Bada Ashar kala itu....
Aku telah meniatkan penakhlukanku
Memenuhi ekspetasi 2 tahun lalu
Tertinggal di rombongan, bukankah itu memilukan
Meskipun akhirnya aku buat pintuku sendiri
.
Perjalanan ini di mulai dari rawa-rawa
Sekitar 1 jam lamanya
Sambil mengucapkan mantra-mantra
Menyusuri terowongan yang dipenuhi warna-warni
Ternyata lampu, hiasan dan banyak bunga 
Terasa sedikit panas, membingungkan barangkali
..
Keluar menghirup hujan gerimis
Berjalan lurus malah menjauh dari tujuan
Kuperhatikan lagi tak ada apapuun
Baru kusadari, kaki ini sudah salah melangkah
...
Hujan turun semakin deras-deras
Kembali kulanjtutkan  mantra itu lagi
Tiba-tiba, ia membuka pusakanya
Tak berdaya, akupun menunjukkannya pula
Kepada hujan yang sengaja menghancurkan mantra
...
Semakin berdesakan, jalan terbuka lebar untuk kaki ini
Berkeliling puas, hujan deras, di depan teras
Sedikit berhasil kataku
..
Gemuruh tiba-tiba menghampiri
Deg-deg an, ternyata lapar
Kuubah daun itu menjadi koin emas
Kutukar dengan sebungkus somay dan telur gulung
...
Kugunakan lagi mantraku
Kuucapkan 1 kata terakhir
Kang ngamen tiba, buyar kataku
Ah, gagal sudahlah pikirku
....
Kembali lagi ke tempat yang sama
Kacamata ini melihat ke arah yang sesuai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar