Mengapa penelitian kualitatif sering dianggap tidak ilmiah?

Mengapa penelitian kualitatif sering dianggap tidak ilmiah karena data hanya dari observasi dan wawancara?

Terdapat dua hal yang memengaruhi kualitas hasil penelitian kualitatif yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan realibilitas instrumen. Kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data (Sugiyono, 2013). Pengumpulan data yang tepat memberikan hasil penelitan yang berkualitas. 

Pengumpulan data kualitatif tidak terbatas pada observasi dan wawancara, peneliti dapat menggunakan dokumen dan materi audiovisual untuk memperkaya sumber data penelitian. 

  1. Observasi, peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. observasi ini, peneliti merekam/mencatat-baik terstruktur maupun semi struktur aktivitas-aktivitas di lokasi penelitian. 
  2. Wawancara, peneliti dapat melakukan face to face interview dengan informan, mewancarai mereka dengan telepon. 
  3. Dokumen, peniliti juga bisa mengumpulkan dokumen-dokumen. Dokumen ini bisa berupa dokumen publik (misalnya, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (misalnya, buku harian, diari, surat, e-mail).  
  4. Materi audio-visual bisa berupa foto, objek seni, videotape, atau segala jenis suara/bunyi Peneliti juga dapat menggunakan software komputer sebagai bahan audio visual (Creswell, 2016).

Mengapa penelitian kualitatif sering dianggap tidak ilmiah karena data hanya dari observasi dan wawancara?

Menguji keabsahan data dan keakuratan hasil penelitian kualitatif dapat menggunakan validitas dan realibilitas. Menurut Gibbs (2007)  dalam Creswell (2016: 269) validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan menerapkan prosedur-prosedur tertentu, sementara realibilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti lain (dan) untuk proyek yang berbeda. 

Beberapa strategi validitas yang dapat digunakan peneliti untuk memeriksa akurasi hasil penelitian  yaitu :

  1. Mentriangulasi (triangulate) sumber data informasi yang berbeda dengan memeriksa bukti-bukti yang berasal dari sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren.
  2. Melakukan tanya-jawab dengan sesama rekan peneliti untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian. 
  3. Mengajak seorang auditor untuk me-riview keseluruhan proyek penelitan. Kehadiran auditor ini tidak akrab dengan peneliti atau proyek yang diajukan.  Akan tetapi kehadiran auditor tersebut dapat memberikan penilaian objektif, mulai dari proses hingga kesimpulan penelitian (Creswell, 2016: 269-271).

Sedangkan beberapa prosedur realibilitas yang digunakan peneliti yaitu :

  1. Mengecek hasil transkripsi untuk memastikan bahwa hasil transkripsi itu tidak berisi kesalahan yang jelas selama proses penelitian.
  2. Memastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding.
  3. Melakukan crosscheck  kode-kode yang dikembangkan oleh peneliti lain dengan cara membandingkan hasil yang diperoleh secara mandiri (Gibbs (2007) dalam Creswell (2016: 272)).

Penutup

Sumber data penelitian kualitatif tidak terbatas pada wawancara dan observasi, sumber data seperti dokumen dan materi audivisual dapat digunakan. Menguji hasil penelitian kualitatif dapat menggunakan validitas dan realibilitas yang telah disebutkan di atas. 

Penelitian (data) kualitatif dianggap ilmiah, karena ada terdapat triangulasi data (Sugiyono), atau validitas dan realibilitas (Cresswell). 

Referensi

  • Creswell, J.W. 2016. Research Design:Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Keempat ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Sugiyono 2013. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner. Keperluan narasumber, silakan hubungi saya.

Post a Comment for "Mengapa penelitian kualitatif sering dianggap tidak ilmiah?"