Resensi Buku : Mantra-mantra Agar Hubungan Baik Terjalin Selamanya

image

Dalam menjalin suatu hubungan antarindividu terkadang timbul beberapa masalah yang membuat hubungan tersebut mengalami keretakan. Keretakan hubungan tersebut terjadi akibat ego antarindividu sama tingginya, sehingga terjadi konflik. Untuk membina hubungan yang dapat terjalin selamanya diperlukan beberapa mantra-mantra yang harus diamalkan atau dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Jas, Walneg S. menyebutkan 5(lima) prinsip dasar dalam membina hubungan baik dan 8(delapan) mantra sukses dalam membina hubungan baik. Prinsip dan mantra tersebut dikemas kedalam sebuah penjelasan deskriptif disertai contoh dalam realita masyarakat. 5 (lima) prinsip dasar dalam membina hubungan baik yaitu :
1. Asumsi dasar bahwa semua orang adalah baik
Hanya lingkungan, latar belakang pembelajaran, serta pengalaman kesuksesan dan kegagalanlah yang membuat seseorang terkadang terkesan atau bahkan terjerumus menjadi tidak baik.
2. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan
Dengan memegang prinsip bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan, alam pikiran, dan pandangan pribadi positif tidak akan perah merasa terganggu oleh orang lain yang memiliki cara berbeda.
3. Memberikan respek sebelum menerima respek
Berusahalah untuk lebih banyak menghargai dan respek terhadap orang lain di atas segala kekurangan dan perbedaan orang tersebut, sudah barang tentu peluang anda akan memperoleh penghargaan, respek dari orang lain pun lebih banyak.
4. Hubungan berorientasi saling membutuhkan
Sekecil apapun peranan orang lain, pastilah suatu saat akan bermanfaat dan dibutuhkan olehnya.
5. Kesempurnaan hanya milik tuhan
Kesediaan dan kemaun kita untuk mencari lebihnya itulah yang secara tidak disadari akan mendorong semakin kuatnya benteng pertahanan dan keawetan dari sebuah hubungan.
kelima prinsip dalam membina hubungan baik di atas harus dibarengi dengan aturan-aturan (rules) agar terlaksana dengan baik. Komponenen –komponen aturan tersebut yaitu Prinsip/Syarat/Norma à Tatacara/Prosedur à Implementasi à Evaluasi/Monitoring à Perbaikan/Perubahan. Maksudnya ketika prinsip telah dimiliki langkah selanjutna adalah menentukan prosedur dan implementasi program, apabila terdapat kesalahan-kesalah perlu dievaluasi dan melakukan perbaikan sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Berikutnya adalah delapan mantra dalam berhubungan baik yaitu :
1. Mengelola dan menguasi profil individu
Memahami dan mengelola profil individu dilakukan dalam rangka berkomunikasi, bertindak, dan merespons dengan bahasa dan tata cara orang tersebut sehingga akan menghindarkan kita dari pemaksaan kehendak dan kemauan kita sendiri. Juga akan melindungi kita dari stigma penyamarataan orang lain dengan kebiasaan dan karakter kita.
2. Menerapkan 3 positif
menerapkan 3 positif (Berpikir, bertindak, dan berakhir positif) sangat ampuh untuk memagari kita dari salah sangka, ucap, tindak, langkah, dan berbagai jenis salah-salah lainnya. Dan pada akhirnya dapat mengantarkan kita pada pencapaian yang baik- baik,juga pada akhir yang baik dari sebuah perjalanan kita.
3. Mengelola harapan
Mengelola harapan berkaitan dengan cara kita berkomunikasi dan berkomitmen terhadap orang lain. Begitu pula cara kita menangkap komunikasi dan komitmen orang lain terhadap kita. Kebiasan dalam berkomunikasi dan berkomitmen ini harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti suka melebihlebihkan, suka menggampangkan, bicara apa adanya sesuai dengan fakta, dan pesimistis yang dapat membentuk ekspektasi negatif.
4. Mengelola perasaan, ketok lima di kepala
Untuk membantu mengelola perasaan terdapat tiga “PERLU” yang seyogyanya selalu diperhatikan ketika berinteraksi dengan orang lain, yaitu : perlunya menggali dan memahami sensitif setiap individu, perlunya basabasi sebelum membahas masalah inti, dan perlunya mengklarifikasi serta menetralisasi keterlanjuran secara langsung.
5. Menjaga intensitas hubungan
Menjaga intensitas hubungan berarti adalah menjaga frekuennsi dan dinamika hubungan itu sendiri. Termasuk pula menjaga komitmen dan disiplin yang telah disepakati dan berkaitan dengan frekuensi dan dinamika hubungan itu sendirii. Frekuensi berkomunikasi ,jenis media komunikasi yang dipilih, materi komunikasi yang dipilih serta tindak lanjut dari berbagai komunikasi yang dilakukan merupakan bagianbagian penting dalam rangka menjaga intensitas hubungan.
6. Ada maaf bagimu dan bagiku
Dalam membina hubungan baik, kebiasaan memberi maaf akan menjadi pagar yang kokoh untuk melindungi dan menjaga kelasngsungan hubungan baik.
7. Menyeimbangkan masukan dan apresiasi
Pada dasarnya manusia senang dipuji atau diberikan apresiasi atas keberhasilan, kebaikan, keunggulan dan kelebihannya. Namun dilainsisi yang paling gampang diungkapkan bukan pujian, melainkan masukan, kritik dan nasihat. Sehingga perlu diseimbangkan antara pujian dan kritik.
8. Fokus kepada hal besar
Keuntungan dari fokus kepada hal besar yaitu dapat lebih cepat dan terjamin dalam pencapaian tujuan/misi hubungan, dapat menghindarkan diri dari pemborosan waktu, dapat mengurangi atau mengelimir potensi akibat jebakan pembahasan hal hal kecil serta otomatis akan menambah kuantitas dan kualitas hubungan.
kedelapan mantra tersebut sudah barang tentu harus dilaksanakan agar hubungan baik dapat terwujud sesuai keinginan dan ekspetasi.
Dari awal sampai akhir buku ini dijelaskan secara runtut dalam membina hubungan baik, hal perlu diperhatikan seperti tidak adanya ilustrasi (gambar pendukung) dalam bentuk karikatur yang dapat membantu menjelaskan konteks dari topik yang dibahas. Di awal buku ini memberi penjelasan mengenai contoh konteks yang dibahas dan ringkasan bagian besar buku mulai bagian 1 sampai bagian lima. Secara keseluruhan buku ini cukup mudah dicerna oleh pembaca, sangat inspiratif dan membantu pembaca dalam memulai, menjalin kembali hubungan baik kepada semua orang. Di akhir buku melampirkan daftar pertanyaan sebanyak 50 butir pertanyaan yang terdiri dari 25 pertanyaan tentang kekuatan dan 25 pertanyaan tentang kelemahan dalam menjalin hubungan yang sangat aplikatif. Hasil atau skor dapat dihitung untuk mengetahui indikator kualitas hubungan mulai dari yang paling rendah prihatin, khawatir, aman dan harmonis(paling tinggi).
image
Judul Asli :
Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah : Cara Praktis Membina Hubungan yang lebih Harmonis

Penulis : Walneg S. Jas | ISBN : 978-979-18190-5-3|Halaman : 188 | Penerbit : Murai Kencana |Tahun Terbit : 2009

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts