Sumber Informasi Basis Data

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada masa sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan tersebut memberi dampak ke hampir semua unsur kehidupan. Meledaknya informasi membuat instansi pengelola informasi terpercaya seperti perpustakaan harus membuat berbagai macam inovasi guna mengelola dan menyimpan data-data dan informasi tersebut supaya menjadi informasi yang relevan. Dari latar belakang inilah akhirnya muncul basis data.

Basisdata adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam perangkat keras (komputer) secara sistematis sehingga dapat diolah menggunakan perangkat lunak. Dengan sistem tersebut data yang terhimpun dalam suatu database dapat menghasilkan informasi yang berguna. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas ke bidang lain seperti bidang elektronika, ekonomi, perpajakan, hingga ilmu informasi dan perpustakaan. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya. Penjelasan ini biasa disebut dengan skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika).

Seiring perkembangan zaman, basisdata akhirnya berevolusi menjadi beberapa jenis, model, fungsi, dan kegunaan. Semua unsur pembaharuan basis data tersebut semakin memudahkan proses pengolahan dan penyimpanan data secara lebih efektif dan efisien.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1. Apa definisi dari sumber informasi basis data ?

1.2.2. Apa saja jenis – jenis sumber informasi basis data ?

1.2.3. Apa isi sumber informasi basis data ?

1.2.4. Bagaimana cara penelusuran sumber informasi basis data ?

1.3 Tujuan

1.3.1. Memahami definisi dari sumber informasi basis data;

1.3.2. Memahami jenis – jenis sumber informasi basis data;

1.3.3. Memahami isi sumber informasi basis data;

1.3.4. Memahami cara penelusuran sumber informasi basis data;

 

BAB II

ISI

2.1. Sumber Informasi Basis Data

A. Definisi

Jogianto (2005) dalam bukunya yang berjudul “Analisis & Desain Sistem Informasi menjelaskan pengertian Basisdata menurut para ahli, yaitu :

a. GORDON C. EVEREST

Basis data adalah sebuah koleksi atau kumpulan dari data yang bersifat mekanis, terbagi, dan terdefinisi secara formal dengan sistem pengontrolan yang terpusat.

b. C. J. DATE

Database adalah suatu koleksi operasional yang sengaja disimpan dan dipakai oleh suatu sistem aplikasi dari suatu organisasi.

c. TONI FABBRI

Database adalah sebuah sistem dimana terdapat banyak file yang memiliki primary key untuk melakukan temu kembali data.

d. S. ATTRE

Database adalah sebuah koleksi dari data-data yang saling berinteraksi satu sama lain dalam sebuah organisasi atau enterprise yang digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

e. CHOU

Database adalah informasi yang bermanfaat yang ditata dan diorganisasikan ke dalam tata cara khusus.

Dari beberapa pendapat diatas, kita dapat menyimpulkan secara umum bahwa yang dimaksud dengan database atau basis data adalah suatu sistem yang dapat menyusun dan mengelola file atau record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan

B. Tujuan Basis Data

Pembuatan suatu basis data tentunya mempunyai maksud dan tujuan. Secara umum, tujuan pembuatan basis data itu adalah untuk menghimpun file atau record yang kita miliki dan mengaturnya ke dalam sebuah sistem tertentu guna memudahkan proses temu kembali informasi. Berikut adalah beberapa tujuan dari pemanfaatan basis data menurut Subekti (2004), yaitu :

1. Kecepatan dan kemudahan (speed)

Dengan menggunakan basis data pengguna dapat menyimpan data, melakukan perubahan/manipulasi data, menampilkan kembali data. Ketiga hal ini dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual atau elektronis).

2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

Dengan adanya basis data maka akan dapat menekan jumlah redudansi (pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan.

3. Keakuratan (Accuracy)

Penggunaan data yang ditujukan untuk mewujudkn kesesuaian antara aturan dan batasan tertentu yaitu dapat dengan cara memanfaatkan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya.

4. Ketersediaan (Availability)

Untuk kemudahan akses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/ penghapusan data yang sudah digunakan / kadaluwarsa untuk menghemat ruang penyimpanan.

5. Kelengkapan (compleeness)

Agar data yang dikelola lengkap menurut kebutuhan pemakai maupun waktu, maka diperlukan penambahan baris-baris data ataupun melakukan perubahan sruktur pada basis data, yakni negan menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru

6. Keamanan (security)

Agar data yang bersifat rahasia atau yang menyangkut proses vital tidak jatuh ke orang/ pengguna yang tidak berhak, maka dapat dihindari atau dicegah dengan penggunaan account (username da password) serta menerapkan pembedaan hak akses kepada setiap pengguna terhadap data yang bisa dibaca atau proses yang dilakukan

7. Kebersamaan (Sharability)

Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai), dengan menjaga/ menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (atribut yang sama mungkin mempunyai nilai berbeda) karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).

C. Manfaat Basis Data

Manfaat basis data diantaranya :

· Data dapat dengan mudah dan cepat untuk diolah

Database memiliki kemampuan untuk memilih data sehingga menjadi kelompok diurutkan dengan cepat. Inilah yang ahirnya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat pula. seberapa cepat diolah oleh database juga tergantung pada desain database.

Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.

· Efisiensi ruang penyimpanan

Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .

· Meningkatkan keakuratan data

Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.

· Data dapat tersimpan dengan lebih aman.

Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.

· Terpeliharanya keselarasan data

Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan

· Data dapat dipakai dalam waktu yang bersamaan

Database dapat digunakan oleh siapa saja dalam sebuah organisasi. Misalnya dalam database siswa perguruan tinggi diperlukan oleh beberapa bagian, seperti admin, keuangan, bagian akademik. Semua bidang ini memerlukan database mahasiswa, tetapi tidak perlu setiap bagian dibuat database itu sendiri, cukup dari database mahasiswa disimpan pada server pusat. Kemudian aplikasi masing-masing bagian dapat dihubungkan ke database siswa. Dengan menggunakan database, data dapat dipakai secara bersamaan dengan menggunakan beberapa program aplikasi (batch atau online).

· Dapat diterapkan stndardisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA (DataBase Administration) dapat menerapkan standardisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

· Untuk menghemat biaya operasional pengolahan data

Dengan memiliki database terpusat maka dalam setiap divisi tidak memerlukan perangkat untuk menyimpan database karena database hanya diperlukan satu yang disimpan di server pusat, ini akan memotong biaya pembelian perangkat.

· Memfasilitasi pembuatan aplikasi baru

Pada titik ini database dirancang dengan sangat baik, sehingga perusahaan membutuhkan aplikasi baru tidak perlu membuat database baru juga, atau tidak perlu mengubah struktur database yang sudah ada. Sehingga pengembang aplikasi atau programmer SI hanya cukup untuk membuat atau antarmuka aplikasi regulasi saja.

Dengan segudang manfaat dan kegunaan yang dimiliki oleh database maka seharusnya semua perusahaan yang baik Para pengusaha kecil terutama perusahaan besar memiliki database dibangun dengan desain yang baik. Ditambah dengan penggunaan teknologi jaringan komputer, manfaat dari database ini akan semakin besar.

Penggunaan database di teknologi jaringan komputer yang sama telah banyak digunakan oleh berbagai Perusahaan, misalnya, hanya bank-bank yang memiliki cabang di setiap kota. Bank Perusahaan hanya memiliki database yang disimpan pada server pusat, sedangkan cabang terhubung melalui jaringan komputer untuk mengakses database yang terletak di pusat.

D. FUNGSI BASIS DATA

Fungsi database umumnya banyak diterapkan dalam dunia industri, hampir semua industri di seluruh dunia memanfaatkan teknologi database untuk mendukung sistem dan aplikasi.

Secara umum, fungsi basis data adalah :

  • Pengelompokan data, database bertujuan untuk mengklasifikasikan data agar mudah dipahami. Misalnya dalam sistem perpustakaan, ada kelompok data buku, penerbit, transaksi peminjaman, dan mahasiswa.
  • Menghindari duplikasi dan inkonsistensi dalam data.
  • Membuatnya mudah untuk menyimpan, mengakses, dan update, dan menghapus data.
  • Menjamin kualitas data dan informasi yang dapat diakses sesuai dengan dimasukkan (integritas data)
  • Sebuah solusi dalam proses penyimpanan data, terutama data.
  • Mendukung kinerja aplikasi yang memerlukan penyimpanan data.

2.2. Jenis – jenis Sumber Informasi Basis data

A. Jenis - jenis Basis Data

1. Database jurnal adalah kumpulan data tentang jurnal yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Jurnal yang dimaksud disini adalah jurnal ilmiah yang biasa digunakan sebagai koleksi referensi. Jurnal secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala.

2. Database buku adalah himpunan kelompok data tentang buku yang saling berhubungan yang diorganisir sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali. Buku teks adalah rekaman pikiran rasional yang disusun untuk maksud-maksud dan tujuan-tujuan intruksional. Peran buku teks sendiri sangatlah mendominasi, disamping penulis buku teks itu memang harus memahami dasar-dasar kurikulum yang digunakan juga memudahkan dalam proses pembelajaran.

3. Basis data literatur kelabu kumpulan data yang terdiri dari bahan-bahan perpustakaan yang tidak dipublikasikan melalui jalur publikasi formal(semi-published) atau tidak tersedia secara komersial yang terintegrasi satu sama lain. Literatur kelabu pada umumnya sulit dilacak secara bibliografis. Grey literature merupakan terbitan yang dihasilkan oleh lembaga pemerintah, atau lembaga pendidikan biasanya tidak didistribusikan secara luas.  Umumnya grey literature berisi berbagai macam hasil penelitian sehingga informasinya sangat diperlukan. Bentuk grey literature meliputi skripsi, tesis, disertasi, artikel, atau laporan penelitian. Banyak kebutuhan pencarian pustaka kelabu yang unik dan  spesifik bukan hanya sekedar mencari berdasarkan subjek atau judul atau pengarang  tetapi dapat dilakukan pencarian melalui pembimbing, fakultas, departemen bahkan tahun kelulusan

4. Database data empirik/statistik adalah kumpulan data yang terdiri dari suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi atau percobaan. [1] Bukti empiris adalah informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan suatu klaim empiris. Sementara data statistik adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai suatu persoalan.

B. BEBERAPA BENTUK MODEL BASIS DATA

Pada sistem basis data kita mengenal adanya model data. Model data ini digunakan untuk menjelaskan data-data dan keterhubungan dari data yang ada dalam sebuah enterprise.

1. Model data berbasis objek

Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut, dan hubungan antar entitas. Sebenarnya model data berbasis objek terdiri dari :

• ENTITY RELATIONSHIP MODEL (ER MODEL)

Di gunakan untuk menjelaskan hubungan antar data dalam database atas dasar anggapan bahwa real word terdiri dari object-object dasar dimana object-object tersebut memliki relasi atau keterhubungan. Dalam ER MODEL terdapat istilah MAPPING CARDINALITY yaitu jumlah entity yang dapat dikaitkan dengan entity lainnya melalui relation self.

• SEMANTIC MODEL

Sebenarnya hamper sama dengan ER MODEL, perbedannya hanya terletak pada pernyataan adanya relasi antar objeknya. Jika pada ER MODEL menyatakan adanya relasi antar objek menggunakan simbol-simbol namun pada SEMANTIC MODEL menggunakan kata-kata.

2. Model data berbasis record

Selain digunakan untuk menguraikan seluruh logika dalam struktur database juga digunakan untuk menguraikan implementasi dari sistem database. Hal itulah yang membedakan Model data berbasis record dengan model data berbasis objek. Dalam model data berbasis record kita mengenal 3 jenis data model yaitu :

Relational model

Pada model data jenis ini hubungan antar data dalam struktur database diuraikan dalam bentuk tabel.

Hirarki model

Pada model data jenis ini hubungan antar data dalam struktur database diuraikan dengan record dan link. Record-record tersebut disusun dalam bentuk tree/pohon dengan masing-masing nodenya merupakan record data elemen dengan MAPPING CARDINALITYnya 1:1 dan 1:M. Berikut contoh dari hirarki model

Networking Model

Pada dasarnya jenis model data ini sama dengan hirarki model namun terdapat perbedaan pada susunan record dan linknya. Yaitu record dan link pada networking model tersusun dalam bentuk graph. Maka jika pada hirarki model MAPPING CARDINALITYnya 1:1 dan 1:M namun pada networking model MAPPING CARDINALITYnya 1:1, 1:M, dan N:M.

3. Model data berbasis konseptual

Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema untuk basis data yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ER/EER model selama fase ini. Dalam conceptual schema, kita harus memerinci aplikasi-aplikasi basis data yang diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin. Fase perancangan basis data secara konseptual mempunyai 2 aktifitas paralel :

Perancangan skema konseptual :

menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu basis data yang merupakan hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced entity relationship) model. Model data yang digunakan pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-independent, dan langkah selanjutnya adalah memilih sebuah DBMS untuk melaksanakan rancangan tsb.

Perancangan transaksi :

menguji aplikasi-aplikasi basis data dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini. Kegunaan fase ini yang diproses secara paralel bersama fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi basis data yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi basis data suatu saat dimana basis data tsb dilaksanakan.

C. Macam-macam Aplikasi Basis Data

1. Microsoft Access

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek

2. Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.

Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.

3. Oracle

Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform).

Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.

4. MySql

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.

5. Postgre SQL

Postgre SQL merupakan tool untuk membuat database server yang bersifat open source yang memiliki licensi GPL (General Public License). Postgre SQL mendukung bahasa pemrograman seperti : SQL, C, C++, Java, PHP dan lainnya. Dengan lisensi GPL, PostgreSQL dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa perlu membayar lisensi (free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil. Kebanyakan PostgreSQL tersedia untuk pengguna Linux

6. Firebird

Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License

7. WebDNA

WebDNA adalah server-side scripting , ditafsirkan bahasa dengan sistem database tertanam, khusus dirancang untuk World Wide Web. Penggunaan utamanya adalah dalam menciptakan database-driven web dinamis halaman aplikasi. Dirilis pada tahun 1995, nama itu terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1998. WebDNA saat ini dikelola oleh WebDNA Software Corporation.

8. MongoDB

MongoDB adalah cross-platform dokumen-database berorientasi. Diklasifikasikan sebagai NoSQL database MongoDB eschews-tabel tradisional berbasis database relasional struktur yang mendukung JSON dokumen –seperti dengan dinamis skema (MongoDB panggilan format BSON ), membuat integrasi data dalam beberapa jenis aplikasi lebih mudah dan lebih cepat. Dirilis di bawah kombinasi dari Public License GNU General Affero dan Lisensi Apache , MongoDB adalah perangkat lunak bebas dan open source .

9. CouchDB

Apache CouchDB, sering disebut sebagai CouchDB, merupakan open source database yang berfokus pada kemudahan penggunaan dan untuk menjadi database yang benar-benar merangkul web. Ini adalah NoSQL database yang menggunakan JSON untuk menyimpan data, JavaScript sebagai bahasanya query menggunakan MapReduce, dan HTTP untuk API. Salah satu fitur yang membedakan adalah replikasi multi-master. CouchDB pertama kali dirilis pada tahun 2005 dan kemudian menjadi Apache proyek pada tahun 2008.

10. Zoho Creator

Zoho Creator adalah software database online yang menawarkan pengiriman aplikasi database pengembangan siklus hidup seluruh pada platform tunggal. Zoho Creator menyediakan antarmuka drag-and-drop intuitif untuk membuat tabel bentuk dan jenis data. Zoho Creator juga menawarkan pertama untuk jenis interface, yang memungkinkan pengguna untuk merancang alur kerja bisnis dan melakukan berbagai tindakan otomatis melalui mudah drag and drop.

Zoho Creator, perangkat lunak database gratis menghapus semua kompleksitas basis data dengan membuat tabel dan memodifikasi struktur dan pemeliharaan sakit kepala yang seperti - penyimpanan, ketersediaan dan keamanan.

11. FileMaker Server

FileMaker Pro adalah cross-platform database relasional aplikasi dari FileMaker Inc, sebelumnya Claris sebuah anak perusahaan dari Apple Inc. Ini mengintegrasikan mesin database dengan GUI antarmuka, yang memungkinkan pengguna untuk mengubah database dengan menyeret elemen baru ke dalam layout layar. Versi saat ini adalah FileMaker Pro 13, FileMaker Pro Advanced 13, FileMaker Server 13, dan FileMaker Go 13 untuk iPhone dan iPad .

12. Adabas

Database ADABAS adalah kumpulan data yang disusun dalam file ADABAS. Setiap database memiliki database pengenal terkait, yang merupakan nilai numerik dalam kisaran 1-255, dan nama database, yang merupakan nilai karakter dengan maksimal 16 karakter. Setiap database dapat terdiri dari hingga 255 file ADABAS. Database ADABAS terdiri dari tiga file system: Data Storage, associator, dan Storage Work.

13. Aerospike

Aerospike database pertama kali dikenal sebagai Citrusleaf 2.0. Pada bulan Agustus 2012, perusahaan namanya baik perusahaan dan software nama ke Aerospike. Nama Aerospike berasal dari jenis nozzle roket yang mampu mempertahankan efisiensi output atas berbagai macam ketinggian, dan dimaksudkan untuk merujuk untuk kemampuan perangkat lunak untuk meningkatkan.

Pada tahun 2012 Aerospike mengakuisisi AlchemyDB, dan terintegrasi fungsi dua database, termasuk penambahan sistem manajemen data relasional. Pada tanggal 24 Juni 2014, Aerospike itu opensourced bawah AGPL 3.0 lisensi untuk server database Aerospike dan Lisensi Apache Versi 2.0 untuk perusahaan Aerospike client software development kit.

14. Alpha Five

Alpha Five adalah sistem manajemen database relasional dan pengembangan aplikasi cepat Platform (RAD) untuk membangun desktop web (termasuk AJAX ) dan aplikasi mobile lintas platform. Alpha Lima dikembangkan oleh Alpha Software Inc, yang telah terus-menerus memproduksi end-user dan aplikasi database pengembang perangkat lunak.

Sejak tahun 1982 Alpha Lima merupakan pemenang dari 2005 Produk of the Year untuk Database Terbaik dari CRN.com. Pada tahun 2010 Alpha Five dinilai # 1 oleh InfoWorld dalam kategori pengembangan aplikasi web yang cepat.

15. FoundationDB

FoundationDB adalah NoSQL database dengan arsitektur secara bersama. Program FoundationDB Alpha dimulai pada bulan Januari 2012 dan berakhir pada 4 Maret 2013 dengan rilis Beta publik mereka. versi mereka 1.0 dirilis untuk ketersediaan umum pada tanggal 20 Agustus 2013. Versi stabil terbaru, 3.0.2, dirilis pada 10 Desember 2014.

16. NuoDB

NuoDB adalah database perusahaan startup yang berbasis di Cambridge, Massachusetts . Ini menjual NewSQL database yang bekerja di awan . Hal ini dapat bekerja baik untuk pengaturan penjual awan tunggal maupun setup multi vendor yang awan.

17. TeamDesk

TeamDesk adalah software database online yang mudah diakses dan sepenuhnya disesuaikan. Pengguna dapat membangun database mereka dengan bantuan template database yang telah ditentukan atau dari awal. Pengembangan perangkat lunak kustom mahal bukan satu-satunya pilihan lagi untuk mengelola informasi bisnis Perusahaan dapat membangun database mereka yang mencerminkan struktur dan kebutuhan unik mereka dan kemudian memodifikasi aplikasi online cara mereka ingin dan kapan saja mereka perlu.

18. Firebird

Firebird (FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation.

Firebird merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Firebird adalah database open source yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan database yang handal namun cukup ringan dan mudah dalam mengoperasikannya.

19. Apache Derby

Apache Derby (sebelumnya didistribusikan sebagai IBM Cloudscape) adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dikembangkan oleh Yayasan Software Apache yang dapat tertanam dalam Java program dan digunakan untuk proses transaksi online . Apache Derby dikembangkan sebagai open source proyek di bawah lisensi Apache 2.0 . Oracle mendistribusikan binari yang sama dengan nama Java DB.

20. IBM DB2

IBM DB2 Enterprise Server Edition merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen basisdata relasional yang dikembangkan oleh IBM. Perangkat lunak tersebut utamanya berjalan pada sistem operasi Unix (sebut saja AIX), Solaris, Linux, IBM i/OS/400, z/OS, dan Microsoft Windows. DB2 juga diketahui digunakan sebagai sistem basis data pada IBM InfoSphere Warehouse edition.

2.3. Isi Sumber Informasi Basis data

A. BASIS DATA

Menurut Ramakrishnan, R dan Jolhannes G. (2003: 3), Database (basis data) adalah kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas suatu organisasi yang berhubungan atau lebih. Misalnya, database universitas dapat berisi informasi sebagai berikut:

a. Entitas (mahasiswa, fakultas, mata kuliah dan ruang kuliah)

b. Hubungan antara entitas, seperti registrasi mahasiswa dalam mata kuliah, fakultas yang mengajarkan mata kuliah, dan penggunaan ruang untuk kuliah.

1. Komponen Basis Data

Dari segi isi, basis data dapat diartikan sebagai kumpulan data yang saling berelasi dan diorganisasi untuk membantu efisiensi penyimpanan, penerimaan, dan pemutakhiran data. Secara praktis, database merupakan kumpulan table yang saling berhubungan. Di dalam database terdiri dari:

v Entitas = Relation = Table = File

Menurut (Sutanta: 2011), entitas menujukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Entitas ini dapat berupa orang, benda, atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Sedangkan Simarmata, J. Dan Iman, P. (2006), menyatakan bahwa entitas adalah suatu objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan dari objek lain. Sebagai contoh, masing-masing mahasiswa adalah entitas dan mata kuliah dapat pula dinggap sebagai entitas.

v Atribute = Field = Column = Kolom

Atribut merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan dalam basis data. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas (Sutanta, 2011). Jika dikaitkan dengan atribut, maka entitas merupakan gabungan atribut. (Simarmata, J. Dan Iman, P.: 2006). Misalnya atribut-atribut yang membentuk entitas mahasiswa, yaitu atribut kodeMK, namaMK, dan SKS mendeskripsikan entitas mata kuliah.

v Row = Tuple = Record = Baris

Record merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu.

2. Operasi Dasar Basis Data

v Penambahan file baru

v Penambahan data pada file yang ada

v Pengambilan data dari file yang ada

v Pemutakhiran data dalam file yang ada

v Penghapusan data dari file yang ada

v Penghapusan file yang sudah tidak diperlukan

3. Alasan Penggunaan Basis Data

KEUNTUNGAN:

v Kontrol terpusat data operasional

v Redudansi data dapat dikurangi dan dikontrol

v Ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan

v Data dapat dipakai bersama (sharing)

v Penerapan standardisasi

v Penerapan membatasan keamanan data (security)

v Integritas data dapat dipelihara

v Kebutuhan yang berbeda dapat diselaraskan

v Independensi (kemandirian)data / program; program aplikasi idealnya tidak diekspos pada detail representasi dan penyimpanan data. DBMS menyediakan suatu pandangan abstrak tentang data yang menyembunyikan detail tersebut.

KELEMAHAN:

v Mahal, karena membutuhkan biaya yang lebih besar untuk perangkat keras, pengkat lunak dan personil yang lebih berkualitas

v Kompleks, karena kemampuan perangkat lunak yang lebih besar menjadi terlihat lebih rumit dan dibutuhkan penguasaan keahlian yang lebih tinggi, antara lain untuk kebutuhan sebagai berikut:

a. Sistem Administrasi

b. Prosedur Recovery

c. Prosedur Backup

d. Penataan keamanan data

e. Penataan proses konkurensi (kegagalan sistem)

v Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.

4. Contoh Pemanfaatan Aplikasi Basis Data

v Industri manufaktur : produksi, persediaan dan pemesanan

v Manajemen rumah sakit : regitrasi rekam medis, perwatan

v Manajemen perpustakaan : seluruh transaksi

v Perhotelan : seluruh transaksi

v Perbankan : untuk informasi pelanggan, rekening peminjaman, melayani seluruh transaksi perbankan

v Perguruan tinggi : untuk informasi mahasiswa, keuangan, perpustakaan, akutansi, lulusan, pendaftaran kuliah dan nilai

v Penerbangan : untuk informasi reservasi, jadwal penerbangan

v Penjualan : untuk informasi pelanggan, produk, penjualan, pemasaran

v Personalia : rekaman karyawan, gaji, pajak

5. Hirarki Data

Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data dapat disusun dalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga paling kompleks, yaitu:

a Sistem basis data, merupakan sekumpulan subsistem yang terdiri atas basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer untuk mendukungnya.

b Basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar-record dan rincian data terhadap obyek tertentu.

c File, merupakan sekumpulan record sejenis secara relasi yang tersimpan dalam media penyimpan sekunder.

d Record merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu.

· Fixed length record, semua field dalam record memiliki ukuran yang tetap

· Variable length record, field dalam record dapat memiliki ukuran yang berbeda. Untuk menandai masing-masing field dilakukan dengan metode penundaan, yaitu end of record marker yang memuat informasi tentang indikator panjang, dan tabel posisi record.

e Data/item/field/atribut merupakan unit terkecil yang disebut data, yaitu sekumpulan byte yang mempunyai makna.

· Fixed length field, memiliki ukuran yang tetap (harus disediakan ukuran terbesar yang mungkin diperlukan, tetapi mudah dalam pemrograman)

· Variable length field, field-filed dalam record dapat memiliki ukuran berbeda (hemat memori, namun pemrograman menjadi lebih rumit) data agregate, merupakan sekumpulan data item/field/atribut dengan ciri tertentu dan diberi nama.

f Data agregate, merupakan sekumpulan data item/field/atribut dengan ciri tertentu dan diberi nama. Misalnya Tanggal_Lahir (bertipe Date)

g Byte, adalah bagian terkecil yang dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi 8 bit biner yang menyatakan sebuah karakter dalam memori (1 byte = 1 karakter)

h Bit, adalah sistem biner yang terdiri atas dua macam nilai, yaitu 0 dan 1. Sistem biner merupakan dasar yang digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang hanya dapat membedakan ada tidaknya tegangan yang masuk ke rangkaian tersebut. Dua kondisi tersebut dinyatakan dengan on dan off (hidup dan mati), atau true dan false (benar dan salah), yes dan no (ya dan tidak), atau 1 dan 0 (satu dan nol), yang selanjutnya dikenal dengan sistem biner.

B. DBMS (Database Management System)

DBMS adalah singkatan dari “Database Management System” yaitu sistem pengorganisasian dan sistem pengolahan Database pada komputer. DBMS atau database management system ini merupakan pengarngkat lunak (software) yang dipakai untuk membangun basis data yang berbasis komputerisasi. DBMS (Database Management system) ini juga dapat membantu dalam memelihara serta pengolahan data dalam jumlah yang besar, dengan menggunakan DBMS bertujuan agar tidak dapat menimbulkan kekacauan dan dapat dipakai oleh user sesuai dengan kebutuhan.

1. Bahasa Basis Data

Sejumlah perintah yang diformulasikan dan dapat dapat diberikan oleh pengguna untuk kemudian diproses oleh DMBS, yang terdiri dari:

a Bahasa Definisi Data (DDL) : serangkaian pernyataan yang menjelaskan jenis informasi apa yang dapat berada dalam basis data dan bagaimana informasi tersebut distrukturisasi

b Bahasa Manipulasi Data (DML) : bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data.

2. Fasilitas DBMS

a Fasilitas mendefinisikan basis data, biasanya menggunakan Data Definition Language (DDL). DDL mengizinkan pengguna untuk memspesifikasikan tipe, struktur, dan batasan aturan mengenai data yang bisa disimpan ke dalam basis data.

b Fasilitas untuk mengizinkan pengguna utuk menambah, mengedit, menghapus dan mendapatkan kembali data dari basis data, biasanya menggunakan Data Manipulation Language (DML).

c Ada pula suatu fasilitas yang melayani pengaksesan data yang disebut query language. Bahasa yang diakui adalah Structured Query Language (SQL), yang merupakan standard dari DBMS.

d Fasilitas untuk mengontrol ke basis data (DCL). Contoh :

Sistem keamanan yang mencegah user yang tidak punya otoritas untuk akses data.

Suatu sistem terintegasi yang memelihara konsistensi penyimpanan data.

o Suatu Sistem kontrol pengembalian data yang mana dapat mengembalikan data ke keadaan sebenarnya apabila terjadi kegagalan perangkat keras atau perangkat lunak.

o Terdapat suatu katalog yang dapat di akses oleh pengguna, yang menjelaskan data didalam basis data tersebut.

3. Kelebihan dan kekurangan penggunaan pada isi database :

a Kelebihan :

- Mengurangi Redudansi Data

- DBMS ini sangat cocok untuk perusahaan mikro, menengah hingga perusahaan besar karena mampu mengelola data yang besar.

- Mempunyai kelebihan untuk men-manage user serta tiap user-nya dapat diatur hak aksesnya terhadap pengaksesan database oleh DBA.

- Dapat melakukan atau memiliki back-up, recovery, dan rollback data.

- Kelebihan lainnya mempunyai kemampuan membuat database mirroring dan juga culustering.

- Peningkatan keamanan data

- Mengurangi data entri, penyimpanan, dan pengambilan

- Pengembangan difasilitasi program aplikasi baru

- Peningkatan berbagi data

- Integrasi data yang lebih baik

- Meminimalisir inkonsistensi data

Inkonsistensi data terjadi ketika versi yang berbeda dari data yang sama muncul di tempat yang berbeda.

- Peningkatan akses data

- Peningkatan pengambilan keputusan

Data yang lebih baik dikelola dan ditingkatkan akses data memungkinkan untuk menghasilkan informasi-kualitas yang lebih baik, di mana keputusan yang lebih baik didasarkan. Kualitas informasi yang dihasilkan tergantung pada kualitas data yang mendasarinya. kualitas data adalah pendekatan komprehensif untuk mempromosikan akurasi, validitas, dan ketepatan waktu data.

- Peningkatan produktivitas pada pengguna akhir

b Kekurangan :

- Sistem database yang kompleks, sulit, dan memakan waktu untuk merancang

- Hanya bisa berjalan pada platform OS (Operasi system) Microsoft windows.

- Hardware substansial dan biaya perangkat lunak

- Apabila terjadi kerusakan pada database, akan mempengaruhi hampir semua program aplikasi

- Pelatihan awal diperlukan untuk semua programmer dan pengguna

- Pergantian siklus dan upgrade

4. Fungsi dari DBMS :

· Mengintegrasikan Data Pada Basis Data ke Komputer Client

Salah satu fungsi utama dari DMS adalah melakukan proses integrasi dari database atau basis data ke dalam komputer client atau user. Jadi semua data yang terdapat pada database di dalam server bisa tersaji di dalam komputer client, dan bisa dilakukan pengaksesan informasi.

· Mengupdate Basis Data

DBMS juga dapat digunakan untuk melakukan proses update atau pemutakhiran dari data. Jadi user tidak perlu membuka database atau basis data anda, cukup dengan menggunakan software yang mendukung DBMS, maka user dapat dengan mudah melakukan proses updating ataupun editing data yang tersimpan di dalam database / basis data.

· Melakukan Retrieval Basis Data

Retrieval merupakan suatu proses pemanggilan yang bisa dilakukan untuk memanggil data tertentu untuk kepentingan pengambilan informasi. User dapat melihat informasi dari database dengan melakukan retrieval data dengan menggunakan DBMS dengan mudah dan juga lebih cepat untuk dilakukan.

· Membantu User Mengakses Basis Data

User juga terkadang membutuhkan akses terhadap basis data atau database. Karena itu, dengan menggunakan DBMS, user bisa mengakses basis data alais database yang tersediam tanpa perlu membuka file database. Cukup dengan menggunakan aplikasi yang sudah terintegrasi dengan DBMS, maka data yang dibutuhkan user akan muncul.

· Melihat Proses Transaksi yang Berjalan

Bagi anda yang mengelola sebuat toko, terutama toko online dan juga toko offline dengan kasir yang terkomputerisasi, maka DBMS memegang fungsi yang penting. DBMS dapat membantu anda mengecek segala macam transaksi yang sudah dan juga sedang berjalan, yang terekam dan masuk ke dalam database toko atau perusahaan anda.

· Melakukan Recover Basis Data yang Mengalami Gangguan

Ketika user memiliki kerusakan data pada database atau basis data, maka user juga bisa menggunakan DBMS untuk melakukan recovery data. DBMS dapat membantu memperbaiki data yang rusak, memutakhirkan data, serta melakukan pengeditan dan perubahan data yang tersimpan dalam database.

· Melakukan Analisa Statistic

DBMS juga dapat berfungsi sebagai salah satu mesin penghitung statistic. DBMS dapat menghitung berapa banyak user yang mengakses file dalam database anda, melihat file atau data apa saja yang paling sering diakses, sehingga hal ini dapat membantu anda dalam melakukan manajemen data anda. Apabila anda memiliki toko online, maka DBMS dapat melakukan perhitungan, produk apa yang menjadi best seller, keuntungan hari ini, kerugian, serta total pemasukan dalam satu hari.

· Memonitoring Data

DBMS juga berfungsi untuk membantu melakukan monitoring data. Segala transaksi yang dilakukan akan terekam oleh DBMS, sehingga apabila terdapat suatu transaksi atau akses yang mencurigakan, anda akan segera mengetahuinya berkat DBMS, seperti seseoranga yang mungkin ingin melakukan hackin dan mencuri data – data anda

5. Komponen DBMS :

a. Suatu bahasa permodalan untuk mendefinisikan skema dari setiap pangkalan data yang ada. Model tersebut terdiri dari model hierarki, jaringan dan relasi.

b. Struktur data (field, record dan file) yang dioptimasi untuk menangani data dalam jumlah yang besar yang disimpan di suatu perangkat penyimpanan data permanen.

c. Bahasa pemeriksaan pangkalan data dan penulis laporan untuk mengijinkan pengguna menginterogasi pangkalan data secara interaktif, menganalisa datanya dan memperbaruhinya

d. Suatu mekanisme transaksi untuk menjamin integritas data walaupun akses pengguna bersama-sama.

6. Keterkaitan antara data, informasi, sistem informasi, basis data, dan DBMS

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa data adalah bahan keterangan tentang kejadian-kejadian atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambang tertentu. Sedangkan informasi merupakan hasil pengolahan data (yang diolah pada unit pengolah) sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan berguna dalam pengambilan keputusan sehingga dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Adapun contoh informasi misalnya daftar pegawai berdasarkan departemen, transaksi pembelian pada akhir bulan, dan rekapitulasi transaksi pembelian akhir bulan. (Sutanta: 2011).

Basis data merupakan bagian penting dalam sebuah sistem informasi. Adapun peranan basis data dalam sistem informasi (Sutanta: 2011), yaitu:

1. Basis data sebagai komponen penyusun sistem informasi

Hubungan antara sistem informasi dan basis data di dalam sistem informasi merupakan hubungan antara sistem dan sub sistem. Basis data akan menjadi bahan baku bagi sistem informasi.

b. Basis data sebagai infrasturktur sistem informasi

Basis data dan sistem manajemen basis data (DBMS) menyediakan suatu sarana infrastruktur kepada organisasi-organisasi sistem informasi yang dibangun, misalnya sistem pengelola transaksi.

c. Basis data sebagai sumber informasi bagi sistem informasi

Dengan adanya keterkaitan antara data dan informasi maka basis data berperan sebagai data dalam sistem pengolahan data, sedangkan DBMS berperan melakukan manajemen basis data sehingga diperoleh bentuk yang penting berupa informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusan manajemen.

d. basis data sebagai sarana mencapai efisiensi sistem informasi

Basis data dirancang dan dibangun dengan orientasi kebutuhan informasi bagi seluruh pemakai dalam sistem maka basis data yang baik perlu mempunyai beberapa kriteria tertentu, diantaranya lengkap, mudah digunakan, dapat diakses dengan cepat, dapat digunakan dengan berbagai macam cara oleh banyak pemakai serta menjaga integritas di dalamnya. Walaupun pengembangan basis data mahal, tetapi penggunaan basis data ini dapat memberikan banyak manfaat utamanya dalam hal waktu, kertas kerja, personalia, serta biaya-biaya.

e. Basis data sebagai sarana mencapai efektifitas sistem informasi

Hal ini didukung oleh kebenaran data yang dimuat dalam basis data, perangkat lunak pengelolaan basis data yang digunakan juga harus melewati proses uji yang panjang sehingga memberikan jaminan proses dapat dapat dilakukan dengan benar, jaminan akurasi data, serta keandalan sistem secara keseluruhan.

2.4. Cara Penelusuran Sumber Informasi Basis data

Penggunaan BOOLEAN OPERATOR (AND, OR DAN NOT)

a. OPERATOR “OR” (+)

Simbol pertama yang sangat berguna untuk di pakai adalah tanda plus (+) yang berarti OR. Tanda plus di gunakan jika kita ingin mencari berbagai dokumen dengan kata kunci “lebih dari satu” yang mempunyai arti yang sama (sinonim).

b OPERATOR AND (*)

Simbol di gunakan untuk menemukan seluruh topik yang ada dalam kalimat penelusuran. Dalam cara penelusuran ini, jumlah kata kadang-kadang di batasi, urutan kata-kata di abaikan. Penelusuran melalu operator ini, makin banyak kata yang di gunakan makin sedikit temuan yang di peroleh atau semakin fokus karena permintaannya semakin spesifik.

c OPERATOR NOT

Di gunakan untuk menemukan suatu topil dengan batasan tertentu. Dengan perintah ini, komputer akan mencari temuan yang ruasanya berisi kata yang terletak di sebelah kiri operator bukan dalam kalimat penelusuran.

1. Melakukan penelusuran melalui ub.summon

image

2. Menggunakan operator Boolean (AND, OR, NOT ) dalam melakukan pencarianimage

3. Dengan menggunakan operator Boolean (AND, OR, NOT) pencarian data akan semakin detail, dalam penelusuran ini mendapatkan 35 hasil pencarianimage

BAB III

PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

Pada masa modern seperti sekarang ini, informasi telah bertransformasi menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Ledakan informasi yang terjadi, secara tidak langsung menuntut perpustakaan sebagai sumber informasi utama bagi masyarakat untuk terus selalu berinovasi guna menyikapi adanya ledakan informasi tersebut. Salah satu inovasi yang ada yaitu basis data.

Secara umum, yang dimaksud dengan basis data adalah suatu sistem yang dapat menyusun dan mengelola file atau record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan. Basis data mempunyai beberapa fungsi, manfaat, dan tujuan seperti memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses pengelolaan data. Basis data sendiri juga mempunyai beragam fitur yang menarik dan berbagai model cara penelusuran yang memudahkan kita untuk mengolah informasi secara lebih baik.Dengan segala macam kemudahan yang ditawarkannya, basis data akhirnya menjadi metode pengolahan data yang dianggap paling efektif dan efisien guna meminimalkan biaya operasional dan juga memaksimalkan proses pengolahan data.

3.2.SARAN

. Pada saat ini memang basis data mempunyai efek yang cukup signifikan dikalangan akademisi. Basis data dipandang mempunyai “power” yang paling kuat dalam hal pengolahan data. Dibalik segala macam kelebihannya itu, basis data tentu masih membutuhkan pembenahan di beberapa sisi. Secara struktur tentu kita tau bahwa basis data mempunyai susunan yang baik, akan tetapi menurut kami basis data akan lebih baik jika ada penyederhanaan mengenai proses pengolahannya. Adanya standar tertentu dalam basis data kami rasa perlu untuk diberlakukan agar terjadi keselarasan dalam proses pengolahan data. Basis data yang sudah semodern ini menurut kami akan lebih baik jika ditambahkan dengan hal-hal tersebut. Upaya-upaya ini dilakukan guna memaksimalkan proses pemenuhan kebutuhan pemustaka.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dini. 2015. “8 Fungsi DBMS Dalam Basis Data”. Dalam http://dosenit.com/software/dbms/fungsi-dbms-dalam-basis-data diakses pada 19 Maret 2016 Pukul 10.00 WIB

Primadesi, Yona. 2012. “Metadata: antara MARC dan MODS” Dalam https://yonaprimadesi.wordpress.com/2012/03/29/metadata-antara-marc-dan-mods-sebuah-pengantar/, diakses pada10 Maret 2016 Pukul 11.00 WIB.

Forum Dosen Pendidikan. 2010. “Fungsi, Pengertian, dan Keuntungan Basis Data” Dalam “http://www.dosenpendidikan.com/100-fungsipengertian-dan-keuntungan-basis-data/” Diakses pada 18 Maret 2016 Pukul 12.00 WIB.

Jogiyanto HM. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi.

Subekti, H.M. 2004.Sistem Manajemen basis data. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ramakrishnan, R dan Johannes G. 2003. Sistem Manajemen Database. Indonesia: Andi dan The McGraw-Hill Companies, Inc.

 

SUMBER INFORMASI DAN SARANA BIBLIOGRAFI

Sumber Informasi Basis Data

Makalah

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Sumber Informasi

dan Sarana Bibliografi

Dosen Pengampu: Drs. Hartono,SS., M.Hum.

Oleh

Kelompok 3

1. Dwi Eliana Sari 145030700111005

2. Gani Nur Pramudyo 145030700111006

3. Feisal Dermawan 145030700111007

4. Aprilia Yusli Handini 145030700111008

5. Rizka Fauziah 145030700111009

6. Dona Puspita Biantari 145030700111010

7. Yuli Trisnawati 145030700111011

8. Mariska Dwi Arifin 145030700111012

9. Dwi Sri Hariyanti 145030700111013

image

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

MARET 2016

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya kita diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran. Penulis juga bersyukur karena dengan berkat dan rahmatNya pula, penyusun diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan makalah dengan judul Sumber Informasi Basis Data.

Penyusun mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah Sumber Informasi dan Sarana Bibliografi (Bapak Drs. Hartono,SS. M.Hum) yang telah memberikan tugas makalah ini kepada kami, mengingat pentingnya Sumber Informasi Basis Data.

Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi penyusun dan pemustaka.

 

Malang, 18 Maret 2016

Penyusun

KELOMPOK 3

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 1

1.3 Tujuan .................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 3

2.1. Pengertian Sistem Informasi Basis Data .............................................................. 3

2.2. Jenis-Jenis Sumber Informasi Basis Data ............................................................. 7

2.3. Isi Sumber Informasi Basis Data........................................................................... 15

2.4. Cara Penelusuran Sumber Informasi Basis Data................................................... 24

BAB III   PENUTUP................................................................................................. 27

3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 27

3.2 Saran ...................................................................................................................... 27

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 28

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts