya, Spence menyatakan pada tahun 1976 dalam makalahnya bahwa "[dalam beberapa kasus] Akan ada variasi acak dalam sinyal biaya yang mencegah majikan untuk membedakan secara sempurna antara individu-individu dari berbagai kemampuan yang produktif."

2. ‘Model sederhana’ Teori Informasi Asimetris : Banyak dari model berurusan dengan versi yang sangat disederhanakan dari pasar dengan jenis kemungkinan beberapa pemain atau negara.

Contoh : Manajemen Laba

Asumsi individu-individu bertindak untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri, maka dengan informasi asimetri yang dimilikinya akan mendorong agent untuk menyembunyikan beberapa informasi yang tidak diketahui principal. Sehingga dalam kondisi semacam ini principal seringkali pada posisi yang tidak diuntungkan.

Dalam penyajian informasi akuntansi, khususnya penyusunan laporan keuangan, agent juga memiliki informasi yang asimetri sehingga dapat lebih fleksibel mempengaruhi pelaporan keuangan untuk memaksimalkan kepentingannya. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Namun karena adanya kondisi yang asimetri, maka agent dapat mempengaruhi angka-angka akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan dengan cara melakukan manajemen laba.

Daftar Referensi :

Prasetya,Ferry. 2012. MODUL EKONOMI PUBLIK BAGIAN III : TEORI INFORMASI ASIMETRIS (online) .http://ferryfebub.lecture.ub.ac.id/files/2013/01/Bagian-III-Teori-Informasi-Asimetrisk.pdf, diakses 12 April 2016

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts