Motivasi part 1 : Jualan Kertas Gambar - Gani Nur Pramudyo

Always Supporting Your Knowledge

Senin, 14 Oktober 2019

Motivasi part 1 : Jualan Kertas Gambar

Contoh kertas gambar yang saya jual; via:romadecade
Ayahku waktu itu bekerja sebagai buruh  di rental  pengetikan dan fotocopy. Aku biasanya ikut menemani ayahku saat libur sekolahh tiba. Ayah sudah bekerja disana semenjak aku duduk kelas 1  SD.  Awalnya  ayakhu bekerja  sebagai  buruh di peternakan puyuh, namun sudah selesai.  Waktu itu SD aku sering diajak ayah untuk pergi ke tempat rosok. Mencari sesuatu yang berharga, misalnya mainan dan buku bekas. Waktu ayah juga  sering memilihkan  buku  bergenre  motivasi.  Buku itu sampai  sekarang  masih menjadi favorit dan kesukaanku.
Pernah suatu ketika, ayah memberikan sebuah gambar dalam secarik kertas hvs folio. Waktu itu terpikirkan untuk menjualnya. Kala itu perlembar kuhargai dengan harga 100 rupiah dan 200 rupiah. 100 rupiah  untuk gambar yang sederhana dan 200 rupiah untuk gambar yang lebih bagus. Gambar tersebut didapatkan ayahku di tempat kerjanya ketika ada penjual gambar mewarna, fotokopi ditempatnya. Beberapa ada yang kurang bagus, sehingga disisihkan ayahku. Hasilnya tersebut dijualkan kepadaku. Waktu itu, uang hasil jualan gambar cukup menambah uang jajanku. Kala itu, ditahun 2001an uang jajanku masih sebesar 300-500 rupiah. Hasil penjualan biasanya laku 3-5 gambar sehari. Gambar kutawarkan ke kelas-kelas.  Ada jenis gambar bernuansa pantai, rumah, putri duyung, pemandangan gunung dan beberapa gambar kartun. Aku hanya menjual gambar, tidak meminjamkan pensil warna waktu itu. Di kantin sekolah, juga terdapat penjual yang menjual warna, namun harganya lebih mahal sebesar 400 rupiah untuk detail gambar sederhana dan 500 rupiah untuk detail gambar lebih bagus.
Aku juga pernah ikut temanku yang menjual roti. Temenku bernama Aga ini, tiap hari jual jajan keliling kelas. Orangtuanya jual roti, aku pernah kesana mengantarkannya. Ketika aku ikut membantu jualannya sehari, aku dikasih komisi 300 rupiah. Aku pernah ikut beberapa kali waktu itu, lumayan untuk menambah uang jajan sekolah. Aku tidak malu untuk berjualan, percaya diri menjajakan kepada teman-temanku. 
Prestasiku waktu SD tergolong biasa-biasa aja, pernah kelas satu aku mendapatkan ranking 4 dari sekitar 40 siswa. Itu adalah prestasi terbaikku di waktu SD. Setelah itu biasa-biasanya, justru jarang masuk 10 besar di kelas. Aku aktif kegiatan ekstra pramuka, biasanya diadakan pada hari minggu. Aku pernah ikut kemah pada lomba pramuka tingkat kecamatan bersama teman-temanku.  Aku juga mendapatkan beasiswa dari sekolah, yang diberikan berupa perlengkapan sekolah  bagi yang kurang mampu. Beasiswa itu diberikan kepadaku, aku akan ditawari lalu akan kubelikan sesuatu berupa seragam sekolah.
Masa-masa SD, memang banyak hal yang telah kulakukan, beberapanya dapat aku ambil pelajaran dan kupakai hingga sekarang. Mungkin kamu merasa yang paling kurang beruntung, berjuang keras, tak punya apa-apa dan merasa frustasi. Ingatlah masih banyak orang diluar sana yang jauh lebih dibawahmu. Maka dari itu tetaplah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin untuk mengejar impianmu.
Comments


EmoticonEmoticon