Menjadi Gitaris untuk Menjadi Pebisnis di Industri Musik - Gani Nur Pramudyo
News Update
Loading...

Kamis, 21 Maret 2013

Menjadi Gitaris untuk Menjadi Pebisnis di Industri Musik

Ketika kita sudah berniat menjadi gitaris, kita seolah meninggalkan semua pelajaran yang diajarkan di sekolahnya. Kebanyakan dari kita sangat fokus ke skill dan melupakan dunia luar dan menjadi anti-sosial. Mengurung diri di kamar dan mengulik lagu selama berjamjam itu sah saja tetapi biasanya tidak diimbangi dengan social networking sehingga ketika tiba saatnya keluar kamar dan memeprlihatkan skill, kita tidak tahu harus kemana.
Sebagai Gitaris tentu kita harus bisa menjual diri (sell yourself), itulah yang dibutuhkan di industri musik ini agar orang memperhatika bahwa kita adalah seorang gitaris berbakat yang bisa bermain sangat cepat. Akan tetapi apa yang terjadi ? ketika kita sudah berada di luar kamar hasil berjam-jam mengulik lagu, kita menjumpai bahwa banyak sekali gitaris seperti kita, bahkan yang lebih cepat dari pada kita. Apa yang akan terjadi kemudian? kita akan tenggelam diantara sekian banyak gitaris tersebut dan jangan harap bahwa kita akan dikenal dan menonjol karena kita hanya 1 dari sekian banyak gitaris yang bermain tipikal.
Satu hal yang bisa dilakukan adalah memperbanyak referensi. Kita harus membuka pikiran dengan berbagai macam musik di dunia ini. Mencoba untuk melihat dari sisi musik bukan kemampuan. Nikmati saja musiknya, bukan imagenya, karena sekarang kita banyak  sekali menjumpai image musik itu lebih berpengaruh dari pada musiknya. Misalnya kita tidak mau mendengar musik yang mellow karena takut dibilang cengeng. Disini, kita adalah korban daripada kepicikan pikiran kita sendiri karena apa kita hanya “melihat”musik bukan “mendengar” musik. Bahwasannya apabila kita benar- benar menghayati musik mellow itu tidak menutup kemungkinan kita bisa terhanyut dalam musik itu.
Hal berikutnya yang bisa kita lakukan adalah intropeksi diri sendiri. Cobalah kita berkaca sambil bermain gitar lalu Tanya pada diri  sendiri “sebetulnya, style kita itu gimana?”. Bisa juga dengan menulis kekurangan dan kelebihan  kita dalam bermain gitar. Disini akan terlihat sebenarnya, tipe gitaris seperti apa kita ini ? apakah kita konstan rhythm ? Apakah kita jago sweeping ? apakah kita sebetulnya hebat di tapping?
Dengan melihat kelebihan diri sendiri , kita akan menyadari bahwa kita adalah seseorang dengan beberapa kelebihan dan sebaiknya kita mulai semakin mendalami kelebihan ini  dan tidak terlalu memikirkan kekurangan anda. Bahkan apabila mungkin, jadikan kekurangan anda sebagai kelebihan. Misalnya, kita ternyata sangat asyik bermain rhythm tetapi lemah dalam bermain lead, jadi manfaatkanlah kelebihan rhythm anda.
Ingat kita adalah produk. Sutau produk harus mempunyai USP (Unique Selling Point) alias nilai jual yang unik untuk bias bersaing dan mendaptkan perhatian yang lebih diantara sekian banyak produk. USP itu didapatkan dari research sebanyak mungkin dan akan kita lihat dimana kita bisa dan disitulah kita akan dikenal karena kita unik. kita akan menjadi beda dari gitaris. Lain dan mempunyai karakter permainan sendiri.

Share with your friends

Add your opinion
Disqus comments
Notification
Gani Nur Pramudyo merupakan Awardee LPDP dan saat ini akan menempuh studi Magister Ilmu Perpustakaan FIB Universitas Indonesia 2019. Apabila Anda berminat untuk mengundang saya sebagai narasumber, pemateri, atau pembicara di institusi Anda, dengan senang hati saya akan berusaha menyanggupinya. Silakan kontak via email ke gani_nurp@yahoo.com atau DM via Instagram gani_igan. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.
Done