Resensi : Sebuah kisah perjalanan hidup

clip_image003Judul : Edensor

Penulis : Adrea Hirata

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : 14, Mei 2008

ISBN : 978-979-1227-02-05

Tebal buku : xii + 294 halaman

Harga : Rp. 59.000

Kategori : Petualangan

Andrea Hirata lahir di belitong. Ia berpendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Université de Paris,Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University,United Kingdom. Beberapa karyanya yaitu novel tetralogi laskar pelangi yang berisi Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Edensor merupakan novel ketiga dari tetralogi laskar pelangi dan merupakan novel “national best seller”.

Novel endensor bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri dan penakhlukan-penakhlukan gagah berani. Di bagian awal disuguhkan bagaimana kehidupan kecil pengarang, kehidupan yang keras dan penuh perjuangan ditempuh. dan perjuangannya selama menempuh perkuliahan di tanah jawa.Teman seperjuangannya pun dikisahkan dalam sebuah cerita yaitu Arai. Setelah lulus kuliah andrea dan arai pun mencari pekerjaan dan mulai mencari beasiswa S2 di Eropa sampai akhirnya mendapatkan undangan di salah satu universitas ternama di perancis “ Universitas Sorbonne”. Cerita pun semakin menarik ketika perjalanan dari Indonesia ke Perancis yang penuh dengan drama. Dimulai ketika tiba di perancis, andrea dan arai yang tidak bisa langsung mendapatkan penginapan karena harus menunggu pemilik besok, terpaksa mereka harus rela tidur di luar disuhu perancis yang -0 derajat. Membuat adrea, hampir mati dan untunglah ada temannya arai. Berlanjut, di bangku perkuliahan mereka dapati teman-teman baru yang memicu persaingan di antaranya. Berbagai mahasiswa dari penjuru duniapun ada disana. Kebersamaan andrea, ikal dan temannya justru mengingatkan pada teman masa kecilnya juga merupakan pujaan hati andrea “A ling”. Aling merupakan sosok wanita tionghoa, yang berpisah ketika andrea SMP. Ingatan Andrea pada A ling pada sebuah tempat yang ingin A ling kunjungi dan menjadi impian yaitu Edensor. Sebuah desa imajener yang berada dalam novel kecil pemberian A Ling.

Selanjutnya, diceritakan pula kisah percintaan andrea dengan gadis cantik bernama Katya. Katya merupakan primadona di kelas andrea, sosok wanita keturunan jerman ini menjadi rebutan diataranya para pria di kelasnya, namun tak ada yang bisa meluluhkan hatinya. Setiap ada kesempatan, pria-pria berbagai bangsa merubung katya, berlomba-lomba membuatnya terkesan. Hal ini membuat andrea yang juga mengaguminya sadar diri, bahwa andrea termasuk kedalam penebar pesona itu, untuk merebut hati katya dalam kelas kecil. Sampai saat ini belum ada yang memiliki katya, namun terdengar kabar bahwa ada memenangkan hati katya. Andrea yang terkejut mendengar hal itu, ingin mengetahui siapakah orang tersebut. Tak disangka andrea pun terkejut, ketika membuka emailnya dari katya yang berisi

“Hi, there...

If you want to date me, all you have to do...

Just....

Ask...

Much love,

Katya

Perjalanan asmara pun dimulai antara andrea dan katya.Namun kisah cinta mereka tak bertahan lama. Ketika andrea menanyakan arti cinta pada Katya, katya menjawab “Cinta adalah Channel TV! Tak suka acaranya, raih remotemu, ganti saluran, beres!”. Begitu kata Katya yang menggetarkan hati Andrea. Adrea yang memiliki pandangan berbeda dengan katya tentang cinta akhirnya pun berpisah, akan tetapi mereka tetap bersahabat.

“Katya adalah perempuan yang menawan yang akan selalu menjadi sahabat baikku” kata Andrea.

Lepas dari kisah percintaan dari andrea, pun memulai perjalanan penuh tantangan, tekad dan nyali untuk berkeliling di seluruh benua Eropa, mungkin sampai ke afrika bersama teman-temanya. Rencana yang terdengar gila, bagi temannya pun tidak menjadi andrea patah arang. Bermodal “ngamen” andrea dan ikal, juga temannya bersiap untuk rencana gila tersebut. Perjanjian sederhana pun dibuat, bahwa kehadiran disetiap kota dibuktikan dengan mengupload foto digital ke yahoo photo sehingga dapat di pantau lewat internet. Hukuman bagi yang kalah ini yang justru mengejutkan yaitu yang menempuh sedikit kota dan negara yaitu mengurus laundry peserta lain selama tiga bulan, membayar cover charge untuk clubbing dan lain sebagainya.

Pada akhir perjalanan andrea menemukan sebuah desa impian A Ling yang berada dalam novel pemberiannya. “Aku terpana dilanda dejavu melihat hamparan desa yang menawan, aku seakan menembus lorong waktu dan terlempar dari sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dikalbuku.Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “Ibu dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?” Ia menjawab “sure lof, it’s Edensor”.

Novel endensor ini diiringi oleh pengalaman – pengalaman andrea hirata yang dikemas dalam bahasa yang menarik. Ceritanya tidak membuat bosan pembaca dan sangat inspiratif untuk dibaca. Tidak hanya inspiratif didalam sebuah cerita ini juga dibubuhi dengan kata-kata motivasi yang dibalut sedemikian rupa sehingga menarik, optimis, semangat dan pantang menyerah itu kuncinya. Novel ini sangat cocok dibaca untuk semua kalangan terumata untuk para pelajar SMA dan Mahasiswa. Novel ini mengandung pesan yang mendalam, yang ingin disampaikan penulis, seperti di awal kisah perjalanan hidup dimulai dari keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri, dan penakhlukan-penakhlukan yang gagah berani. Cerita seolah hidup, mungkin itu pembaca seolah berada dalam novel yang ditulis oleh andrea yang dapat membuat pembaca hanyut di dalamnya. Pembaca secara tidak langsung akan atau ingin terus membaca novel ini sampai akhir. Akhir cerita pun juga membikin penasaran, sehingga pembaca bisa dipastikan akan membaca novel selanjutnya pada tetralogi terakhir yakni Maryamah Karpov.

Beberapa kekurangan dalam buku ini seperti bahasa yang digunakan terkadang ada yang menggunakan bahasa modern dan bahasa tradisional (melayu), sehingga pembaca akan kesulitan dalam memahami isi buku. Selain itu minimnya ilustrasi, seharusnya bisa ilustrasi ditambahkan ke dalam novel. Beberapa kutipan kalimat yang menarik dalam buku ini seperti :

“Mimpi harus selalu diperjuangkan dan dijunjung tinggi, hidup dengan tantangan dan legak mara bahaya. Bekerja keras tanpa belas kasihan harus dijalani, berbekal keberanian. Semuanya harus dilukakkan, sampai kemenangan manis yang gilang-gemilang dan kekalahan getir yang memalukan. Selangkahpun jangan mundur, jatuh, bangkit, jatuh lagi dan bangkit lagi” Adrea Hirata

Tentang Penulis: Gani Nur Pramudyo merupakan Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB 2014.Penulis aktif menjadi student employee PJ layanan pengguna di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB

Share this

Related Posts