Begini cara mengecek Penerbit jurnal predator!

Jurnal predator merupakan ancaman global. Mereka menerima artikel untuk publikasi bersama dengan biaya penulis-tanpa melakukan pemeriksaan kualitas yang dijanjikan untuk masalah seperti plagiarisme atau persetujuan etis (Grudniewicz et al, 2019). Publikasi di jurnal predator merupakan tantangan besar, terutama di negara berkembang termasuk Nepal (Shrestha, 2020).

Jurnal dan penerbit predator adalah entitas yang memprioritaskan kepentingan pribadi dengan mengorbankan peneliti. Mereka dicirikan oleh informasi yang salah atau menyesatkan, penyimpangan dari praktik editorial dan publikasi terbaik, kurangnya transparansi, dan/atau penggunaan praktik ajakan yang agresif dan sembarangan (Grudniewicz et al, 2019).

Jurnal predator (Predatory journal) mengancam dan memangsa para peneliti, mahasiswa dan dosen. Mereka menggoda dengan iming-iming publikasi kilat, upaya minimal dan harga tinggi. Jurnal predator dengan segala daya dan upaya selalu mencari mangsa. Jurnal predator serupa dengan jurnal abal-abal, memiliki publikasi cepat, volume banyak, dan terstruktur dalam penyajiannya. 

Ciri-ciri jurnal predator 

Beberapa ciri-ciri dari jurnal predator yang wajib diketahui untuk dihindari oleh siapapun, sebagai berikut:

  1. Spam email. Jurnal predator mengirim email ke banyak pengguna, berisi Call for papers, editors, referees (Mart, 2016). Jurnal predator memberikan berbagai kelebihan seperti, proses publikasi cepat dan tanpa riview. Solusi mengatasi spam yaitu dengan memblokir pesan atau melakukan unscribe (berhenti berlangganan). Abaikan atau langsung hapus pesan email tersebut (lihat contoh email spam berikut:)
  2. Biaya Submit. Biaya publikasi jurnal predator selangit (Predatoryjournals, 2020). Umumnya sangat mahal dan tidak ada peluang terbit jika tidak membayar. Jurnal konvensional/komunitas defaultnya gratis (Mart, 2016). Jurnal predator mementingkan keuntungan, jurnal terbit apapun bentuknya. 
  3. Review Singkat. Jurnal predator umumnya tidak melakukan proses riview, langsung terbit apabila selesai proses pembayaran (Predatoryjournals, 2020). Lebih lanjut, menelaah artikel umumnya memakan waktu hingga dua bulan (Ramadhan, 2020). Apabila terlalu cepat dan tanpa riview, jurnal tersebut dapat diindikasikan jurnal predator.
  4. Volume dan waktu terbit. Jurnal predator biasanya memiliki volume relatif baru (Mart, 2016). Contohnya baru menerbitkan jurnal dua kali. Selanjutnya, waktu terbit tidak jelas dan bahkan tiap bulan terbit (Deepublish, 2019)
  5. Sulit dicari alamat offline. Kebanyakan Jurnal predator beralamat palsu atau P.O.Box yang disewa (Mart, 2016). Bahkan hanya memiliki alamat atau URL website.

Lebih lanjut, Grudniewicz et al, 2019 memberikan detail penting terkait ciri-ciri jurnal predator: 

  1. Informasi yang salah atau menyesatkan. Situs web atau email jurnal predator sering kali menyajikan pernyataan yang kontradiktif, impact factors palsu, alamat yang salah, representasi yang salah dari dewan editorial, klaim palsu tentang pengindeksan atau keanggotaan asosiasi, dan klaim menyesatkan tentang kerasnya peer review.
  2. Penyimpangan dari best practice editorial dan publikasi. Standar di sini telah ditetapkan dalam Prinsip Transparansi dan Praktik Terbaik dalam Penerbitan ilmiah (2018) yang dikeluarkan oleh DOAJ, COPE, dan WAME. Contoh praktik di bawah standar yaitu a) tidak memiliki kebijakan pencabutan, meminta pengalihan hak cipta saat menerbitkan artikel akses terbuka dan tidak menentukan lisensi Creative Commons dalam jurnal akses terbuka (open access); b) Website  tidak profesional dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa atau teks yang tidak relevan; c) jurnal tidak memenuhi syarat untuk dicantumkan di DOAJ atau bergabung dengan COPE sampai setelah satu tahun beroperasi. 
  3. Kurangnya transparansi. Transparansi dalam prosedur operasional (keputusan editorial, biaya diterapkan dan peer review diatur. Penerbit predator sering gagal memberikan informasi kontak atau detail tentang biaya pemrosesan artikel. Editor dan anggota dewan editorial mereka seringkali tidak dapat diverifikasi
  4. Agresif, ajakan sembarangan. Meskipun jurnal yang sah mungkin meminta kiriman, jurnal predator sering menggunakan ajakan agresif seperti email berulang. Nadanya terlalu menyanjung, atau menyebutkan publikasi peneliti sebelumnya sambil mencatat bahwa kiriman terkait sangat dibutuhkan untuk masalah yang akan datang. Tanda peringatan yang jelas adalah bahwa keahlian orang yang diundang berada di luar cakupan jurnal. 

Daftar jurnal predator

Mengecek jurnal-jurnal predator, anda dapat mengunjungi situs scholarlyoa.com/publishers/ dan predatoryjournals.com/publishers/. Situs ini hadir untuk melindungi komunitas ilmiah (Predatoryjournals, 2020), dengan memberikan daftar/list jurnal-jurnal predator yang harus dihindari oleh para peneliti, dosen, dan bahkan mahasiswa sekalipun. Kamu juga dapat berkontribusi, apabila menemukan jurnal predator yang belum terdaftar, dengan mengirim email ke situs tersebut. 

Selain situs di atas, daftar jurnal predator internasional juga dapat dilihat di Beall's list. Beall's list merupakan pegiat yang mendokumentasikan beragam penerbit jurnal terbuka yang terindikasi predator dan spam.

  1. 1088 Email Press
  2. 2425 Publishers
  3. The 5th Publisher
  4. ABC Journals
  5. A M Publishers
  6. Abhinav
  7. Academe Research Journals
  8. Academia Publishing
  9. Academia Research
  10. Academia Scholarly Journals (ASJ) 
  11. Academic and Business Research Institute
  12. Academic and Scientific Publishing
  13. Academic Direct Publishing House
  14. Academic Journals
  15. Academic Journals and Research ACJAR
  16. Academic Journals Online (AJO), dll.

Selengkapnya terkait jurnal yang terindikasi predator, silakan kunjungi tautan Beall's list

Cara menilai Jurnal Predator atau Bukan

Peneliti dapat mengecek keandalan jurnal melalui inisiasi yang dilakukan projek internasional seperti Think. Check. Submit (http://thinkchecksubmit.org). Mereka membantu para peneliti mengidentifikasi jurnal terpercaya untuk dipublikasikan. 

Thinkchecksubmit.org berisi daftar periksa sederhana yang dapat digunakan peneliti untuk menilai kredensial jurnal atau penerbit. Penulis harus melihat jurnal yang telah diterbitkan di penerbit jurnal untuk menilai kualitasnya. Tinjauan singkat diperlukan untuk mengidentifikasi jurnal predator (Shrestha, 2020). 

Lebih dari 90 daftar periksa ada di Thinkchecksubmit.orguntuk membantu mengidentifikasi jurnal predator. Namun, Grudniewicz et al, 2019 menyampaikan, hanya ada 3 daftar periksa yang dikembangkan dari hasil riset. 

Berikut daftar periksa atau penilaian penerbit jurnal predator yang dikembangkan oleh Thinkchecksubmit.org:

  1. Think. Apakah kamu mengirimkan penelitian ke jurnal atau penerbit terpercaya? Apakah itu jurnal atau buku yang tepat untuk pekerjaan kamu?
  2. Check. Gunakan daftar periksa thinkchecksubmit.org untuk menilai jurnal atau penerbit (Penilaian jurnal | Penilaian penerbit)
  3. Submit. Kirim hanya jika kamu dapat menjawab 'Ya' untuk pertanyaan di daftar periksa (penilaian) thinkchecksubmit.org

Dampak menerbitkan jurnal di Penerbit Predator

Penerbitan di jurnal predator tidak hanya merugikan atau menurunkan reputasi akademis tetapi juga membuang waktu, uang, sumber daya, dan upaya. Publikasi di jurnal predator menimbulkan bahaya yang dapat merusak kualitas, integritas, dan keandalan karya penelitian ilmiah yang dipublikasikan. Publikasi di jurnal predator juga merusak reputasi universitas dan organisasi (Shrestha, 2020). 

Beberapa dampak dari publikasi di jurnal predator antara lain:

  1. Nilai karya ilmiahnya akan jatuh
  2. Publikasi tidak diakui oleh LIPI, Dikti dan instansi lain
  3. Rawan plagiarisme
  4. Memeras peneliti dengan biaya publikasi yang mahal

Lebih lanjut, Elmore & Wiston (2020) menyebutkan konsekuensi negatif yang ditimbulkan dari mempublikasikan jurnal ke penerbit predator sebagai berikut: 

  1. Merusak komunikasi ilmiah. Peer review palsu, tidak menerima feed back, dan informasi yang diterbitkan tidak akurat. 
  2. Hasil riset sulit ditemukan dan tidak dikutip peneliti lain. Hal ini dikarenaan jurnal dianggap palsu, berkualitas rendah, dan tidak dapat dipercaya.
  3. Tertipu, bahkan kehilangan pekerjaan. Tujuan dari penerbit predator adalah meyakinkan kamu agar membayar biaya publikasi, dengan sedikit usaha terkait proses pulikasi. 

Perbedaan Vanity Press dan Jurnal Predator (Predatory Publishing).

Vanity press berbeda dengan Jurnal predator. Mereka menerbitkan jurnal secara Legal namun tanpa ada peer review. Penulis dibiarkan mengatur dan mengedit karya yang akan dipublikasikan di Vanity Press. Mereka mewajibkan peneliti untuk menanggung biaya publikasi untuk diterbitkan di penerbitnya. Vanity press menyasar peneliti (mahasiswa) yang belum berpengalaman, baru lulus dan selesai skripsi. 

Penerbit predator biasanya mengklaim ada peer review, namun sebenarnya tidak ada dan cacat secara subtansial. Sementara Vanity press sedari awal tidak memiliki peer review dan biasanya legal. 

Berikut daftar Vanity Press yang rangkum Beall List:

  1. Apple Academic Press
  2. Cognella (not precisely a vanity press, but with a similar impact)
  3. Editorial Académica Española (see OMNIScriptum)
  4. Edwin Mellen Press
  5. Eliva Press
  6. EU Researcher, dll.
Selengkapnya, silakan kunjungi daftar Vanity Press yang dipublikasikan beallist 

Infografis Mengecek Jurnal Predator

Berikut disajikan rangkuman cek jurnal predator melalui infografis yang telah dibuat.

Infografis Mengenali Jurnal Predator

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner. Keperluan narasumber, silakan hubungi saya.