Welcome to Gani Nur Pramudyo Blog

My  Blog is My Diary

Yups... selamat datang dan terima kasih saya ucapkan untuk para pengunjung blog yang telah berkenan berkunjung. pertama - tama marilah kita panjatkan puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah - Nya,  Igan dapat menulis posting ini dalam keadaan sehat walafiat, dan Igan akan memperkalan blog ini, yah... blog ini berisi diary saya atau Igan khususnya dan juga berisi pengalaman dan hobby yang igan tekuni sampai saat ini, Igan akan membagikan semua yang Igan tahu kepada pembaca.

Lanjut, Igan akan memposting atau menulis atau mengisi blog ini dengan konten atau isi sebagai berikut : yang pertama, Igan akan menjelaskan/mengajari semuanya tentang teknisi komputer - laptop - printer berdasarkan pelajaran yang saya terima dari sekolah maupun dari ahlinya langsung (Paman Saya) dan juga berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami. kedua Igan akan berbagi sedikit pengetahuan dan pelajaran  untuk pembaca seputar olah raga yang Igan tekuni Karate dan Renang, disini saya akan memberikan pelajaran bagaimana menjadi seorang karateka dan juga bagaimana kita dapat renang untuk pembaca yang belum bisa renang "hehehe".

ketiga Igan juga akan membagikan tips dan triks Web dan design yang saya pelajari dari ekskul sekolah Igan, tidak hanya itu Igan juga akan membagikan pengalaman - pengalaman yang bisa membuat wawasan pembaca dan lagi mengedit video atau bisa disebut juga Editor Video bahasa gaulnya "hehehe". oke keempat Igan membagi juga pengalaman Fotografi yang masih Igan pelajari dan akan Igan bagi kepada kalian pembaca so baca terus ya "OKe".yang Kelima atau Igan kasih nama yang lain karena ada banyak seperti Musik; igan akan bahas pelajaran gitar, Sastra: Igan juga akan membagi puisi yang pernah Igan buat sampai sekarang, Islami; ini yang paling penting so igan akan khusus bagi kalian pembaca, Wisata; yah.. wisata, Igan akan bagi - bagi tips dan pengalaman wisata yang pernah Igan kunjungi, untuk kalian yang belum pernah kesana langsung aja baca "Oke", Kesehatan; apa kesehatan? ya Igan akan membagi tips sehat, dan Psikologi; ini merupakan hoby igan juga loh.. baca - baca arti tanda tangan, garis tangan, wajah dan yang lain - lain seru deh pokoknya. lanjut keenam ada Tips dan juga trik yang Igan isi dengan tips - tips ngeGame, internet, handphone, modem, dan elektro Igan akan bagi semua yang Igan tahu.... dan yang ketujuh ada Fitur disini Igan akan berikan Pembaca tentang Buku tamu untuk kalian yang mampir, dan juga Opini pembaca buat kalian pembaca yang pingin memberikan Kripik dan kentangnya eh salah maksudnya kritik dan sarannnya "hehe".

Ini paling penting Igan akan mengisi blog ini lengkap dengan profil, keluarga, temen igan dan tentunya buku catatan harian Igan. yah.. itulah sedikit pembahasan mengenai blog Igan, jika ada kata - kata yang kurang berkenan bagi kalian, Igan ngucapin maaf "maaf, maaf dan maaf". Oke sekian dari pembukaan blog Igan, semoga blog Igan dapat bermanfaat bagi kalian semuanya "amin, amin dan amin".

SONY DSC

Pemanfaatan Sistem Otomasi Perpustakaan Slims Versi 8 Akasia untuk Menunjang Kebutuhan Perpustakaan

Berikut penulis bagikan pengamalan dan artikel penulis ketika menjadi pembicara dalam Upgrading Lesson yang diselenggarakan oleh HMPIP FIA UB pada tanggal 21 April 2018 mengenai meningkatkan wawasan tentang pemanfaatan teknologi Slims 8.

Pemanfaatan Sistem Otomasi Perpustakaan Slims Versi 8 Akasia untuk Menunjang Kebutuhan Perpustakaan

Oleh Gani Nur Pramudyo (Library Assistant Fadel Muhammad Resource Center)

Sesuai dengan keahlian dan pengalaman dilapangan, serta sejalan dengan tema upgrading lesson kali ini, penulis akan membahas pemanfaatan sistem otomasi perpustakaan dalam menunjang kebutuhan perpustakaan, khususnya Slims Versi 8 Akasia. Dari hasil pengamatan, pengalaman di Fadel Muhammad Resource Center (FMRC) serta penelitian yang pernah penulis lakukan terkait Slims, penulis melihat perlunya adanya pemanfaatan Slims untuk menunjang kebutuhan perpustakaan, sehingga topik ini penulis angkat.

Penggunaan Senayan Library Management System (Slims) sebagai perangkat lunak yang menunjang kebutuhan perpustakaan saat ini banyak digunakan oleh perpustakaan. Hal ini tidak terlepas bahwa Slims merupakan perangkat lunak open sources yang dapat digunakan secara gratis dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perpustakaan. Berdasarkan penggunaan sistem otomasi perpustakaan yang tergabung di Indonesia Onesearch, dapat disimpulkan penggunaan perangkat lunak sistem otomasi perpustakaan meliputi Slims, Inlis, Koha, Siprus, libsys dan lontar sebagai berikut :

clip_image002

Gambar 1. Penggunaan perangkat lunak otomasi perpustakaan di Indonesia

Sumber : Fahmi, 2017 dengan ubahan penulis

Berdasarkan gambar 1, penggunaan slims paling banyak digunakan perpustakaan di Indonesia sejumlah 232 pengguna, diikuti dengan Inlis (29 pengguna), Koha (3 pengguna), Siprus (2 pengguna), libsys (1 pengguna) dan lontar (1 pengguna).

Berdasarkan latar belakang di atas, pemanfaatan Slims untuk menunjang kebutuhan perpustakaan dalam artikel ini akan dijabarkan berdasarkan lima aspek yaitu perkembangan, fitur, metadata, interoperabilitas dan pemanfaatan. Adapun alasan penjabaran aspek tersebut berdasarkan data dilapangan dan juga pengamalan penulis dijabarkan sebagai berikut :

1. Perkembangan Slims

Senayan Library Management System (SLiMS) adalah perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan (library management system) dengan sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Nasional. Seiring perkembangan waktu, aplikasi ini kemudian dikembangkan oleh komunitas pengguna dan penggiat SLiMS. Aplikasi SLiMS dibangun dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Pada tahun 2009, SLiMS mendapat penghargaan tingkat pertama dalam ajang INAICTA 2009 untuk kategori open source.

Dalam perkembangannya, SLiMS terus mengalami pemutakhiran dalam hal perbaikan sistem guna menunjang kinerja dari piranti perangkat lunak tersebut. Berikut adalah sejarah perkembangan system otomasi Senayan Library Management System (SLiMS) :

Tabel 1. Perkembangan Slims

No.

SLiMS

Tahun Rilis

Versi

Keterangan

1.

2008-2009

3.0 – 3.5

Stable 1- Stabel 6

2.

2009-2010

3.6-3.11

Stable 7- Stable 12

3.

2010

3.12

Stable 13

2010

3.13

Stable 14/Seulanga

4.

2011

3.14

Stable 15/Matoa

5.

2013

5

Meranti

6.

2014

7

Cendana

7.

2016

8

Akasia

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

2. Fitur-fitur Slims

SLiMS yang merupakan perangkat lunak berbasis web memiliki berbagai fitur penunjang kebutuhan yang terdapat di dalamnya. Berikut adalah fitur penunjang sebagai berikut:

a. Online Public Access Catalog (OPAC) dengan pembuatan thumbnail yang di-generate on-thefly.

b. Thumbnail berguna untuk menampilkan cover buku.

c. Mode penelusuran tersedia dalam bentuk sederhana (Simple Search) dan tingkat lanjut (Advanced Search).

d. Detail record juga tersedia format XML (Extensible Markup Language) untuk kebutuhan web service.

e. Manajemen data bibliografi yang efsien meminimalisasi redundansi data dan mendukung pengatalogan RDA

f. Citation untuk melakukan kutipan secara langsung dalam format APA Style, Chicago Style, MLA Style dan Turabian Style

g. Warta Perpustakaan menampilkan informasi-informasi terkait dengan perpustakaan maupun informasi mengenai institusi

h. Chat dengan Pustakawan yang memudahkan pengguna untuk menghubungi pustakawan

i. Related book menampilkan koleksi yang terkait

3. Skema Metadata MODS

MODS merupakan skema penyusun unsur data bibliografi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, khususnya pada penggunaan sistem otomasi yang ada di perpustakaan. Skema metadata MODS sendiri dikembangkan sebagai jawaban terhadap keluhan yang terdapat pada skema Dublin Core yang terlampau sederhana dalam lingkup kebutuhan perpustakaan, serta sebagai alternatif dalam format MARC 21 yang terlalu rumit bagi pemenuhan kebutuhan record pengguna di luar perpustakaan. MODS dapat menampung data dari cantuman MARC untuk konversi atau dapat dipakai untuk resource description baru (Pendit, 2007).

clip_image004

Gambar 2. Cantuman Bibliografis Slims dalam format XML

Sumber : Hasil olahan penulis, 2018

Selain, itu untuk penerapan metadata deskriptif, Slims sudah mendukung RDA (Resource Description and Access). RDA adalah suatu standar untuk deskripsi dan akses baru yang dibuat untuk menggantikan AACR pada tahun 2009. RDA telah diterapkan di Australia, Selandia, Baru, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. RDA juga akan diadopsi oleh Jerman dan Perancis yang saat ini masih menggunakan bahasa pengatalogan deskriptif tersendiri. RDA dikembangkan sebagai sarana pengatalogan generasi baru yang dirancang untuk dunia digital. RDA berisi instruksi untuk pendeskripsian semua jenis bahanperpustakaan, termasuk versi digital dan sambung jaring (online) (Perpustakaan Nasional, 2016)

4. Interoperabilitas

Menurut Committee on Cataloging: Description & Access (CC:DA) (2000) menjelaskan interoperabilitas adalah kemampuan dua atau lebih sistem atau komponen untuk bertukar informasi dan menggunakan informasi yang dipertukarkan tanpa usaha khusus dari kedua sistem. Salah satu protokol untuk interoperabilitas yang umum digunakan dilingkup perpustakaan yaitu OAI-PMH. OAI-PMH menyediakan kerangka interoperabilitas aplikasi-independen berdasarkan pemanenan metadata. Ada dua kerangka OAI-PMH yaitu Data Providers dan Service Providers. Data Providers (Penyedia Data) mengelola sistem yang mendukung OAI-PMH sebagai alat untuk mengekspos metadata; dan Service Providers (Penyedia layanan) menggunakan metadata yang dipanen melalui OAI-PMH sebagai dasar untuk membangun layanan bersama. Sehingga metadata dari berbagai sumber seperti repositori institusi dapat dikumpulkan dalam satu database dan layanan dapat diberikan berdasarkan data terpusat (Open Archive, 2015). Slims sebagai perangkat lunak untuk sistem otomasi perpustakaan memiliki fitur OAI-PMH yang dapat digunakan sebagai sarana pertukaran data. Hal ini membuat Slims dapat memanfaatkan fitur OAI-PMH untuk bergabung di Union Catalog seperti Indonesia Onesearch.

clip_image006

Gambar 3. OAI-PMH Slims

Sumber : Hasil olahan penulis, 2018

5. Pemanfaatan Slims 8 Akasia

Pemanfaatan Slims sangat membantu kebutuhan perpustakaan terutama di FMRC. Sudah sekitar tahun 2017, FMRC mulai memanfaatkan Slims untuk menungjang kebutuhan perpustakaan seperti layanan teknis untuk pengolahan koleksi dan layanan pengguna untuk layanan penelusuran informasi. FMRC secara komitmen mempertahankan penggunaan Slims dan mengembangkan lebih lanjut Slims. Penggunaan Slims berdasarkan pengalaman penulis, memiliki beberapa kelebihan seperti mudah dalam pengolahan koleksi seperti katalogisasi buku, jurnal, tesis dan disertasi. Berikutnya terdapat modul pelaporan yang memudahkan laporan statistik harian staf dan statistik koleksi. Selain itu, dilengkapi juga modul administrator yang berfungsi untuk melakukan data administrasi unit kerja seperti administrator sistem, kelompok pengguna (staf) dan anggota perpustakaan. Lebih lanjut terkait pertukaran data, FMRC telah megintegrasikan Slims di Indonesia Onesearch, sehingga koleksi FMRC dapat juga dilihat di Indonesia Onesearch.

clip_image008

Gambar 4. Integrasi katalog FMRC di Indonesia Onesearch

Sumber : Hasil olahan penulis, 2018

Beberapa kekurangan slims seperti chat dengan pustakawan yang kurang dimanfaatkan karena tidak populernya fitur tersebut dikalangan pemakai. Disisi lain fitur chat dengan pustakawan slims juga memiliki kekurangan seperti tidak adanya pelaporan statistik ketika pemakai melakukan percakapan dengan pustakawan. Warta perpustakaan juga kurang dimanfaatkan dan memiliki tampilan yang cendurung statis dibanding dengan tulisan blog pada umumnya yang lebih interaktif.

Pemanfaatan slims untuk menunjang kebutuhan perpustakaan tidak terlepas dari kreatifitas dan inovasi pengembangan yang dilakukan oleh pihak perpustakaan. Berdasarkan pemaparan sebelumnya, terdapat banyak fitur yang terdapat di Slims, sehingga perlu adanya upaya untuk memaksimalkan fitur tersebut. Secara sederhana, Slims sudah dapat mengakomodir kebutuhan perpustakan terkait sistem otomasi perpustakaan. Kelebihan dan kekurangan slims juga perlu ditambah dan diperbaiki agar dapat secara maksimal memenuhi kebutuhan perpustakaan.

Daftar Referensi

CC:DA (Committee on Cataloging: Description and Access).2000."Task Force on Metadata: Final report" Dalam http://www.libraries.psu.edu/tas/jca/ccda/tf-meta6.html diakses pada 18 Januari 2018 Pukul 06.42 WIB.

Fahmi, Ismail. 2017. “Perpustakaan Digital dan Pembangunan Nasional” Presentasi disampaikan dalam Seminar Nasional Perpustakaan UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya 26 September 2017.

Open Archive. 2015. The Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting dalam http://www.openarchives.org/OAI/openarchivesprotocol.html diakses pada 1 April 2018 pukul 04.00 WIB

Pendit, Putu Laxman. 2007. Perpustakaan Digital :Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Sagung Seto.

Perpustakaan Nasional.2016.Pedoman RDA. Jakarta : Perpustakaan Nasional

Dokumentasi Penulis :

IMG-20180421-WA0004

Foto bersama kegaitan Upgrading Lesson

 1523259616698

Poster Upgrading Lesson

Jurusan S2 Ilmu Perpustakaan di Perguruan Tinggi Indonesia


Menjadi mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi (Library and Information Science) bukan perkara gampang dan sulit, melainkan menjadi sebuah identitas dan tantangan tersendiri bagi calon mahasiswa yang akan menempuh studi ini. Identitas berarti kita akan belajar bagaimana studi ini diharapkan mampu melahirkan Konsultan Informasi/ Pengetahuan, Analisis Informasi/ Pengetahuan, Information spesialist, Spesialis Pustakawan (sekolah, publik, akademik,Khusus); Spesialis Arsiparis (pemerintah, organisasi,bisnis), Spesialis Rekod (sektor publik dan privat). Tantangan, berarti kita akan mengadapi sebuah dilema ketika pertama masuk studi ini, anggapan besar "penjaga perpus/buku" masih melekat pada sebutan masyarakat. Kesadaran dan kesengajaan masih meremehkan studi ini nantinya akan sering dilontarkan, namun berbesar hatilah ketika anda benar-benar masuk studi ini, identitas anda akan terlihat ketika memasuki dunia kerja, peran anda akan sangat dihargai dan dibutuhkan, seperti yang disampaikan di atas.

Bagi anda yang menginginkan untuk memperdalam studi ini, anda dapat memilih beberapa program studi magister yang dapat ditawarkan Universitas berikut berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan penulis sebagai berikut :

1. Magister Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia

Studi magister ilmu perpustakaan dan informasi di UI berada pada naungan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Studi ini memiliki ciri khas tersendiri, selain itu terdapat peminatan tersendiri antara peminatan perpustakaan dan peminatan arsip. Beberapa mata kuliah yang ditempuh seperti Masyarakat Informasi, Program Automasi Lembaga Informasi, Manajemen dan Preservasi Pengetahuan, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Layanan Sumber Daya Informasi, Metode Penelitian Informasi, Teori Kebudayaan, organisasi informasi, manajemen arsip*, seminar tesis, manajemen sumber daya informasi, manajemen dan budaya perpustakaan, audit dan kebijakan informasi dan tesis. Minat kearsipan pada dilaksanakan semester 3 seperti Manajemen dan Preservasi Arsip Elektronik*, Manajemen Retensi Arsip*, Pengorganisasian dan Pengawasan Dokumen.
Pendaftaran Mahasiwa Baru : http://penerimaan.ui.ac.id/
Awal perkuliahan : dimulai bulan September

2. Magister Teknologi Informasi untuk Perpustakaan Institut Pertanian Bogor

Studi magister MTIP IPB berada pada naungan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan berada Departemen Ilmu Komputer. Berbeda dengan UI yang berada di FIB, MTIP IPB lebih menekankan pada aspek teknologi informasi pada mata kuliah yang nantinya akan diambil. Beberapa mata kuliah tersebut diantaranya : manajemen perpustakaan, manajemen teknologi informasi, organisasi jasa dan informasi, perspektif sains informasi, informetrika, metode penelitian, perpustakaan digital, sistem perpustakaan terpadu, kolokium, proposal tesis, publikasi ilmiah, tesis, bahasa inggris (semua semester) dan seminar (tugas akhir).
Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) IPB: http://pmbpasca.ipb.ac.id/
Awal perkuliahan : dimulai pada bulan September

3. Magister Kajian Media dan Budaya Universitas Gadjah Mada

Minat Manajemen Informasi dan Perpustakaan berada dibawah Program Studi Kajian Budaya dan Media sebagai induknya.  Adapun beberapa matakuliah yang diajarkan sebagai berikut : Pengantar Cultural Studies ,Teori-teori Media , Metodologi Ilmu-Ilmu Sosial , Teori-teori Kritis ,Semiotika Media ,Informetrika , Isu-isu Kontemporer Informasi ,Information Behaviour 2 ,Scholarly Communication , Human Information Interaction ,Pemberdayaan Masyarakat Informasi ,Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi , Manajemen Jejaring Komunikasi Informasi ,Pengembangan dan Pemeliharaan Database , Hubungan Masyarakat dan Promosi Perpustakaan,Perpustakaan Digital ,Manajemen dan Disain Perpustakaan ,Manajemen Rekaman dan Arsip ,Seminar Proposal ,Thesis
Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) UGM : http://um.ugm.ac.id/v.2015/id_home.php?d=depan
Awal perkuliahan : dimulai pada bulan Agustus/September

4. Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran

Minat Ilmu Informasi dan Perpustakaan berada di bawah Program Studi Magister Ilmu Komunikasi sebagai induknya. adapun beberapa mata kuliah yang akan didapatkan yaitu : Kurikulum mata kuliah inti Ilmu Komunikasi terdiri dari;Filsafat Ilmu Komunikasi, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kajian Teori Komunikasi dan Informasi, Komunikasi Strategis, Komunikasi dan Perilaku Organisasi, Komunikasi Multikulturalisme, Metodologi Penelitian Kualitatif, Teknologi Komunikasi dan Perubahan Perilaku ,Komunikasi Internasional dan Tesis. Adapun mata kuliah peminatan di ilmu informasi dan perpustakaan yaitu Manajemen Sistem Dokumentasi, Manajemen Pengetahuan dan Informasi
Manajemen Pemasaran dan Layanan Informasi.
Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) http://smup.unpad.ac.id
Awal perkuliahan : dimulai pada bulan September
Gelar; mahasiswa yang menyelesaikan studi di program Magister Ilmu Komunikasi berhak menyandang gelar Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom)

5. Magister Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Konsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI) berada pada Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies UIN SUKA. Adapun beberapa mata kuliah yang diterima yaitu : MATA KULIAH LINTAS DISIPLIN :Studi al-Quran dan Hadis: Teori dan Metodologi, Pendekatan dalam Pengkajian Islam, Filsafat Ilmu, Agama dan Teori-teori Sosial. MATA KULIAH KONSENTRASI: Manajemen Arsip dan Dokumen, Desain Sistem Informasi Perpustakaan, Keterampilan Sosial dalam Layanan Informasi, Kajian Struktur dan Temu Kembali Informasi, Manajemen Organisasi dan Koleksi Perpustakaan, Perpustakaan dan Informasi dalam Masyarakat Global, Praktikum, Metodologi Penelitian.MATA KULIAH PILIHAN :Kajian Internet dan Masyarakat Virtual, Perpustakaan Digital dan Portal Informasi, Perpustakaan dan Masyarakat, Kepemimpinan dalam Profesi Informasi, Topik Khusus Agama dan Masyarakat.KOMPONEN TUGAS AKHIR :Seminar Proposal Tesis, Artikel Jurnal, Tesis.
Pendaftaran Mahasiswa Baru : https://admisi.uin-suka.ac.id/
Awal perkuliahan : -
lulusan Prodi IIS telah dapat menyandang gelar M.A

Namun, dari beberapa magister tersebut, hanya program studi Magister Ilmu Perpustakaan UI dan MTIP IPB yang direkomendasikan oleh Pengelola Beasiswa LPDP 2018. Perlu diketahui juga untuk memastikan masing-masing program studi masih membuka PMB bisa langsung dicek pada official site masing-masing universitas (FYI).

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan: Sebuah renungan dan perjalanan

Kuliah memang menjadi keinginan dan harapan, asal bisa kuliah mungkin itu. Ketika berusaha untuk kuliah, saya berusaha untuk mencari beasiswa dan satu-satunya yaitu bidikmisi. Sebelum masuk prodi ilmu perpustakaan FIA UB, awalnya saya daftar jalur SNMPTN untuk masuk S1 Kehutanan UGM, namun tidak diterima pada saat. Harapan saya setelah itu pupus, namun saya tidak berputus asa dan tetap berkeinginan untuk dapat kuliah, dan saya mendaftar di jalur SBMPTN untuk masuk UB. Sembari menunggu hasil yang tidak pasti, saya bekerja di percetakan kurang lebih dua bulan yaitu disya alwani. Setelah itu, terdapat penguman bahwa saya diterima di Prodi Ilmu Perpustakaan UB. Namun, kala itu saya juga was-was apakah diterima juga dibidikmisi, dan alhamdullilah saya mendapat bidikmisi.

Saat berada di prodi ilmu perpustakaan FIA UB saya mendapati berbagai wawasan dan pengetahuan tentang keilmuan perpustakaan dan informasi yang bisa dibilang jurusan yang kurang familiar. Perpustakaan bukan hanya menata buku, tapi bagaimana informasi dan pengetahuan itu dikelola dalam sebuah tatakelola informasi, dikemas ulang agar lebih dapat diterima, disimpan dan untuk ditemu balik.Tidak hanya aspek tata kelola informasi, tapi juga di informasi itu desiminasikan kepada masyarakat luas sehingga terjadilah proses transfer informasi dari lembaga informasi ke masyarakat. Memang, di UB prodi Ilmu Perpustakaan masih diianggap sebelah mata, dan banyak orang menganggap jurusan perpustakaan hanya menata buku, lebih dari menjadi penting untuk tatakelola informasi, temu kembali dan desiminasi informasi, sehingga lulusan ilmu perpustakaan (pustakawan) adalah seorang yang ahli dan profesional informasi di suatu intitusi/lembaga yang mengelola informasi.

Sebagai bahan pertimbangan di Prodi ilmu Perpustakaan UB, sebaiknya perlu ditekankan juga dalam pemberian tugas lapangan atau turun ke masyarakat seperti pengabdian sehingga mahasiswa dibekali dengan kemampuan softskill. Selain itu jika dilihat dari tenaga pengajar/dosen Ilmu Perpustakaan FIA UB sebaiknya ditambahkan beberapa dosen, karena kebanyakan dosen ilmu perpustakaan FIA UB dari tenaga pustakawan dan dari luar fia/dosen tidak tetap. Untuk sinerginya dengan fadel muhammad resource center sebagai wadah dan laboratoriumnya anak ilmu perpustakaan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Setelah berada selama 7 semester di Ilmu perpustakaan FIA UB saya mendapati banyak pengetahuan, wawasan, kemampuan softskill dan keilmuan. Jika dilihat dari segi pengembangan diri, terdapat banyak wadah untuk meningkatkan kemampuan tentang keilmuan seperti student employment (kontrak kerja) bagian layanan teknis pengolahan koleksi di Perpustakaan UB, volunteer di Fadel Muhammad resource center, volunteer di ruangbaca pertanian, pengabdian masyarakat di perpustakaan SMPN 6 Malang dan pengabdian masyarakat di SD Bandung rejosari 2 malang. Selain itu pengalaman saya dapatkan seperti menjadi asisten praktikum matakuliah otomasi perpustakaan, basis data di D3 ilmu perpustakaan dan kearsiapan Vokasi UB dan juga menjadi anggota penelitian dosen.

Saat ini saya aktif student employee penanggungjawab layanan pengguna FMRC, sedangkan penelitian yang saya jalani saat ini yaitu tentang komparasi jenis skema metadata perangkat lunak repositori intitusi perguruan tinggi Malang (studi pada Perpustakaan UB, Perpustakaan UM dan Perpustakaan UMM. Saya tertarika pada matakuliah kemas ulang informasi, perpustakaan digital dan metadata. Kedepannya setelah saya lulus dari UB, saya ingin melanjutkan kuliah S2 Ilmu Perpustakaan dan informasi Universitas Indonesia untuk program beasiswa LPDP Afirmasi tahun 2018, sehingga saya setidaknya harus mengejar target untuk yudisium 30 maret 2018. Sehingga saya bisa mencoba daftar LPDP Afirmasi yang dilaksanakan setahun sekali, setelah saya lulus langsung kuliah S2. Kesan pesannya, untuk yang pingin kuliah beasiswa bidikmisi ambilah program studi yang sekiranya saingannya tidak banyak tapi prospek kedepannya jelas, contohnya ilmu perpustakaan. Kata kuncinya setiap kita menuntut ilmu apapun itu , pelajari mendalam, kembangkan dan aplikasikan untuk masyarakat sehingga berguna dan bermanfaat.

Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Tanggal 13 November 2017 pukul 19:44 WIB

jatinangor


Beasiswa LPDP 2018 : Sebuah Pengalaman

[Kediri] – Menyapa smart people, berikut penulis bagikan tulisan penulis ketika menjadi pembicara dalam Malam Keakraban Program Studi Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Makrab PII FIA UB) bulan November 2018 lalu. Berikut pembahasannya :

Beasiswa LPDP 2018 : Sebuah Pengalaman

Gani Nur Pramudyo, S.IP

(* Awardee LPDP 2018/Library Assisstant di FMRC FIA UB gani_nurp@yahoo.com)

Sesuai dengan latar belakang pendidikan, keahlian, dan pengalaman, serta sejalan dengan tema Malam Keakraban Program Studi Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (Makrab PII FIA UB) kali ini, penulis akan membahas beberapa pengalaman menembus beasiswa LPDP. Dari pengalaman dan pengamatan penulis, Beasiswa LPDP ini masih kurang familiar dan diminati oleh mahasiswa PII FIA UB untuk melanjutkan jenjang studi, dari angkatan PII FIA UB 2011-2014, Awarde LPDP PII FIA UB berdasarkan hasil pengamatan penulis, hanya berjumlah 3 alumni yaitu Mas Dedy (2011) mengambil Magister Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia, Mba Rani (2012) mengambil Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran dan Gani (2014) yang baru saja lolos subtansi LPDP 2018. Dilihat dari prospeknya, beasiswa LPDP memiliki keuntungan seperti pendanaan penuh saat menempuh jenjang studi, mencetak calon pemimpin bangsa oleh karenanya LPDP mencari calon pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan dan sosial yang tinggi. Selain itu, LPDP juga memberikan kewajiban bagi awardee LPDP untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia nantinya. Penulis berharap, artikel ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa PII FIA UB untuk semakin tertarik dan berminat melanjutkan jenjang studi magister dan bergabung sebagai Awardee LPDP pada masa akan datang.

LPDP

Beasiswa LPDP adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter pemimpin, profesional, saintis, dan teknokrat1. Beasiswa LPDP atau dikenal juga Beasiswa Pendidikan Indonesia terdiri dari Beasiswa Reguler; Beasiswa Disertasi; Beasiswa Dokter Spesialis; Beasiswa Afirmasi (Beasiswa Daerah Tertinggal, Beasiswa Alumni Bidikmisi Berprestasi, Beasiswa Individu Berprestasi dari Keluarga Miskin/Prasejahtera, Beasiswa Prestasi Olahraga, Seni, Kebudayaan, dan Keagamaan, Beasiswa Penyandang Disabilitas, Beasiswa PNS/TNI/POLRI, Beasiswa Santri, Beasiswa Prestasi Olimpiade Bidang Sains, Teknologi, dan Keterampilan / Talent Scouting), Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)*; dan Program Co-Funding. Beasiswa LPDP untuk jenjang magister sendiri terdiri dari Beasiswa LPDP Reguler dan Afirmasi untuk tujuan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Komponen pendanaan yang diberikan kepada Awardee/Penerima Beasiswa LPDP meliputi: (1) Pendanaan pendidikan berupa Dana SPP Dana Tunjangan Buku, Dana Bantuan Tesis/Disertasi, dana bantuan seminar internasional, dana bantuan publikasi jurnal internasional, dan dana wisuda yang akan diberikan kepada awardee LPDP. (2) Pendanaan pendukung berupa dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana keadaan darurat, tunjangan keluarga, insetif univeristas yang akan diberikan kepada awardee LPDP[2]. Adapun perbedaan pendanaan yang diberikan kepada awardee LPDP berdasarkan pengamatan penulis yaitu berdasarkan perguruan tinggi tujuan dalam dan luar negeri.

Proses pendaftaran (unggah) dokumen Beasiswa LPDP dilakukan secara daring melalui laman situs www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id. Adapun proses pendaftaran meliputi registrasi dan verifikasi akun pendaftaran, pengisian informasi data diri dan informasi keluarga, pendaftaran beasiswa, riwayat pendidikan dan pekerjaan, informasi pengalaman organisasi, informasi lainnya, mengunggah dokumen, pengiriman data. Pada proses tahap ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti kesesuain dengan data yang dimiliki dan jangan terlalu terburu men-submit data karena data yang telah ter-submit akan sulit untuk diubah. Pada tahap pendaftaran, dokumen yang diunggah satu persatu, tidak perlu menunggu semua dokumen terkumpul semisal, unggah dokumen KTP, Kartu Keluarga, surat rekomendasi dan dokumen yang lain yang telah siap. Sementara dokumen yang membutuhkan waktu, bisa diunggah setelah mendapatkan seperti Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran serta dokumen lain. Sebagai catatan, jangan unggah dokumen waktu H- misal 30 menit sebelum penutupan pendaftaran, karena akan beresiko data yang di-submit tidak masuk alangkah lebih baik H-3 sebelumnya sudah submit data. Penulis sendiri melakukan unggah dokumen hari h saat penutupan, kurang dari 12 jam penutupan pendaftaran Beasiswa LPDP karena baru terkumpulnya dokumen-dokumen yang penulis butuhkan untuk di unggah.

Periode pendaftaran Beasiswa LPDP dalam negeri (LPDP DN) pada tahun 2018 yaitu pada tanggal 7 Mei – 8 Juni 2018. Beasiswa LPDP ditutup Juni merupakan salah satu tantangan bagi mahasiswa terutama penulis. Hal ini disebabkan karena pada saat periode tersebut umumnya, mahasiswa sedang menempuh skripsi/ proses penelitian/ proses sidang, sehingga perlu disiapkan dengan baik untuk segera cepat mengerjakan dan menyelesaikan skripsi sebelum bulan mei dan sudah mendaftar yudisium selambat-lambatnya awal bulan juni. Lantas, mengapa harus sudah mendaftar yudisium dan minimal memiliki surat keterangan telah mendaftar yudisium? berdasarkan hasil pengamatan penulis dilapangan, ketika sharing knowledge dengan awardee LPDP dan ketika penulis bertemu dengan calon awardee LPDP lain, penulis termasuk angkatan yang paling muda (2014) karena biasanya calon awardee LPDP tahun 2018 ini rata-rata merupakan angkatan yang lulus tahun 2013 ke bawah. Hal tersebut, wajar karena untuk memiliki salah satu dokumen yang wajib diunggah yaitu “Ijazah S1” dibutuhkan waktu lulus yang lebih cepat. Namun, penulis beruntung, terhitung penulis baru menyelesaikan sidang komprehensif pada tanggal 22 Mei 2018, dalam waktu kurang dari “1 minggu” tepat tanggal 28 Mei 2018 penulis berhasil menyelesaikan revisi dan segera mendaftar yudisium. Penulis sempat ragu-ragu untuk mendaftar LPDP karena berdasarkan buku pedoman LPDP 2018 jelas menyatakan bahwa syarat minimal untuk bisa mengantikan Ijazah S1 adalah “Surat Keterengan Lulus” dan dalam situs FAQ LPDP menyatakan harus menggunakan Ijazah S1 sempat membuat penulis, untuk enggan mendaftar LPDP 2018. Namun, penulis berusaha untuk mencari cara mendaftar LPDP, mulai dari meminta transkrip akademik sementara di akademik karena nilai skripsi telah keluar dan meminta SKL sebelum yudisium kepada kasubag akademik, perlu menunggu waktu 1 minggu untuk mendapat jawaban dan hasilnya “Nihil” dan disarankan untuk meminta surat keterangan di “jurusan”. Pantang mundur, penulis meminta surat keterangan, alhamdullilah ada jalan, surat keterangan telah mendaftar yudisium dari jurusan dan transkrip akademik sementara, penulis gunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP 2018.

Tahapan seleksi beasiswa LPDP terdiri dari 3 tahap yaitu Seleksi Administrasi; Seleksi Berbasis Komputer; Seleksi Substansi dan Penetapan Kelulusan sebagai berikut :

1. Seleksi administrasi

Seleksi administrasi merupakan tahapan pengecekan data dan berkas-berkas yang telah diunggah oleh pelamar. Tahap ini, pelamar mengisi data dan mengunggah dokumen yang nantinya akan di ­crosscheck ­pada saat seleksi subtansi, apabila ada dokumen yang tidak sesuai dengan yang diunggah pelamar dapat terancam blacklist dari pihak LPDP.

Tahapan ini merupakan tahapan mendebarkan bagi penulis, karena tahap ini seleksi berkas menunjukkan bahwa dokumen yang diunggah salah satunya “Ijazah S1 dan Transkrip akademik” yang penulis gantikan dengan “surat keterangan telah mendaftar yudisium dan transkrip akademik sementara” alhasil, penulis lolos tahap seleksi administrasi.

2. Seleksi Berbasis Komputer;

Seleksi Berbasis Komputer meliputi Tes Potensi Akademik (TPA); Soft Kompetensi; dan On the spot writing. Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik. Pelamar harus banyak belajar dan latihan soal-soal TPA serta update informasi berita terkini untuk dapat mengerjakan On the spot writing yang diberi waktu 30 menit.

Penulis, alhamdullilah lolos tahap seleksi administrasi, selanjutnya melanjutkan langkah ke Seleksi Berbasis Komputer. Tahapan ini merupakan baru bagi penulis dan peserta LPDP lain karena TPA menggunakan sistem CAT, dan nilai langsung keluar, alhasil penulis berada pada urutan tengah-tengah dari sekitar 78 peserta dari sesi jam 13.00 – 17.30 WIB untuk skor TPA. Adapun jumlah peserta seleksi berbasis komputer untuk lokasi surabaya total 622 peserta. Ada 18 lokasi yang ditentukan LPDP untuk seleksi berbasis komputer dan wawancara. Sedangkan kuota beasiswa LPDP tahun 2018 yaitu sebanyak 4.000 penerima, dihitung secara keseluruhan tidak hanya magister.

3. Seleksi Substansi dan Penetapan Kelulusan

Seleksi Substansi dan Penetapan Kelulusan meliputi Verifikasi dokumen asli pendaftaran; Leaderless Grup Discussion (LGD); dan Wawancara. Verifikasi dokumen asli pendaftaran meliputi pengecekan dokumen asli ketika pelamar unggah saat dokumen, Leaderless Grup Discussion (LGD) merupakan penilaian pelamar ketika berdiskusi membahas topik terkini dan pemecahan masalah yang diberikan, wawancara tahapan penilaian kelayakan pelamar yang menentukan pelamar layak menjadi awarde LPDP.

Penulis berhasil lolos tahap Seleksi Berbasis Komputer, melanjutkan sedikit langkah menjadi calon awardee LPDP 2018. Sebelum tahap Seleksi Substansi, penulis sering sharing dan kumpul bareng Awardee LPDP bertempat di UM, karena banyak Awardee LPDP yang semangat membagikan pengalamannya ketika Lolos seleksi subtansi LPDP, ada yang langsung lolos, 2 kali mencoba baru lolos dan bahkan ada yang 3 kali lolos, memiliki pengalaman berbeda ketika pengecekan dokumen, wawancara dan LGD.

Pengalaman penulis sendiri ketika pengecekan dokumen asli yang sudah di upload yaitu membawa “surat keterangan telah mendaftar yudisium dan transkrip akademik sementara” serta membawa SKL yang baru penulis miliki saat seleksi subtansi dan surat keterangan telah mendaftar wisuda karena sekali lagi penulis belum memiliki “ijazah S1”. Proses pengecekan dokumen berjalan lancar, penulis lolos. Melanjutkan sesi wawancara. Saat wawancara, ada tiga orang interviewer yaitu dari akademisi (Guru Besar), Perwakilan LPDP dan Psikolog. Adapun seputar pertanyaannya dari perwakilan LPDP terkait diri anda, kontribusi yang telah anda lakukan, pertanyaan menarik salah satunya “apa yang bisa anda lakukan terkait keilmuan saudara untuk bangsa indonesia?”. Kemudian Guru Besar bertanya terkait rencana studi, melihat rekam jejak digital, kebetulan penulis memiliki “blog pribadi” dan jurnal ilmiah yang telah terbit sangat diapresiasi oleh interviewer tersebut. Ibu psikolog berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana untuk mengatasinya. Terakhir, pertanyaan penutup dari perwakilan LPDP “Anda sudah melakukan semua baik pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebenernya anda mau menjadi apa ? Dosen atau Pemimpin?” penulis tersenyum saja.

Berikutnya penetapan kelelulsan,saat mendebarkan, pengumuman sempat ditunda selama kira-kiran 2 minggu semakin membuat menarik. Alhasil, 20 September 2018 penulis “Lolos Seleksi Substansi” dan secara resmi sebagai awardee LPDP 2018.

Tahapan proses seleksi Beasiswa LPDP merupakan tahapan yang harus dijalani oleh pelamar, mulai dari seleksi administrasi, seleksi berbasis komputer dan seleksi subtansi serta penetapan kelulusan. Melihat prospek yang bagus dari Beasiswa LPDP yang dikelola langsung oleh Kementrian keuangan republik Indonesia, semua awardee dibiyai secara penuh untuk melanjutkan jenjang studi salah satunya Beasiswa LPDP jenjang magister perlu dipersiapkan oleh mahasiswa PII FIA UB sejak dini agar dapat menjadi calon Awardee LPDP masa mendatang. Baik program LPDP DN yang sudah ada alumni PII FIA UB yang lolos dan menempuh studinya serta LPDP Luar Neger (LN) yang belum tersentuh oleh mahasiswa PII FIA UB. Di akhir, penulis mengajak dan mendorong seluruh mahasiswa PII FIA UB untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mendaftar beasiswa LPDP DN dan LN.

Ucapan Terimakasih

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT berkat rahmat dan hidayahnya pula peneliti dapat sampai ke jenjang ini, Kedua orang tua penulis, Pemerintah Republik Indonesia, Ditjen Dikti melalui program Beasiswa Bidik misi yang telah membiayai kami, seluruh keluarga besar Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) yang telah memberikan tempat untuk kami menuntut ilmu, Awardee LPDP subtansi malang yang memberikan arahan dan bimbingan, Mbak Rani sebagai mentor penulis, HMIP FIA UB yang telah mengundang penulis sebagai narasumber.

Daftar Bacaan

[1,2]LPDP.2018. “PEMBUKAAN BEASISWA LPDP TAHUN 2018” dalam https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/pembukaan-beasiswa-lpdp-tahun-2018/ diakses pada 10 Nopember 2018 pukul 10.00 WIB

LPDP.2018.User Manual Pendaftaran - Beasiswa LPDP LAYOUT 13 Maret 2017 up 16 maret. Jakarta: Kementrian keuanganRI.

LPDP.2018. Buku-Panduan-Penerima-Beasiswa-LPDP. Jakarta: Kementrian keuanganRI.

Beasiswa LPDP 2018 : Sebuah catatan singkat

Kali ini saya akan membagikan catatan singkat terkait Beasiswa LPDP yang diperuntukan untuk melanjutkan jenjang studi Magister/S2 dan Doctoral/S3. Sekilas tentang Beasiswa LPDP atau biasa dikenal pula dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia yang dikelola oleh Kemenkeu RI merupakan beasiswa yang diberikan kepada putra/putri Indonesia yang ingin melanjutkan studinya baik magister, doktoral serta beasiswa disertasi. Komponen pendanaan yang diberikan kepada awardee/penerima beasiswa  LPDP meliputi :

  • Pendanaan pendidikan berupa Dana SPP Dana Tunjangan Buku, Dana Bantuan Tesis/Disertasi, dana bantuan seminar internasional, dana bantuan publikasi jurnal internasional, dan dana wisuda yang akan diberikan kepada awardee LPDP
  • Pendanaan pendukung berupa dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana keadaan darurat, tunjangan keluarga, insetif univeristas yang akan diberikan kepada awardee LPDP.

Komponen pendanaan bagi awardee LPDP di atas, dapat dilihat selengkapnya disini atau disini. Kebijakan pendanaan tersebut mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan LPDP. Selain itu terdapat pula pembiayaan program pengayaan bahasa bagi Awardee Beasiswa LPDP Afirmasi.

image

Selanjutnya untuk mendaftar Beasiswa LPDP terutama untuk melanjutkan Magister/S2 ini, pelamar dapat memilih dua jalur, yaitu : Jalur Reguler dan Jalur Afirmasi. Beasiswa LPDP jalur reguler diperuntukkan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah lulus sarjana atau sarjana terapan (S1/D4) yang memenuhi kualifikasi untuk program magister; dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah lulus magister atau magister terapan (S2), atau lulusan sarjana atau sarjana terapan (S1/D4) yang memenuhi kualifikasi untuk program doktoral1. Sedangkan jalur Beasiswa LPDP Afirmasi ditunjukkan untuk individu yang berasal dari daerah tertinggal; individu yang berasal dari alumni penerima beasiswa Bidikmisi; individu yang berprestasi dari keluarga miskin/prasejahtera; individu yang berprestasi dalam bidang olahraga, seni/budaya, dan keagamaan tingkat nasional dan internasional; individu penyandang disabilitas; individu yang berprestasi dalam Olimpiade Sains tingkat Nasional atau Internasional; individu yang berprofesi sebagai PNS, TNI, atau POLRI; individu yang merupakan lulusan pondok pesantren;

Pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler dan Afirmasi dapat dilakukan pada https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/  dengan membuat akun terlebih dahulu, kemudian login dengan akun yang telah didaftarkan. Adapun panduan pembuatan akun dapat diunduh disini. Adapun beberapa tahapan pendafataran Beasiswa LPDP dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  • Seleksi Administrasi; meliputi tahapan untuk upload berkas-berkas seperti Ijazah S1, Transkrip Nilai, Surat Rekomendasi sesuai format LPDP, Surat Pernyataan sesuai format LPDP (bermaterai), Surat Ijin Belajar sesuai format LPDP (bagi yang sedang bekerja) atau surat izin dari unit yang menangani SDM atau Kepegawaian untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP (khusus pendaftar PNS/TNI/POLRI), KTP, Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan Setempat, Slip Gaji/Surat Keterangan penghasilan orang tua, Pernyataan Kepemilikan Rumah dan Foto Rumah (sesuai format di buku panduan), Rekening Listrik 3 Bulan Terakhir, Surat Keterangan Penerima Bidikmisi dari Universitas / SK Penerima Bidikmisi, Sertifikat Lainnya, Surat keterangan diterima pada Perguruan Tinggi Tujuan / LoA, Sertifikat Bahasa Asing yang diakui LPDP dan masih berlaku, bagi yang sudah tidak berlaku/kadaluarsa tidak diperbolehkan mengunggah/upload, Rencana Studi, Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran, dan ditambahkan Surat Keterangan Sehat Bebas dari Tuberculosis (TBC) bagi yang ingin studi ke luar negeri yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik Pemerintah, dan Kartu Keluarga (KK).
  • Seleksi Berbasis Komputer; meliputi tes potensi akademik, tes wawasan kebangsaan dan penulisan esai yang berdurasi 30 menit terkait topik terkini.
  • Seleksi Substansi;  meliputi cek berkas asli saat mendaftar, wawancara dan leaderless grup discusion

Berikut di atas catatan singkat terkait LPDP, selanjutnya akan saya bahas terkait pengalaman mendaftar Beasiswa LPDP, tiap tahap. ditunggu ya…. sekian terimakasih.

Daftar Referensi :

LPDP.2018. “Beasiswa Reguler” dalam https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa-reguler/ diakses pada 03 Nopember 2018 pukul 06.40 WIB

LPDP.2018. “Beasiswa Afirmasi” dalam https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa-afirmasi/ diakses pada 03 Nopember 2018 pukul 06.57WIB

Contoh karya Poster

Berikut Penulis bagikan pengalaman mengikuti Lomba Master Poster Competition 2016 (MPCOM) yang diselenggarakan oleh Himamasta Universitas Brawijaya. Lomba poster ini merupakan serangkaian acara lomba poster yang pernah penulis ikuti, namun hasilnya belum menunjukkan dan tidak sesuai dengan harapan penulis. Penulis gagal mendapatkan nominasi pemenang. Namun, tak mengapa beberapa hal yang dapat diambil dalam mengikuti lomba akan penulis bagikan sebagai berikut :

Image_0810997

Gambar 1. Poster lomba MPCOM 2018

Berikut hasil karya poster penulis buat menggunakan perangkat lunak corel draw, mengambil tema “Indonesia is hidden paradise” --

  “When you don’t want to leave your comfort area,
You will never find something amazing that has”
Now, Let’s explore your hidden paradise !!

Indonesia is Hidden Paradise fix

Berikut hasil pemenang MPCOM 2016 :

juara 1 Dien Fahmi Huda Ponorogo 2

Juara 1 MPCOM “ Dien Fahmi Huda Ponorogo 2”

juara 2 jangan mau diperbudak tikus (hasto_umy)

Juara 2 MPCOM 2016 “jangan mau diperbudak tikus (hasto_umy)”

juara 3 Reza-Podo-1173022612960002

Juara 3 MPCOM “Reza-Podo-1173022612960002”

favorit

Juara favorit

Berdasarkan beberapa poster di atas dapat diambil hikmah, yaitux :

  • Poster yang dibuat mencerminkan konten yang ingin diangkat, gunakan satu objek atau gambar utama, beri keterangan 1 sampai 3 kalimat penjelas dalam poster
  • Gunakan konsep yang membuat orang tertarik melihat poster anda dan ingin melihatnya lebih lama
  • Gunakan pula font yang memiliki keterbacaan jelas, kombinasi warna yang tak berlebihan

Contoh desain Sayembara Maskot

Berikut penulis bagikan contoh desain maskot yang diajukan untuk SAYEMBARA MASKOT UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015. Penulis turut berpartisipasi, dan hasilnya maskot penulis tidak masuk dalam finalis. Penulis juga bagikan maskot pemenang dari sayembara maskot UB. Pembaca dapat menilai kekukurangan dan kelebihan maskot yang penulis buat dan maskot pemenang sayembara. Penulis dalam membuat maskot ditemani oleh tim Apollo Creative yaitu Rizka Fauizah sebagai Desainer dan Ilustrator, Yuli Trisnawati sebagai penulis, dan Gani Nur Pramudyo atau saya sediri sebagai ideator. Berikut desain maskot yang kami buat :

clip_image002

Pemilihan Ayam Golden Pheasant sebagai maskot Universitas Brawijaya dengan alasan bahwa dari sekian binatang yang dibudidayakan di Universitas Brawijaya Ayam Golden Peasant merupakan yang paling unik versi tim Apollo C. Ayam yang berasal dari Tibet, Cina ini didatangkan dari Solo sekitar beberapa minggu yang lalu. Daya tarik ayam Golden Pheasant ini ada pada keunikan bulunya yang beraneka warna yang jarang dimiliki ayam jenis lain. Penangkaran ayam ini ada di sebelah gedung Widyaloka, dengan satu sangkar dihuni oleh 4 ayam. Pemilihan warna yang digunakan pada maskot diambil dari setiap warna dari logo Universitas Brawijaya, dengan tujuan semakain memperkuat identitas Universitas Brawijaya.

DESKRIPSI MASKOT

1. AYAM

Ayam mempunyai filosofi tentang kepemimpinan, dimana ayam selalu menjadi pionir yang membangunkan manusia ketika matahari terbit. Mempunyai makna bahwa Universitas Brawijaya akan terus mencetak pionir-pionir generasi bangsa yang mempunyai daya saing di tingkat dunia.

2. ATRIBUT

Tongkat sebagai pegangan yang membantu dalam melangkah, dengan 3 buah obor di atasnya mempunyai makna bahwa Universitas Brawijaya sebagai sarana menimba ilmu selalu berpedoman terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Mayarakat. Dengan api yang membara melambangkan kobaran semangat dari seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya yang selalu mengedapankan prestasi dan siap bersaing.

Dresscode yang digunakan maskot berupa kemeja, dasi, dan setelan jas mempunyai makna elegan, rapi, gentlement, mempunyai jiwa enterpreneur sehingga layak menjadi world class. Universitas Brawijaya bukan hanya mencetak lulusan yang berprestasi, juga mencetak lulusan yang mempunyai etika tinggi baik dari segi perilaku maupun dari tata krama berpaikan. Warna hitam pada pakaian melambangkan kekuatan, formalitas, dan perlindungan dan dimiliki Universitas Brawijaya.

Jubah yang dipakai maskot mempunyai motif batik dengan corak dedaunan, yang menyimbolkan tanaman sebagai sumber kehidupan dan paru-paru dunia. Universitas Brawijaya selalu menggencarkan semangat Go Green pada lingkungan kampus dan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mengutamakan Go Green. Sedangkan Batik sebagai salah satu identitas bangsa dalam keaneka ragaman budaya. Warna jubah sendiri juga diambil dari warna pada logo Universitas Brawijaya, yaitu biru yang mempunyai makna kepandaian, kreatifitas, loyalitas, kedamaian.

Scraft yang dikenakan ayam di leher, mencerminkan sosok Bre Wijaya sebagai raja di Kerajaan Majapahit, yang nama beliau adalah asal-usul dari Universitas Brawijaya. Dengan memakai scarf yang mempunyai makna bahwa mahasiswa Universitas Brawijaya diharapkan mampu menjadi seorang pemimpin seperti raja setelah menempuh pendidikan. Pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang mempunyai jiwa sosial tinggi, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur dan berjiwa ksatria. Mewujudkan slogan Universitas Brawijaya, yaitu “Join UB, Be The Best”. Warna kuning yang dipakai pada scraft melambangkan energi sosial, kerja sama, kebahagiaan, kehangatan, kebijaksanaan.

3. POSE

Dengan pose dan tatapan mata yang sedemikian mencerminkan sikap yang gagah berani dalam menghadapi segala tantangan, serta optimis dan bertanggung jawab.

MAKNA MASKOT

Maskot Ayam yang diberi nama Rockie merupakan akronim dari go gReen, wOrld Class, Kompetitif, Inovatif, dan Enterpreneur, kesemuanya merupakan ciri khas dari Univesitas Brawijaya. Maskot tersebut mempunyai makna bahwa Universitas Brawijaya bagaikan seorang pemimpin yang mampu melindungi, mencetak lulusan yang berprestasi dan beretika tinggi, yang mempunyai daya saing dan siap menghadapi tantangan zaman. Kesemuanya dilaksanakan berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penuh rasa semangat membara bagaikan api, dan bertanggung jawab.

By : APOLLO C

Sedangkan berikut ini maskot pemenang sayembara maskot UB, dengan nama “Brone” Brawijaya Number One :

BRONE-284x360

Maskot UB bernama BRONE, yang merupakan singkatan dari “Brawijaya Number One”. BRONE memiliki konsep sebagai robot pendamping yang menjadi pemandu informasi. Dia mampu belajar dan terus berkembang. Makna maskot UB adalah sebagai berikut:

  • Bentuk Robot, bermakna inovasi, juga mewakili wujud yang kuat dan kooh, sehingga mampu mewakili konsep kekuatan daya saing.
  • Dominasi warna biru, kuning, silver, dan hitam, masing-masing mewakili makna kepercayaan, kebahagiaan, modernisasi, dan elegan (Sumber : https://ub.ac.id/id/about/ub-brand/)

Contoh Logo Gerakan Nasional Cinta Sejarah

Berikut penulis bagikan sebuah logo yang diajukan untuk lomba logo gerakan cinta sejarah :

logo 6

Berikut penjelasan tentang logo Gerakan Nasional Cinta Sejarah :

A. Konsep Logo : Ikon dan Tulisan

Hal ini dimaksudkan adanya penekanan penjelasan singkat mengenai logo itu sendiri agar dapat dengan mudah dipahami oleh semua orang yang melihat.

B. Visi dan Misi

Visi :

Membangkitkan rasa cinta masyarakat terhadap sejarah nasional sebagai salah satu indikator identitas bangsa.

Misi :

1. Memperingati hari sejarah nasional dengan melaksanakan upacara di berbagai daerah maupun instansi.

2. Memaknai peringatan hari sejarah nasional dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membangun nasionalisme.

3. Menanamkan pendidikan sejarah sejak dini kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, salah satunya dengan penyelenggaraan wisata sejarah.

4. Meningkatkan eksistensi instansi pelestarian sejarah, seperti museum dan perpustakaan yang dapat menarik minat masyarakat dalam mempelajari sejarah nasional.

5. Mensinergikan peran stakeholder, civil society dan private sector dalam mewujudkan gerakan cinta sejarah nasional.

C. Deskripsi Logo :

  1. Belalang

Belalang merupakan salah satu jenis hewan purba yang masih ada sampai sekarang (nationalgeographic.co.id). Dalam logo ini, belalang menyimbokan sejarah yang harus dilestarikan sampai kapanpun. Karena sejarah merupakan identitas dimana asal usul dari apa yang ada sekarang.

  1. Bagian tubuh belalang

· Badan belalang

Badan belalang terdiri dari 5 segmen, yang mana sebagai symbol landasan idiil bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Dimana dalam melestarikan sejarah dan mewujudkan rasa cinta sejarah Indonesia harus berdasarkan pacasila

· Kaki Belalang

Kaki belalang ada 6 yang menyimbolkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai sejarah, yang cinta akan sejarah, juga bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai perbedaan rakyatnya, dan menjalin kerukunan umat beragama. Dimana ada 6 agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Hindu, Kristen, Katholik, Budha, dan Konghuchu.

  1. Buku

Buku merupakan symbol bahan pustaka yang berisi sumber informasi, dimana buku dapat berfungsi sebagai alat perekam sejarah berbentuk tercetak yang mudah diakses oleh semua orang. Meskipun kini media elektronik sudah semakin marak digunakan karena tingkat efisiensi dan efektifitasnya tinggi, namun buku sampai kapanpun masih tetap digunakan, karena buku merupakan sumber informasi yang tidak menggunakan media dalam mengaksesnya. Melalui tulisan pula, sejarah seseorang, sejarah bangsa direkam untuk dikenang. Pramoedya Ananta Toer mengungkapkan “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)”

  1. Manuscript

Manuscript adalah simbol benda bersejarah, hal ini dimaksudkan bahwa bukan hanya tokoh, peristiwa yang wajib dihargai, dihormati dan diteladani, melainkan juga benda-benda bersejarah yang patut dijaga kelestariannya oleh semua orang. Karena tanpa sejarah, masa sekarang tidak pernah dirasakan dan masa depan tidak akan pernah raih.

  1. Warna Orange

Warna orange pada belalang mempunyai makna hangat dan bersemangat. Warna ini merupakan symbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Sehingga diharapkan masyarakat Indonesia dengan semangat Pancasila dan rasa kekeluargaan yang tinggi dapat terus mencintai sejarah sebagai bagian dari hidupnya.

  1. Tulisan

Tulisan : Gerakan Nasional Cinta Sejarah merupakan identitas lambang.

  1. Warna Biru

Warna biru pada tulisan “Gerakan Nasional” mempunyai makna kekuatan. Diharapkan masyarakat Indonesia saling bersatu, saling menghargai dan menghormati, untuk mewujudkan sila ketiga Pancasila dalam mengamalkan Gerakan Nasional Cinta Sejarah.

  1. Warna Merah

Warna merah pada tulisan “Cinta Sejarah” mempunyai makna keberanian, aktif dan symbol energy. Dimana dalam mencintai sejarah bangsa haruslah tanpa rasa takut, tanpa rasa malu membanggakannya. Karena sejarah bangsa ada untuk dilestarikan rakyatnya, sebelum bangsa lain melestarikannya.

“JAS MERAH, jangan sekali-sekali melupakan sejarah”.(Soekarno)

“Membaca sejarah adalah cara menemukan harapan. Harapanlah yang membuat kita rela dan berani melakukan kebajikan-kebajikan hari ini, walaupun buah kebajikan itu akan dipetik oleh mereka yang baru akan lahir esok hari.” (Muhammad Anis Matta, Gelombang Ketiga Indonesia)

Kilas Balik Capaian dan Keinginan Menjadi Seorang Dosen

Berikut saya bagikan esai saya Kontribusiku Bagi Indonesia: Kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/ profesi komunitas saya yang saya tulis sebagai persyaratan pendaftaran LPDP Afirmasi 2018. Tips yang dapat saya berikan yaitu tulis esai sesuai kontribusi yang anda telah lakukan, mulai dari hal-hal kecil yang bisa berdampak pula bagi Indonesia. Nantinya essai yang anda buat akan anda pertanggungjawabkan apabila anda lolos pada tahap seleksi subtansi wawancara. Pengenalan diri anda dan pertanyaan wawancara anda tidak jauh dari essai yang anda tulis. Semoga teman-teman lolos LPDP tahun berikutnya

Saat ini saya telah menyelesaikan studi Sarjana (S1) Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dengan beasiswa Bidikmisi yang diberikan oleh pemerintah. Studi S1 Ilmu Perpustakaan saya pilih karena merupakan jurusan yang tidak begitu banyak dilihat, dan bahkan seringkali “dipandang sebelah mata”. Namun ketika saya berada pada studi ini, belajar, kuliah, bertemu dosen dan teman, menjadikan wawasan dan cakrawala pengetahuan saya terbuka. Perpustakaan tidak hanya sebatas “mengelola buku”, tetapi lebih berkembang yaitu, “tata kelola informasimenekankan pada aspek tatakelola, dokumentasi, manajemen maupun pelayanan publik pada lembaga dokumenter bukan hanya perpustakaan, tetapi semua lembaga yang memiliki dokumen.

Banyak hal saya raih ketika masa perkuliahan, termasuk beberapa pengalaman saya seperti Student Employment bagian pengolahan koleksi di Perpustakaan Universitas Brawijaya. Kemudian Magang di Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Student Employee di Unit Laboratorium Perpustakaan dan Arsip (ULPA) FIA UB, serta pengabdian masyarakat di Perpustakaan SMPN 6 Malang, Perpustakaan SDN Bandungrejosari 2 Malang dan TBM Teras Baca Kota Malang.

Salah satu prestasi saya yaitu Finalist of Liblicious Epicentrum 2017 FIKOM UNPAD bertema “Management development in Museum”. Dalam tema tersebut, saya dan kedua rekan saya mengeksplorasi konsep pengembangan perpustakaan sebagai ruang publik agar mampu diterapkan sebagai pengembangan museum. Kami mengusung konsep, “Museum for Us” dengan menawarkan enam program diantaranya space for us, open volunteer, museum keliling, intermuseum loan, user of experience dan rembug santai, program itu ditujukan untuk Museum Sonobudoyo. Kami menuju final dan acara bertempat di UNPAD Jatinangor. Sempat terpikir bagi kami untuk mengundurkan diri, karena tidak mempunyai dana. Namun kami tetap berupaya, hingga terbuka jalan, yaitu prodi yang membantu kami meminta dana ke fakultas. Alhamdulillah, kami berangkat dengan persiapan apa adanya, karena waktu yang habis untuk menyusun proposal pengajuan dana. Hasilnya, gagasan kami mendapatkan peringkat 6 tingkat nasional. Pengalaman dari lomba tersebut kian memperkuat, memperteguh dan mempertegas saya untuk berupaya mendalami terkait bidang keilmuan “Ilmu Perpustakaan”.

Saat ini saya aktif menjadi Student Employee (SE) di ULPA FIA UB bagian Koordinator Layanan Pengguna. ULPA sebagai pusat sumber pembelajaran untuk seluruh sivitas akademika (Smart People). Pada awalnya, ULPA lebih dikenal dengan ruang baca, kemudian berkembang hingga dikenal dengan nama Fadel Muhammad Resource Center. Secara resmi namanya berganti menjadi ULPA pada akhir Mei 2018 berada di bawah Governance Laboratory FIA UB. Saya selama lebih dari satu tahun menjadi bagian dari ULPA, baik sebagai volunteer maupun SE, serta mengikuti beberapa kegiatan yang diselengarakan di dalamnya. Saya banyak belajar terkait keilmuan “Ilmu Perpustakaan” dan mempraktikan ilmu yang telah didapat dari bangku perkuliahan di ULPA. Saya banyak menerima pembelajaran dari Pak Stefanus (Ketua ULPA), Pak Hendra (Sekretaris), Mbak Emi (Staf), Rekan magang, SE, Student Volunteer, Smart People maupun semua pihak yang terkait dalam pengembangan ULPA dan keilmuan saya.

ULPA masih dianggap menjadi “tempat penyimpanan buku” dan “tempat baca”, tidak hanya ULPA saja, tetapi hampir semua perpustakaan dianggap demikian. Ironis memang, ketika banyak orang menganggap perpustakaan demikian, tak seperti apa yang dikatakan oleh Rubin (2016: 1-14) yang menyebutkan bahwa perpustakaan merupakan infrastruktur pengetahuan yang terdiri dari komponen informasi, rekreasi, pendidikan dan budaya yang mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dilayani. Infrastruktur pengetahuan itu dipandang sebagai sebuah proses, perangkat, jaringan, media industri dan institusi yang memberikan sumber informasi terpercaya, menyediakan banyak materi dan layanan serta akses melalui antarmuka ke sumber daya di seluruh dunia. Disini dapat kita petik bahwa perpustakaan disebut dengan “Knowledge Infrastructure”, namun sayangnya anggapan itu masih belum diketahui dan dipahami.

Selama saya belajar di ULPA sebagai volunteer, banyak hal yang saya dapat bersama rekan ULPA. Istilah volunteer sendiri muncul ketika ada inovasi dari Pak Hendra dan saya melihat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh ULPA, seperti adanya anggapan “ruang baca” dan tak adanya “program literasi informasi” yang melibatkan smart people. Kemudian dicoba untuk open recruitmen volunteer batch 1 pada 15 September 2016 yang diikuti oleh 11 mahasiswa ilmu perpustakaan termasuk saya, sedikit banyak berpengaruh pada pengembangan ULPA saat ini. Terdapat banyak program yang berkembang dan masih terus berjalan di ULPA seperti User of The Month, Student Volunteer (SV), User Education, Bedah Buku dan Bincang Santai. Program ULPA ini merupakan hasil dari ide dan gagasan seluruh sumber daya manusia (SDM) ULPA. ULPA ke depannya saya yakin akan bertumbuh dan berkembang lebih baik, karena ditunjang SDM yang berkualitas. Tidak hanya dari segi program, tetapi juga beberapa produk “kemas ulang informasi” dihasilkan seperti infografis, sinopsis,resensi dan artikel. Tidak hanya program dan produk yang dihasilkan, sekarang ini ULPA pun berusaha memberikan jasa pengembangan lembaga dokumenter “Lab Digital”. Lab digital bertujuan untuk mengembangkan lembaga dokumenter pada aspek pemanfaatan teknologi informasi Kedepannya, Lab digital ini tidak hanya ditawarkan secara profit, tetapi juga nirlaba dalam rangka mengembangkan TBM.

Berbekal keilmuan, pengalaman, serta keahlian yang saya kuasai, saya berkeinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) Teknologi Informasi untuk Perpustakaan Institut Pertanian Bogor. Saya ingin fokus dan lebih ahli dalam bidang keilmuan saya dan mengaplikasikannya kepada masyarakat, sehingga dapat berguna dan bermanfaat. Ada banyak hal yang belum saya tahu, belum saya gali, pun belum saya terapkan di masyarakat terkait dengan keilmuan saya. Namun dengan perlahan, saya mulai untuk menerapkan dan mengaplikasikan ilmu saya di masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat. Bila saya diberikan kesempatan untuk menerima beasiswa LPDP Afirmasi ini, saya ingin menentukan peran sebagai seorang dosen pada sebuah institusi pendidikan tinggi.Saya ingin menjadi seorang dosen, karena dosen merupakan sebuah profesi bernilai tinggi. Peran dosen bukan hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga nilai-nilai luhur, agar mahasiswa unggul secara akademik maupun mengakar pribadi yang berintegritas. Dosen mampu melahirkan manusia-manusia berkualitas, karena itu saya ingin menjadi seorang dosen. Saya ingin mengajar dan memberikan apa yang telah saya peroleh kepada individu dan masyarakat yang mau belajar dan mempraktikannya kembali kepada masyarakat, baik di institusi perguruan tinggi maupun acara pelatihan, forum diskusi, seminar dan workshop. Saya juga ingin menjadi konsultan untuk membantu mengembangkan lembaga dokumenter maupun TBM, sehingga lembaga tersebut dapat mewujudkan perannya sebagai sebuah infrastruktur pengetahuan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan bagi bangsa ini.

1