Wisata Pantai Tambakrejo Blitar

(Blitar, 14 Agustus 2017) – Wisata Pantai tambak rejo terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar atau sekitar 45 menit dari daerah perkotaan. Wisata pantai ini memiliki ciri has tersendiri, seperti suasana pantai dan karangkarang yang menjadi spot foto. Pantai ini juga menawarkan jajanan khas pantai seperti masakan ikan yang dijual di dekat pantai. Selain itu pantai ini juga menawarkan tour dengan perahu seperti kebanyakan pantai pada umumnya. Rute dari perahu yaitu mengeliling pantai atau satu putaran, dengan ditemani ombak pantai yang meliuk-liuk.

4042

225330

Hal yang berkesan ketika berkunjung di pantai tambakrejo “Hal yang berkesan itu tak akan pernah terlupakan, tak bisa dinilai dengan angka-angka,bersenanglah, ketika anda ingat sesuatu yang membekas di masalalu-lepaskanlah”. bersenanglah dan lepaskanlah, bersama sahabat-sahabatmu, bernyanyilah dan ceritakan kisah yang tak terlupakan.

4692

Jadi, jangan berhenti untuk bercerita dan bernyayi warnai hidupmu dengan bumbu-bumbu kehidupan yang semerbak menyinari.

 225164

Take by : my best patner, Camera by : together, and tongsis by : planning Open-mouthed smile

#trenggalek #Blitaragain #kuliah #refreshingsebelumpenelitian #seterusnya

Riview : KOMPARASI AACR2 DAN RDA

AACR2 merupakan pedoman pengatalogan yang hadir dalam dunia perpustakaan pada tahun 1967. AACR2 dalam perkembangannya telah banyak melakukan amandemen-amandemen sesuai perkembangan bahan pustaka, namun di masa sekarang dengan berkembangnya jenis bahan pustaka dan pengaruh teknologi, AACR tidak mampu lagi mengiringi perkembangan tersebut. Dengan hal tersebut organisasi di bidang perpustakaan merancang pedoman pengatalogan yang mampu menampung perkembangan jenis bahan pustaka. Pedoman yang dihasilkan dinamakan RDA (Resourses Description and Acces).

RDA merupakan pengatalogan yang hadir untuk menggantikan AACR2 yang tidak mampu lagi menampung perkembangan jenis bahan pustaka. RDA tidak lagi hadir dalam versi cetak seperti AACR2 tetapi dalam versi web-based tool, dengan pedoman pengatalogan baru RDA terdapat beberapa perbedaan dengan AACR2. Perbedaan ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1 Perbedaan Struktur AACR2 dengan RDA

AACR2

RDA

Bagian I

1. general rules for description

2. books, pamphlets, and printed sheets

3. cartographic materials

4. manuscripts

5. music

6. sound recording

7. motion picture and video recording

8. graphic materials

9. machine-readable data files

10. three-dimensional, artifacts & realia

11. microform

12. serials

13. analysis

Bagian II

1. choice of access point

2. heading for persons

3. geographic names

4. heading for corporate

5. uniforms titles

6. reference

Bagian I FRBR/FRAD attributes

1. Attributes of manifestation item

2. Attributes of work and expression

3. Attributes of person, family, and corporate body

4. Attributes of person object, event and place

Bagian II FRBR/FRAD relationship

1. Primary relationshipbetween a work, expression, manifestation,

2. Relationships to persons, families and corporate bodies

3. Subject relationship

4. Relationship between work, expression, manifestation, and items

5. Relationship between person, families and corporate bodies

6. Relationship between concepts, object, events, and place

AACR2 yang mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamflet, mikroform, terbitan berseri, kartografi, manuskrip, musik, rekaman video, rekaman audio.Sedangkan RDA tidak mengkhususkan objek yang dideskripsikan. RDA hanya pada objek yang digambarkan untuk pendeskripsian menggunakan FRBR sebagai konseptual dari RDA. RDA dapat digunakan pada semua jenis bahan pustaka baik digital maupun manual atau tradisonal.

Tabel 2 Perbedaan Level of description AACR2 dengan RDA

1. Title and statement of responsibility

2. Edition area

3. Material (or type of publication) specific details area

4. Publication, distribution, area

5. Physical description area

6. Series area

7. Note area

8. Standard number and terms of availability area

9. Title proper of series/subseries

10. Numbering within series/series

11. Identifier for the manifestation

12. Carrier type

13. Extent

1. Title proper

2. First of responsibility

3. Designation of named revision of an edition

4. Numbering of serials

5. Scale of cartographic content

6. First place of publication

7. First publisher’s name

8. Date of publication

AACR2 memiliki delapan daerah publikasi yang selama ini dipakai dalam pedoman pendeskripsian bahan pustaka. RDA tidak memiliki hal tersebut, RDA memakai core element, terdiri dari duabelas elemen yang fleksibel.

Tabel 3 Perbedaan Categorization of resources AACR2 dengan RDA

General Material

Designation

1. electronic resource

2. microform

3. sound recording

4. video recording

5. filmstrip

6. motion picture

7. slide

8. transparency

9. cartographic material

10. music

11. text

Media Type

1. audio

2. computer

3. microform

4. video

Carrier Type

5. film reel

6. filmstrip

7. overhead transparency

8. slide

Content Type

9. cartographic

10. notated music

11. text

AACR2 terdapat GMD (General Material Description) merupakan bentuk dari bahan pustaka yang dideskripsikan. Sedangkan RDA tidak dipakai lagi, seiring dengan hal itu diganti dengan tiga kategori, yaitu media type, carrier type, content type. Ketiga kategori tersebut memenuhi materi dari objek pendeskripsian.

Tabel 4 Perbedaan Singkatan AACR2 dengan RDA

1. et al.

2. dkk

3. Ed.

4. Ed.

5. Rev.

6. s.l

7. s.n

8. s.a

9. ills

1. Cantumkan semua nama perorangan/badan yang bertanggung jawab terhadap suatu karya. Beri Keterangan penjelasan untuk peran masing-masing orang/badan

2. Editor

3. Edisi

1. Revisi

2. Tempat terbit tidak teridentifikasi

3. penerbit tidak teridentifikasi

4. Tahun terbit tidek diketahui

5. Ilustrasi

AACR menggunakan singkatan-singkatan dalam pendeskripsian bahan pustaka, sedangkan di RDA singkatan sudah tidak dipakai lagi

Kelebihan dan Kekurangan

Dalam analisis perbedaan aacr2 (Anglo-American Cataloging Rules 2nd Edition) dan RDA (Resources Description and Access) dijelaskan beberapa aspek perbedaan /komparasi AACR2 dan RDA yang meliputi struktur, tingkatan deskripsi, kategori sumber dan singkatan. Beberapa hal yang belum disebutkan seperti kelebihan yang dimiliki oleh RDA dibandingkan AACR2. Dalam (Perpusnas RI,2016) RDA memiliki kelebihan dibanding AACR2, yaitu :

1. Struktur dan penekanan baru pada koleksi, tidak lagi pada jenis koleksi tapi lebih pada isi intelektual koleksi

2. Dirancang sesuai dengan perkembangan dunia digital sumber daya bermacam karakteristik, dan memberikan panduan lebih terutama dalam data tajuk kendali

3. Fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perkembangan masa depan

4. RDA kompatibel dengan berbagai skema metadata, seperti MODS, Dublin Core,ONIX dan MARC, sehingga memungkinkan pertukaran data bibliografi katalog antar perpustakaan dan dapat diintegrasikan antar metadata yang berlainan.

5. RDA memfasilitasi pengelompokan pencatatan data bibliografi untuk edisi yang berbeda, terjemahan atau format berbeda, dan lebih berorientasi kepada pemustaka.

6. RDA menggunakan pemanfaatan model FRBR (Functional Requirements for Bibliographical Record) secara keseluruhan.

Selain itu, tidak dijelaskan pula perkembangan AACR 2 dan RDA yang perlu dipaparkan oleh penulis, dalam (Perpusnas RI,2016) dijelaskan perkembangan pengatalogan dari AACR2 ke RDA sebagai berikut :

Tahun

AACR2

RDA

1876

Peraturan Cutter

 

1967

AAC'R edisi pertama

 

1978

AACR edisi kedua

 

1988

AACR2 revisi edisi kedua

 

1997

 

International C'onference on tke Principles and Future Development of AACR

1998

Revisi

 

2002

Revis

 

2003-2005

Pemutakhiran

 

2004

Rancangan AACR3

 

2005

 

Pindah ke RDA

2009

 

Isi, Perangkat Lunak dan Ujicoba RDA versi Beta

2010

 

Evaluasi dan Ujicoba di Perpustakaan Nasional (Amerika Serikat. Inggris. Australia dan Kanada)

2013

 

RDA diterapkan di Amerika Serikat, Canada. Inggris. Jerman. Australia. Singapura

Kesimpulan

ACCR2 hanya terbit dalam versi cetak, sedangkan RDA diterbitkann dalam versi cetak dan sambung jaring. RDA lahir atas dasar bahwa AACR2 tidak dapat menampung lagi jenis bahan perpustakaan dalam bentuk digital sehingga lahir RDA yang mampu menampung semua sumber bahan perpustakaan. Dalam perkembangannya RDA memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengann AACR2, salah satunya RDA dirancang untuk sesuai dengan perkembangan dunia digital sumber daya bermacam karakteristik, dan memberikan panduan lebih terutama dalam data tajuk kendali. Perbedaan AACR2 dan RDA mulai dari struktur,tingkatan deskripsi,kategori sumber dan singkatan.

Struktur, AACR2 khusus mendeskripsikan bahan-bahan pustaka tertentu yang telah dirumuskan dalam AACR2, seperti buku, manuskrip, kartografi dan lain-lain, RDA mendeskripsikan semua objek yang dalam bahan pustaka. Tingkatan deskripsi, AACR2 berdasarkan ISBD delapan daerah,RDA memakai pedoman yang fleksibel yang dinamakan core element. Kategori sumber, AACR2 menggunakan GMD(general material description) tidak mendeskripsikan bahan deskripsi secara jelas, RDA memakai tiga kategori dalam mengatagorikan bahan deskripsi, yakni media type, carrier type dan content type. Singakatan, AACR2 menggunakan singkatan seperti dkk.,ill.,ed., dan lainnya , RDA tidak menggunakan singkatan.

Daftar Referensi

Rozi, F., & Ardoni, A.(2012). Analisis Perbedaan AACR2 (Anglo-American Cataloging Rules 2nd Edition) dan RDA ((Resources Description and Access)). Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 1(1), 242-254.

Himayah, H. (2013). RESOURCE DESCRIPTION ACCES (RDA) SEBAGAI GENERASI BARU PERATURAN KATALOGISASI. Iqra': Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 7(1), 1-9.

Suharyanto. R. D. A. From AACR2 to RDA: Implementation in National Library of Indonesia.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 2016.Pedoman RDA. Jakarta: Perpusnas RI.

 

Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran

KOMPARASI AACR2 DAN RDA

Riview

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran

Dosen Pengampu: Muhammad Rosyihan Hendrawan, S.IP, M.Hum

Oleh

Gani Nur Pramudyo 145030700111006

clip_image002

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

DESEMBER 2016

Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal Directory of Open Access Journal (DOAJ)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan Open Access Journal (OAJ) saat ini cukup pesat, hal ini didorong oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi. Open Access Journal (OAJ) didefinisikan sebagai jurnal dengan teks penuh (full texts) yang tersedia dan dapat diakses gratis di web/internet. Dengan OAJ maka terdapat ketersediaan jurnal ilmiah secara bebas di internet sehingga pembaca dapat dengan bebas membaca jurnal yang tersedia, mengunduh bahkan mencetak jurnal tersebut. Lukman,dkk. (2012)

Beberapa contoh open access journal seperti DOAJ, Elsevier OAJ, E-Resources Perpusnas RI, IEEE Open Access,OMICS Group Open Access, Open Access Science Direct dan Oxford Open Acces dapat diakses secara terbuka atau gratis. Namun, beberapa permasalahan muncul seperti petunjuk akses dan penelusuran open access jurnal terutama DOAJ yang belum tersedia secara lengkap yang berisi tentang gambaran umum,disiplin ilmu yang terkandung didalamnya, fitur-fitur serta petunjuk akses dan Penelusuran secara komperehensif. Petunjuk akses dan penelusuran DOAJ digunakan sebagai acuan dalam melakukan akses dan penulusuran sekaligus untuk mempermudah proses temu kembali informasi dalam jurnal tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti memilih judul “Petunjuk akses dan penelusuran informasi pada Ejournal DOAJ (Directory of Open Access Journals)”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang yang telah diuraikan sebelumnya, peneliti merumuskan permasalahan, yaitu Sumber informasi apa saja yang tersedia di DOAJ dan fitur-fitur apa saja yang tersedia di DOAJ serta bagaimana tatacara akses dan penelusuran informasi Ejournal DOAJ ?

1.3. Tujuan

Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan arahan jelas tentang sumber informasi apa saja yang tersedia di DOAJ, Fitur fitur DOAJ serta cara akses dan penelusuran sumber informasi DOAJ.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 GAMBARAN UMUM DOAJ

DOAJ merupakan Direktori Jurnal Akses Terbuka diluncurkan pada tahun 2003 di Universitas Lund, Swedia, dengan 300 jurnal akses terbuka dan hari ini berisi ca. 9000 jurnal akses terbuka yang mencakup semua bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial dan humaniora, DOAJ (2017). Jurnal akses terbuka yang berarti semua konten tersedia secara gratis tanpa biaya kepada pengguna atau institusi mereka. Pengguna diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan yang sah lainnya, tanpa meminta izin dari penerbit atau penulis sebelumnya.Olijhoek, Tom (2016).

DOAJ adalah daftar jurnal akses terbuka yang dikhususkan untuk komunitas dan bertujuan menjadi titik awal untuk semua pencarian informasi yang berkualitas, peer review open access material dan untuk membantu perpustakaan dan pengindeksan agar tetap up-to-date. DOAJ ditunjukkan untuk seluruh pengguna tanpa terkecuali seperti Ilmuwan/ilmuwan yang tidak berafiliasi dengan institusi, Siswa di sekolah tinggi, dokter, pekerja kesehatan / praktisi, kelompok pasien, dan masih banyak lagi.

A. Keunggulan dan kelemahan DOAJ

Keunggulan :

1. Open Access Journal (Jurnal akses terbuka / gratis)

2. Multidiscipline Science (mencakup semua bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial dan humaniora)

3. Many Languange (terdapat banyak bahasa)

4. easy-to-use user interface (tampilan yang mudah digunakan)

5. sharing of metadata to facilitate other searches of content (mudah dalam berbagi metadata dalam pencarian)

Kelemahan :

1. Inability to export metadata (tidak mendukung ekspor metadata)

2. No OR (boolean Operator), nor is there an ability to use AND to combine subjects and key words (tidak mendukung penggunaan OR dalam pencarian serta tidak dapat menggabungkan subjek dan katakunci dalam pencarian).

3. Tidak Mendukung : Wildcard searches, Regular expression searches, Fuzzy Searches, Proximity Searches

B. Tampilan DOAJ

Berikut tampilan DOAJ mulai dari header, menu, sidebar dan footer

Header DOAJ berisi : Logo DOAJ (Directory of Open Access Journals)

image

Gambar 1. Tampilan Awal DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

Menu DOAJ Berisi :

1. Home : Menu Utama DOAJ berisi berita terbaru DOAJ dan dukungan

2. Search : Menu pencarian berfungsi untuk melakukan penelusuran

3. Browse Subject : berisi pencarian menggunakan subject

4. Apply : berisi form aplikasi jurnal

5. News : Berisi halaman berita terbaru

6. About : berisi laman mengenai sejarah, visi, misi dan tujuan DOAJ

7. For Publisher : berisi halaman informasi tentang penerbit

8. API : berisi halaman penjelasan mengenai dokumentasi DOAJ API

9. Login : berisi halaman login DOAJ

image

Gambar 2. Tampilan Menu DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

Sidebar DOAJ : berisi mengenai jumlah jurnal, link FAQs, member serta media sosial

imageimageimage

image

Gambar 3. Tampilan sidebar DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

Footer DOAJ : berisi hakcipta dan link kontak DOAJ

image

Gambar 4. Tampilan footer DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

2.2 Tata Cara Akses dan Penelusuran DOAJ

A. Akses DOAJ

DOAJ merupakan Jurnal Akses Terbuka yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja, pengguna cukup mengunjungi situs https://doaj.org/ untuk mendapatkan jurnal gratis yang dibutuhkan.

image

Gambar 5. Tampilan situs https://doaj.org/

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

B. Penelusuran DOAJ

Terdapat dua pilihan pencarian ketika melakukan penelusuran jurnal di DOAJ yaitu basic search dan advanced search.

1. Basic Search

Penulusuran menggunakan query atau kata kunci secara langsung dalam kotak penulusuran DOAJ. Berikut langkah pencarian Basic Search DOAJ :

1) Masukkan kata kunci yang diinginkan pada kotak pencarian yang disediakan, lalu klik search. Misalnya “ Digital Asset Management”

image

Gambar 6. Kotak pencarian DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

2) Bila ingin menggunakan pembatasan atau perluasan pencarian, klik centang pada pilihan journal dan article.

3) Berikut tampilan hasil pencarian journal/article dengan kata kunci “Digital Asset Management”. Terdapat 32 hasil temuan berupa article

image

Gambar 7. Hasil temuan pencarian DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

4) Pilih jurnal atau artikel yang dibutuhkan, klik Judul Artikel atau jurnal yang diinginkan untuk melihat detail jurnal tersebut berupa abstrak dan metadata jurnal.

image

Gambar 8. Deskripsi Bibliografi Konten DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

5) Klik Full Text untuk mengunduh, link akan mengarah langsung pada database jurnal yang terindeks di DOAJ. Klik Pdf dan simpan jurnal

image

Gambar 9. Baris konten DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

image

Gambar 10. Download Jurnal DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

6) Hasil Unduhan

image

Gambar 11. Hasil Unduhan

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

2. Advanced Search

Melalui Advanced Search, pengguna dapat melakukan pencarian dengan pembatasan beberapa field seperti :

a. Subyek

b. Seal DOAJ

c. Lisensi jurnal

d. Penerbit

e. Negara penerbit

f. Bahasa teks lengkap

Berikut langkah penelusuran Advanced Search DOAJ :

1) Masukkan kata kunci yang diinginkan pada kotak pencarian yang disediakan, pilih field untuk membatasi pencarian seperti : search by keyword, subject:social science,lalu tekan enter. Misalnya “civil society organizations”

image

Gambar 12. Tampilan advanced search DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

2) Berikut tampilan hasil pencarian journal dan article dengan kata kunci “civil society organizations”. Terdapat 12 hasil temuan berupa article

image

Gambar 13. Hasil Penelusuran DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

3) Pilih jurnal atau artikel yang dibutuhkan, klik Full Text untuk mengunduh

image

Gambar 14. Tampilan baris Konten DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

4) Ketika mengunduh fulltext, link akan mengarah langsung pada database jurnal yang terindeks di DOAJ. Klik unduh dan simpan pdf

image

Gambar 15. Hasil unduhan jurnal DOAJ

Sumber : Hasil olahan penulis, 2017

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal DOAJ ini dapat disimpulkkan hal-hal berikut :

1. Database DOAJ memuat sumber informasi berupa jurnal dari berbagai disiplin ilmu (semua bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial dan humaniora) yang dapat diakses secara gratis (fulltext).

2. Dalam melakukan penelusuran sumber informasi jurnal DOAJ, perlu memerhatikan katakunci, pembatasan field dan penggunaan operator boolean untuk mempersempit dan memperluas hasil penelusuran.

3.2 Saran

Dari pembahasan Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal DOAJ ini dapat disarankan hal-hal berikut :

1. Pemustaka perlu lebih seksama dalam menggunakan boolean operator dalam mempersempit dan memperluas hasil pencarian di DOAJ

2. Lembaga informasi sebaiknya memberikan pengarahan tentang pentingnya DOAJ kepada pengguna

 

DAFTAR PUSTAKA

DOAJ.2017. “About DOAJ“ Dalam https://doaj.org/about diakses pada 15 Juni 2017 pukul 18.30 WIB

Lukman,dkk. 2002. “Perkembangan Open Access Jurnal Ilmiah Indonesia” Dalam https://www.researchgate.net/profile/Slamet_Riyanto2/publication/263008807_Perkembangan_Open_Access_Jurnal_Ilmiah_Indonesia/links/0f31753987542468df000000/Perkembangan-Open-Access-Jurnal-Ilmiah-Indonesia.pdf diakses pada 15 Juni 2017 pukul 19.30 WIB

Morrison, H., 2017. directory of Open access Journals (DOAJ). The Charleston Advisor, 9(3), pp.25-28.

Olijhoek, Tom dan Smith, Ina.2016. “Introduction to the Directory of Open Access Journals (DOAJ)” dalam https://www.slideshare.net/doaj/introduction-to-the-directory-of-open-access-journals-64995963 diakses pada 15 Juni 2017 pukul 19.00 WIB

 

Sumber dan Jasa Informasi

Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal Directory of Open Access Journal (DOAJ)

Makalah

Disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semester matakuliah: Sumber dan Jasa Informasi

Dosen Pengampu: Agung Suprapto,S.Sos., M.Si.

Oleh

Gani Nur Pramudyo 145030700111006

  

image

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

JUNI 2017



KATA PENGATAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal Directory of Open Access Journal (DOAJ) Universitas Brawijaya ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Agung Suprapto,S.Sos.,MA. Dosen Pengampu Matakuliah Sumber dan Jasa Informasi

2. Kedua Orang Tua Kami, yang memberikan dukungan baik secara moril maupun materil demi keberlangsungan kegiatan observasi ini.

3. Serta teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Adminisrasi Universitas Brawijaya Malang Angkatan 2014.

Demi kesempurnaan makalah ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang, 20 Juni 2017

Penyusun

GANI NUR PRAMUDYO


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

DAFTAR GAMBAR................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 2

1.3 Tujuan .................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 2

2.1. Gambaran Umum DOAJ ..................................................................................... 2

A. Keunggulan dan kelemahan DOAJ................................................................. 2

B. Tampilan DOAJ............................................................................................... 3

2.2. Tata Cara Akses dan Penelusuran DOAJ.............................................................. 4

A. Akses DOAJ.................................................................................................... 4

B. Penelesuran DOAJ........................................................................................... 4

BAB III  PENUTUP.................................................................................................. 7

3.1.Kesimpulan............................................................................................................. 7

3.2.Saran....................................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 8

LAMPIRAN............................................................................................................... 9

Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO Universitas Brawijaya

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di lingkungan Sivitas akademika Universitas Brawijaya, Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya telah melanggan berbagai database ebook dan ejournal. Database ebook seperti Wiley, springer, igpublishing dan ebrary, sementara untuk database jurnal seperti Osiris, emerald, science direct, proquest, jstor, scopus, IEEE, infotrac, ASME, CNKI dan Ebscohost. Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya juga telah menyediakan tatacara akses dan penelusuran database science direct, proquest, IEEE, infotrac, ASCE dan ASME. Namun, untuk database jurnal Ebscohost belum disediakan tatacara akses dan penelusuran secara khusus untuk pemustaka.

Di dalam makalah ini dijelaskan tata cara akses dan penelusuran E-Journal EBSCO yang dilanggan Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya. Tatacara akses dan penelusuran tersebut meliputi penggunaan katakunci(query), penggunaan operator boolean, penelusuran tingkat lanjut dan mengunduh jurnal untuk E-Journal EBSCO. Selain itu, juga diberikan petunjuk untuk tatacara unduh jurnal tersebut.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah dan bagaimana teknik penelusuran sa

1.2.1. Sumber informasi apa saja yang tersedia di database ebscohost yang dilanggan Perpustakaan Universitas Brawijaya ?

1.2.2. Bagaimana tatacara akses dan penelusuran informasi database jurnal ebsco ?

1.3. Tujuan

Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui Sumber informasi apa saja yang tersedia di database ebscohost yang dilanggan Perpustakaan Universitas Brawijaya dan untuk mengetahui cara akses dan penelusuran sumber informasi database ebscohost yang dilanggan Perpustakaan Universitas Brawijaya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Database Ebscohost

Surachman, Arif (2006) EBSCOhost merupakan sebuah sistem referensi dan informasi ilmiah yang dapat diakses secara online melalui internet. Ebsco ini menyediakan akses ke berbagai database yang menyediakan informasi ilmiah dalam bentuk fulltext maupun sekedar informasi bibliografis dalam berbagai bidang ilmu. Saat ini Ebsco cukup banyak digunakan (dilanggan) oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya

Di lingkungan sivitas akademika Universitas Brawijaya, database Ebscohost dapat diakses di ruang multimedia Perpustakaan Universitas Brawijaya dan di dalam jaringan Wifi Universitas Brawijaya. Untuk akses melalui jaringan Wifi Universitas Brawijaya, pemustaka dapat cukup mengetikan search.ebscohost.com secara otomatis pemustaka dapat mengakses dan menelusur sumber informasi yang dibutuhkan.

2.2 Tata Cara Akses dan Penelusuran Ebsco

1. Ketikkan url search.ebscohost.com pada web browser

clip_image003

Gambar 1. Url search.ebscohost.com

2. Ada tiga pilihan layanan yang disediakan ebsco, untuk mencari jurnal penelitian klik “EBSCOhost Research Databases”

clip_image006

Gambar 2. Layanan Ebscohost

3. Pilih database yang tersedia, kemudian klik “Continue”

clip_image008

Gambar 3. Database yang Tersedia Di Ebscohost

4. Masukkan kata kunci sesuai e-journal yang dibutuhkan

clip_image010

Gambar 4. Laman pencarian Di Ebscohost

5. Ada beberapa item yang perlu diperhatikan dalam menelusur menggunakan EBSCO:

a. Kolom isian kiri dan sisi kanan

b. Centang “Full Text”

c. Pilih tanggal atau periode

d. Tipe Publikasi yang dapat dipilih antara lain:

1. Academic Journal

2. Book

3. Periodical

4. Review

5. Trade Publication

e. Centang “Download Available”

6. Masukkan kata kunci pada kolom pencarian, gunakan metode pencarian Bolean Operator jika diperlukan. Bolean operator adalah metode pencarian untuk digunakan mencari journal secara spesifik dengan menggunakan perintah OR, AND dan NOT.

a. AND

Logika AND digunakan ketika mencari artikel yang mempunyai korelasi. Minsalnya kita menjadikan Library AND Digital sebagai kata kunci, itu berarti program diperintahkan untuk mencari informasi yang terdapat kata kunci library dan digital dalam satu dokumen. Sehingga jika hanya terdapat kata library atau digital saja maka dokumen tersebut dianggap tidak relevan dengan kriteria pencarian.

b. OR

Logika OR digunakan untuk mencari halaman yang setidaknya mengandung salah satu kata kunci yang dicari. Contoh, menjadikan kata kunci Library OR Digital. Maka jika salah satu kata kunci ditemukan maka dokumen tersebut akan ditampilkan.

c. NOT

Operator NOT digunakan untuk membatasi pencarian kata yang disebut setelah NOT. Misalnya Library NOT Digital maka dokumen yang mengandung kata digital tidak ditampilkan dalam hasil pencarian.

7. Klik icon “PDF full text “untuk melihat dokumen

clip_image013

Gambar 5. Laman hasil penelusuran di Ebscohost

8. Klik icon “Unduh” untuk mengunduh dokumen

clip_image016

Gambar 6. Pratampil dokumen di Ebscohost

9. Setting Alert Setup

Kegunaan Alert adalah untuk mendapatkan artikel baru via email serta dapat mengirim artikel baru ke teman kita. Artikel akan dikirimkan ke email kita secara otomatis tanpa membuka EBSCO terlebih dahulu.

1. Klik “Create Alert” untuk membuat alert

clip_image019

Gambar 7. Fitur alert yang tersedia di Ebscohost

2. Masukkan email anda, atur juga frekuensi email, jangka waktu artikel terakhir dipublikasi dan format dokumen.

clip_image024

Gambar 8. Form fitur alert di Ebscohost

3. Kemudian klik Save Alert.

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO Universitas Brawijaya ini dapat disimpulkkan hal-hal berikut :

1. Database Ebscohost memuat sumber informasi berupa jurnal dari berbagai disiplin ilmu yang dapat diakses secara daring melalui media internet. Database Ebscohost ini telah dilanggan Perpustakaan Universitas Brawijaya untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Untuk penggunaannya, yaitu dilingkungan sivitas akademika Universitas brawijaya yang dapat diakses di Perpustakaan Universitas Brawijaya dan secara daring melalui Wifi Universitas Brawijaya.

2. Dalam melakukan penelusuran sumber informasi jurnal Ebscohost, perlu memerhatikan katakunci dan penggunaan operator boolean untuk mempersempit dan memperluas hasil penelusuran. Penggunaan kata kunci yang sesuai akan memudahkan pemustaka dalam menemukan kebutuhan sumber informasi yang dibutuhkan.

3.2 Saran

Dari pembahasan Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO Universitas Brawijaya ini dapat disarankan hal-hal berikut :

1. Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya perlu membuat petunjuk untuk Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO dalam bentuk ebook/video tutorial.

2. Pemustaka perlu memerhatikan katakunci yang digunakan dalam penelusuran sumber informasi dan penggunaan operator boolean untuk mempersempit dan memperluas penelusuran sumber informasi.


DAFTAR PUSTAKA

Perpustakaan Fakultas Geografi UGMLIB.2012. “Modul Kursus Singkat Metode Penelusuran Informasi Ilmiah Jurnal EBSCO” http://lib.geo.ugm.ac.id/main2/wp-content/uploads/2013/03/Panduan-akses-e-jurnal-ebsco.pdf diakses pada 31 Maret 2017 pukul 19.00 WIB

Purwono.2008. “Strategi Penelusuran Informasi Melalui Internet” dalam http://eprints.rclis.org/12193/1/Strategi_Penelusuran_melalui_Internet.pdf diakses pada 1 April 2017 pukul 18.30 WIB

Surachman, Arif. 2006 . “Penelusuran Jurnal Elektronik menggunakan EBSCOhost Research Databases” dalam http://arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/SimpleEBSCO.doc diakses pada 1 April 2017 pukul 18.00 WIB

Suryadi. 2012. “Mengenal Penelusuran Informasi Online Melalui Search Engine dan Perpustakaan” dalam http://pusbangkol.perpusnas.go.id/files/Mengenal%20Penelusuran %20(Suryadi)%20PDF.pdf diakses pada 1 April 2017 pukul 18.45 WIB

 

Sumber dan Jasa Informasi

Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO Universitas Brawijaya

Makalah

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah: Sumber dan Jasa Informasi

Dosen Pengampu: Agung Suprapto,S.Sos., M.Si.

Oleh

Kelompok 5

1. Gani Nur Pramudyo 145030700111006

2. Afib Rif`An Nashruddin 145030700111020

3. Holidatul Mawarisa 145030701111009

clip_image002[3]

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

APRIL 2017

 

KATA PENGATAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Akses dan Penelusuran Sumber Informasi pada E-Journal EBSCO Universitas Brawijaya ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Agung Suprapto,S.Sos.,MA. Dosen Pengampu Matakuliah Sumber dan Jasa Informasi

2. Kedua Orang Tua Kami, yang memberikan dukungan baik secara moril maupun materil demi keberlangsungan kegiatan observasi ini.

3. Serta teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Adminisrasi Universitas Brawijaya Malang Angkatan 2014.

Demi kesempurnaan makalah ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

 

Malang, 01 April 2017

Penyusun

KELOMPOK 5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang.............................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2

1.3 Tujuan .......................................................................................................................... 2

BAB II .............................................................................................................................. 2

2.1. Database Ebscohost ...................................................................................................... 2

2.2. Tata Cara Akses dan Penelusuran Ebsco..................................................................... 2

BAB III  PENUTUP............................................................................................................ 6

3.1.Kesimpulan................................................................................................................... 6

3.2.Saran............................................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 7

Preservasi dan Konservasi di Perpustakaan Universitas STIE Malangkucecwara (ABM)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Preservasi bahan pustaka adalah suatu usaha yang dilakukan secara terencana dan terkelola untuk memastikan bahan-bahan pustaka dapat terpelihara dengan baik agar dapat tetap dipakai selama mungkin. Sedangkan Konservasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu perpustakaan untuk melestarikan semua bahan koleksi yang ada agar tetap dalam keadaan yang baik, bisa digunakan serta dalam pelestariannya mengacu pada kebijakan perpustakaan tersebut. Kedua hal tersebut adalah kegiatan yang sangat penting dalam perpustakaan dalam menjaga koleksi agar selalu awet.

Kegiatan preservasi dan konservasi merupakan salah kegiatan yang harus dilakukan oleh Perpustakaan. Untuk itu, penulis mengambil studi kasus di Perpustakaan STIE Malangkucecwara untuk mengetahui sejauh mana kegiatan preservasi dan konservasi yang telah diimplementasikan.

1.2.Rumusan Masalah

1.2.1. Bagaimana kegiatan pemeliharaan koleksi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara ?

1.2.2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan koleksi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara ?

1.2.3. Bagaimana cara Perpustakaan STIE Malangkucecwara mencegah kerusakan koleksi ? dan Bagaimana cara memperbaiki koleksi yang rusak ?

1.3.Tujuan

1.3.1. Menjelaskan kegiatan pemeliharaan koleksi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara

1.3.2. Menjelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan koleksi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara

1.3.3. Menjelaskan cara Perpustakaan STIE Malangkucecwara mencegah kerusakan koleksi dan cara memperbaiki koleksi yang rusak

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pelestarian Bahan Pustaka

Martoatmodjo, Karmidi (2009) menjelaskan maksud pelestarian bahan pustaka ialah mengusahakan agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan. Bahan pustaka yang mahal diusahakan agar awet, bisa dipakai lebih lama dan bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakaan. sedangkan fungsi dari pelestarian bahan pustaka ini ialah menjaga agar koleksi perpustakaan tidak diganggu oleh tangan jahil, serangga, atau jamur yang merajalela pada buku-buku yang ditempatkan diruang lembab.

Razak (1995) dalam Tarigan, Eka Evriza (200?) menjelaskan Kebijakan pelestarian bahan pustaka merupakan suatu dokumen yang berisi maksud preservasi secara rinci dan prosedur yang terkandung di dalamnya. Pelaksanaan kebijakan preservasi diperoleh melalui proses perencanaan mulai dari proses penelusuran, survey kondisi dan penelitian cara-cara pelestarian yang akan dilakukan.

2.2 Faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka dan cara Pencegahannya

Koleksi perpustakaan sebagian besar terbuat dari bahan kertas yang mudah rusak. Untuk itu perlu adanya pelestarian bahan pustaka agar tetap awet. Rahayuningsih, F(2007) menjelaskan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan buku cepat rusak dan kotor antara lain :

1. Alam (Udara lembab, air, jamur, debu, sinar matahari langsung dan dimakan waktu)

Akibat yang ditimbulkan:

a. Udara yang lembab menimbulkan jamur dan mikroganisme yang dapat merusak bahan pustaka.

b. Koleksi yang terkena air mengakibatkan timbulnya jamur pada koleksi, bentuk koleksi berubah dan mudah hancur.

c. Koleksi yang terkena sinar matahari secara langsung mengakibatkan koleksi berubah warna dan lebih cepat rapuk.

Pencegahan:

Supaya udara tidak lembab dan tidak tumbuh jamur, ruang perpustakaan harus tetap terang, ventilasi harus cukup dan ruangan dipasang lampu yang tetap menyala dan atau dipasang AC dengan temperatur 220 - 250C.

2. Serangga (Firebrat, silverfish, kecoa, rayap)

Akibat yang ditimbulkan:

Bahan pustaka berlubang, jilidan rusak, bahkan koleksi hancur dimakan serangga.

Pencegahan :

Supaya tidak dimakan dengan serangga, sebulan sekali bukubuku disemprot dengan cairan obat anti serangga dan di setiap rak diberi kapur barus.

3. Manusia (ulah manusia yang dapat merusak buku antara lain menyobek, melipat halaman, mengotori)

Akibat yang ditimbulkan:

Halaman sobek, dicorat-coret, dilipat dan kotor terkena sisa makanan. Sisamakanan dapat menimbulkan jamur

Pencegahan :

Meningkatkan kesadaran para pengguna perpustakaan, misalnya dengan mengadakan acara pendidikan pengguna perpustakaan, talkshow, workshop, seminar, dan pelatihan.

Sementara itu, lebih lanjut Martoatmodjo, Karmidi (2009) menjelaskan kerusakan bahan pustaka dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Faktor Biologi, misal: serangga (rayap, kecoa, kutu buku), binatang pengerat, jamur.

2. Faktor Fisika, misal: cahaya, udara/debu, suhu dan kelembaban.

3. Faktor Kimia, misal: zat–zat kimia, keasaman, oksidasi.

4. Faktor – faktor lain, misal: banjir, gempa bumi, api, manusia.

sedangkan beberapa cara pencegahan atas kerusakan bahan pustaka tersebut dapat dilakukakan sebagai berikut:

1. Faktor biologi

a. Binatang pengerat. Tempat penyimpanan harus bersih dan kering.

b. Serangga

1). Diupayakan ruangan tetap selalu bersih.

2). Susunan buku dalam rak-rak ditata secara rapi, sehingga ada sirkulasi udara udara.

3). Rak harus dibuat dari bahan yang tidak disukai oleh serangga (kayu jati/logam).

4). Pada rak diberikan bahan yang berbau, dan tidak disukai oleh serangga, seperti kamper, naftalen, dll.

5). Penyuntikan dengan bahan anti serangga (DTT).

6). Fumigasi: mencegah, mengobati, dan mensterilkan bahan pustaka.

c. Jamur

1). memeriksa buku secara berkala.

2). membersihkan tempat penyimpanan.

3). menurunkan suhu udara.

4). susunan pustaka tidak terlalu rapat supaya ada sirkulasi udara.

2. Faktor Fisika (alamiah)

a. Debu

1). Dilakukan penyedotan debu (vacuum cleaner )

2). Dipasang ac/ filter penyaring udara

3). Dipasang alat pembersih udara (air cleaner )

4). Disediakan almari kaca

b. Suhu Udara/kelembaban

1). Mengatur suhu udara dalam ruangan berkisar 20 – 24o C

2). Memasang alat dehumidifier/anti jamur (untuk ruangan) atau silicagel (untuk almari), untuk mengatur tingkat kelembapan.

c. Cahaya:

1). Matahari

Koleksi pustaka perlu dihindarkan dari sinar matahari langsung, yaitu dengan memasang filter flexy glass atau polyester film.

2). Listrik/Lampu

Koleksi pustaka harus dihindarkan dari sinar ultra violet yang berasal dari lampu neon dengan cara memberikan filter (UV fluorescent light) atau seng oksida dan titanium oksida.

3. Faktor kimia

a. Dengan memilih bahan pustaka yang baik dengan teliti, perlu dilihat jenis kertas dan tulisan.

b. Menetralkan asam yang terkandung dalam kertas dengan deasidifikasi atau memberi bahan penahan (buffer).

4. Faktor lain-lain

a. Manusia

1). Menumbuhkan kesadaran pemakai tentang pentingnya peduli terhadap keutuhan pustaka.

2). Memberikan sanksi kepada perusak bahan pustaka.

3). Memasang rambu-rambu.

b. Bencana Alam

1). Menghindarkan dari bahaya api, banjir, dan listrik.

2). Tidak merokok di dalam ruangan.

3). Pemeriksaan kabel listrik secara berkala.

4). Memasang alarm (smoke detector).

5). Menempatkan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat tersendiri.

6). Mengontrol air setiap ada turun hujan.

2.3 Perbaikan Bahan Pustaka (Restorasi)

Handoyo, Eko (2012) menjelaskan pekerjaan memperbaiki bahan pustaka disebut restorasi. Pekerjaan tersebut meliputi:

1. Menambal Kertas. Ada dua jenis penambalan bahan pustaka yang selama ini dikenal, yaitu: penambalan karena kertas berlubang dan penambalan karena kertas robek memanjang.

2. Memutihkan Kertas. Kertas yang terkena debu atau lumpur akan berwarna kecoklatan. Ini dapat diputihkan dengan menggunakan berbagai zat kimia, seperti: 1) Chloromine T 2,5%, 2) Gas Chlordioksida, 3) Natrium Chlorida, 4) Potasium Permanganate, 5) Natrium Hipochlorite, dan 6) Hidrogen Peroksida. Pemutihan kertas ini lebih bersifat sekedar menghilangkan noda pada kertas daripada memutihkan lembaran buku yang sudah ditulisi baik tulisan cetak maupun tulisan tangan.

3. Mengganti Halaman yang Robek. Halaman yang robek dan robekkannya tidak dapat diperbaiki dengan menambalnya/sudah hilang, harus diganti dengan membuatkan foto kopinya. Dengan cara menyisipkan dan menempelkan menggunakan lem secara hati-hati pada bagian yang hilang.

4. Mengencangkan Benang Jilidan yang Kendur. Apabila belum terlalu parah kita dapat menarik benang tersebut untuk mengencangkan jilidannya. Dengan jarum benang, kita jahit dan matikan benang yang longgar tadi. Namun apabila sudah terlalu parah maka bukalah kertas pelindung dan sampul buku sekaligus. Lihat benangnya dan kemudian kencangkan yang longgar, sambung yang putus atau ganti benang dengan menjilidnya lagi. Setelah itu pasangkan lagi lembar pelindung dan sampulnya.

5. Memperbaiki Punggung Buku, Engsel, atau Sampul Buku yang Rusak. Dengan alat-alat penjilidan yang sederhana, berbagai kerusakan tersebut bisa diperbaiki. Pada kerusakan punggung buku misalnya, engsel buku dan sampul buku harus dilakukan dengan membongkar buku yang rusak, kemudian memperbaiki/menggantinya dengan yang baru.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Sekilas Tentang Perpustakaan STIE Malangkucecwara

Perpustakaan STIE Malangkuçeçwara mulai berdiri pada tahun 1980, bertempat di Gedung A dengan koleksi masih terbatas. Waktu demi waktu koleksi buku semakin banyak dan berkembang, sehingga tempat (Gedung A) kurang memadai karena terbatasnya ruangan. Akhirnya perpustakaan pindah ke Gedung J. Pada Tahun 1990 STIE membangun sebuah gedung perpustakaan, dan pada awal tahun 1991 perpustakaan menempati gedung baru dengan menggunakan pelayanan Sistem Tertutup. Dikarenakan kepentingan mahasiswa yang semakin beragam, dua tahun berikutnya perpustakaan menggunakan pelayanan Sistem Terbuka.

Gedung lantai I digunakan untuk koleksi teks book dan untuk pelayanan sirkulasi, Gedung lantai II digunakan untuk Koleksi Referensi, skripsi, koran dan majalah, Pojok BEI menempati ruang tersendiri di gedung lantai II.

image

Gambar 1 Gedung Perpustakaan STIE Malangkuçeçwara

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2017

3.2 Kebijakan Preservasi dan Konservasi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara

Kebijakan preservasi dan konservasi bahan pustaka di Perpustakaan STIE Malangkucecwara secara tertulis tidak ada, tapi untuk kegiatan preservasi dan konservasi dilakukan sesuai dengan kemampuan dan jumlah sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia di Perpustakaan STIE Malangkucecwara ada 4 orang yaitu :

1. Esti Setijasih bagian layanan pengolahan

2. M. Asikin bagian layanan sirkulasi

3. Budi Haryanto dan Sri Astuti,S.IP bagian layanan referensi

Ke empat orang tersebut juga bertugas melakukan preservasi dan konservasi.

image

Gambar 2. Struktur Organisasi Perpustakaan STIE Malangkucecwara

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2017

3.3 Kegiatan preservasi dan konservasi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara

Perpustakaan STIE Malangkucecwara telah dibangun dan difungsikan sejak 1991. Rancangan gedung berada tepat pada pinggir sungai yang mengalir deras. Dengan kedalam 4 meter yang dapat mencegah dari banjir. Dalam mencegah bencana banjir gedung perpustakaan memiliki sistem drainase yang baik dengan diarahkan langsung di sungai yang berada pada pinggir gedung. Untuk menjaga koleksi agar tidak lembab gedung perpustakaan memiliki banyak jendala yang terpasang. Dengan sirkulasi udara yang baik di setiap ruangan menjaga koleksi tetap baik. Terpasang kipas disetiap ruangan untuk mengatur suhu udara. koleksi yang tersimpan tidak terkena langsung sinar matahari.

Dalam kegiatan konservasi Perpustakaan STIE Malangkucecwara tidak memilki agenda rutin untuk melaksanakannya. Maka tidak ada waktu tepat dalam melakukan kegiatan konservasi tetapi tergantung dengan kondisi atau masalah yang dihadapi. Berikut kegiatan konservasi yang dilakukan oleh Perpustakaan STIE Malangkucecwara:

1) Melakukan perbaikan pada bagian gedung yang rusak secepat mungking. Seperti genting yang bocor, jendala yang rusak karena hujan lebat.

2) Kegiatan perawatan yang dilakukan sesuai dengan keadaan gedung perpustakaan. Pengecetan disaat warna tembok mulai memudar.

Dalam kegiatan preservasi bahan pustaka di Perpustakaan STIE Malangkucecwara dilakukan dua kali dalam satu tahun atau setiap libur semester STIE Malangkucecwara yaitu pada bulan Juli dan Desember. Kegiatan preservasi tersebut meliputi kegiatan :

1) Preventif atau tindakan pencegahan yaitu bentuk tindakan tidak langsung yang memiliki tujuan memperpanjang umur suatu bahan pustaka, adapun mekanisme yang dilakukan adalah menjaga, merawat, pengawasan secara berkala dan melakukan pencegahan fisiknya yang rusak disebabkan oleh faktor fisika, faktor kimia, biologi dan faktor lain seperti manusia dan bencana alam .

2) Kuratif atau tindakan pengobatan yaitu bentuk aksi langsung yang memiliki tujuan untuk mengembalikan dokumen yang telah rusak menjadi baik kembali, adapun mekanisme yang dilakukan adalah dengan perbaikan bahan pustaka.

3.4 Faktor-faktor penyebab kerusakan koleksi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara

1. Faktor Biologi

Di Perpustakaan STIE Malangkucecwara ditemukan serangga perusak yaitu rayap kayu yang merusak rak buku. Untuk serangga lain ( kecoa, ikan perak, kutubuku, ngengat, kumbang), jamur dan binatang pengerat tidak ditemukan. Sementara bahan pustaka tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh faktor biologi.

image

Gambar 3. Butiran halus yang disebabkan oleh rayap

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2017

2. Faktor Fisika

Selain rayap kayu yang menjadi faktor perusak rak koleksi, terdapat faktor fisik seperti debu yang ditemukan di Perpustakaan STIE Malangkucecwara. Debu ini muncul akibat bahan pustaka jarang digunakan oleh pemustaka, selain itu debu ini juga disebabkan oleh kurangnya preservasi secara menyeluruh. Faktor perusak bahan pustaka seperti suhu, kelembaban dan cahaya tidak menjadi penyebab kerusakan bahan pustaka yang ada di Perpustakaan STIE Malangkucecwara.

image

Gambar 4. debu yang menempel pada buku

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2017

3. Faktor Kimia

Di Perpustakaan STIE Malangkucecwara tidak ditemukan kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh faktor kimia.

4. Faktor lain-lain

Di Perpustakaan STIE Malangkucecwara ditemukan bahan pustaka yang rusak yang disebabkan oleh manusia seperti :

1. Terdapat halaman buku yang hilang karena dirobek

2. Terdapat tulisan tangan atau coretan dari bolpoin, spidol, maupun stabilo di bahan pustaka.

3. Terdapat lipatan lipatan dan bekas lipatan didalam bahan pustaka

4. Terdapat noda bekas makanan seperti minyak dalam bahan pustaka

5. Tidak menempatkan buku pada tempatnya dan menaruhnya sembarangan di rak koleksi

image

Gambar 5. Koleksi yang tidak tertata dapat menyebabkan kerusakan

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2017

Selain itu tidak ditemukan kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam seperti banjir, gempa dan kebakaran.

3.5 Tindakan yang dilakukan Perpustakaan STIE Malangkucecwara dalam mencegah kerusakan koleksi

1. Mencegah kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh pemustaka

Perpustakaan STIE Malangkucecwara memberikan sampul buku, supaya buku tetap awet, selain itu staf juga bertugas mengawasi apabila terdapat pemustaka yang merusak bahan pustaka.

2. Kebersihan lingkungan Perpustakaan

Ruangan Perpustakaan STIE Malangkucecwara dibersihkan oleh staf Perpustakaan. Kegiatan perawatan kebersihan dilakukan oleh masing-masing staf perpustakaan.

3. Penggunaan vacum cleaner untuk menghilangkan debu

Untuk menghilangkan debu di ruangan koleksi atau rak koleksi, Perpustakaan STIE Malangkucecwara menggunakan vacum cleaner. Penyedotan debu dengan vacum cleaner ini dilakukan secara berkala oleh petugas.

4. Penggunaan bahan kimia: Kapur barus

Dalam mencegah kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh serangga, Perpustakaan STIE Malangkucecwara memberikan kapur barus pada bagian rak koleksi untuk mencegah serangga merusak bahan pustaka dan sekaligus untuk membasmi serangga perusak tersebut. Pemberian kapur barus ini dilakukan dua kali dalam setahun atau pada saat libur semester.

3.6 Perbaikan bahan pustaka yang dilakukan Perpustakaan STIE Malangkucecwara

Sejauh ini Perpustakaan STIE Malangkucecwara sudah melakukan upaya untuk mengatasi kerusakan bahan pustaka. Kegiatan memperbaiki bahan pustaka disebut restorasi. Kegiatan restorasi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara tersebut meliputi:

1. Mengganti Halaman yang Robek Ada beberapa bahan pustaka di Perpustakaan STIE Malangkucecwara yang halaman bukunya hilang disebabkan oleh kelakuan pemustaka yang “nakal” dengan sengaja mengambil salah satu halaman buku. Pihak Perpustakaan STIE Malangkucecwara mengganti halaman yang robek tersebut dengan cara memfotokopi halaman sesuai dengan halaman yang robek dan memasangnya kembali pada tempatnya.

2. Memperbaiki Halaman yang Basah

Bahan pustaka Perpustakaan STIE Malangkucecwara yang dipinjam oleh pemustaka sering terkena air hujan karena pemustaka kurang berhati-hati dalam melindungi bahan pustaka yang telah dipinjam. Cara mengatasi hal tersebut adalah terlebih dahulu mengeringkan halaman buku yang terkena air, kemudian di press untuk melakukan perbaikan.

3. Memperbaiki Punggung Buku, Engsel, atau Sampul Buku yang Rusak

Dengan alat-alat penjilidan yang sederhana, berbagai kerusakan tersebut bisa diperbaiki. Pada kerusakan punggung buku misalnya, engsel buku dan sampul buku harus dilakukan dengan membongkar buku yang rusak, kemudian memperbaiki/menggantinya dengan yang baru. Pada Perpustakaan STIE Malangkucecwara dijelaskan bahwa cara memperbaiki cover buku yang rusak adalah dengan menambal kertas pada cover yang rusak.

Dalam memperbaiki bahan pustaka, tentunya Perpustakaan STIE Malang Kucecwara membutuhkan alat dan ruangan tersendiri untuk memperbaiki bahan pustaka. Perpustakaan STIE Malangkucecwara belum memiliki alat dan ruangan tersendiri untuk melakukan perbaikan bahan pustaka, sehingga Perpustakaan STIE Malangkucecwara biasanya meminjam alat dan ruangan pada bagian percetakan. Jadi, bahan pustaka yang ingin diperbaiki terlebih dahulu dibawa ke bagian percetakan. Alat yang tersedia pada bagian percetakan antara lain, lem, alat pres dan gunting

3.7 Gap Teori dan Praktik

3.7.1 Kebijakan Preservasi dan konservasi

Tujuan dari kebijakan preservasi dan konservasi untuk menentukan arah bagi staf yang melayani pengguna jasa perpustakaan serta mengembangkan tanggung jawab terhadap cara-cara preservasi dan konservasi yang akan dilakukan. Kebijakan Preservasi dan konservasi di Perpustakaan STIE Malangkucecwara belum ada sehingga tidak ada standar operasional prosedur yang tetap dalam melaksanakan preservasi dan konservasi, meskipun secara lisan ditunjukkan dengan kegiatan yang dilaksanakan setahun dua kali atau pada saat libur semester melaksanakan kegiatan preservasi dan konservasi.

3.7.2 Faktor-faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka dan Cara Pencegahannya

Pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan bahan pustaka yang ditimbulkan seperti faktor biologi atau Serangga adalah sebulan sekali bukubuku disemprot dengan cairan obat anti serangga dan di setiap rak diberi kapur barus. Faktor Fisika atau Debu (dengan melakukan penyedotan debu-vacuum cleaner,memasang ac/filter penyaring udara,memasang alat pembersih udara dan disediakan almari kaca) dan Faktor Manusia (ulah manusia yang dapat merusak buku antara lain menyobek, melipat halaman, mengotori) dapat dicegah dengan Meningkatkan kesadaran para pengguna perpustakaan, misalnya dengan mengadakan acara pendidikan pengguna perpustakaan, talkshow, workshop, seminar, dan pelatihan.

Pencegahan yang telah dilaksanakan Perpustakaan STIE Malangkucecwara hanya beberapa saja seperti pemberian kapur barus dan penggunaan vacum cleaner untuk membersihkan debu. Perpustakaan STIE Malangkucecwara mengadakan acara pendidikan pengguna perpustakaan, talkshow, workshop, seminar, dan pelatihan untuk Meningkatkan kesadaran para pengguna perpustakaan.

3.7.3 Perbaikan Bahan Pustaka (Restorasi)

Handoyo, Eko (2012) menjelaskan bahwa kegiatan memperbaiki bahan pustaka atau restorasi meliputi: menambal kertas, memutihkan kertas,mengganti halaman yang robek,mengencangkan benang jilidan yang kendur dan memperbaiki punggung buku, engsel, atau sampul buku yang rusak.

Pada Perpustakaan STIE Malangkucecwara hanya melaksanakan 3 kegiatan perbaikan bahan pustaka (mengganti halaman yang robek, memperbaiki halaman yang basah dan memperbaiki punggung buku, engsel, atau sampul buku yang rusak). Sedangkan kegiatan perbaikan bahan pustaka (memutihkan kertas dan mengencangkan benang jilidan yang kendur) belum dilakukan.

 

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Secara keseluruhan Perpustakaan STIE Malangkucecwara telah melakasanakan kegiatan preservasi dan konservasi dalam lingkup yang sederhan seperti perawatan bahan pustaka dengan memberikan sampulbuku, ruangan yang setiap hari dibersihkan, penggunaan vacum cleaner untuk membersihkan debu, penggunaan kapur barus untuk mencegah dan membunuh serangga. Selain itu Perpustakaan STIE Malangkucecwara juga melaksanakan kegiatan perbaikan bahan pustaka yang rusak seperti mengganti halaman yang robek, memperbaiki halaman yang basah, memperbaiki punggung buku, engsel, atau sampul buku yang rusak yang dilaksanakan berkala dan dua kali dalam setahun.

Disi lain, Kebijakan preservasi dan konservasi secara tertulis belum ada, sehingga perlu adanya perumusan kebijakan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Perpustakaan STIE Malangkucecwara juga perlu menambahkan staf khusus dan ruang khusus untuk preservasi dan konservasi bahan pustaka. Sehingga kinerja dari kegiatan preservasi dan konservasi semakin efektif.

4.2. Saran

4.2.1. Pihak Perpustakaan

Sebaiknya pihak perpustakaan memberitahukan kepada pemustaka tentang cara menggunakan bahan pustaka, cara memperoleh bahan pustaka, cara menjaga bahan pustaka dan memberitahukan tentang pentingnya bahan pustaka dan pentingnya informasi yang terkandung didalamnya, supaya bahan pustakan tersebut tetap terjaga, tidak ada halaman yang robek, tidak ada buku/halaman yang basah terkena air hujan.

4.2.2. Kebijakan Preservasi dan Konservasi

Perpustakaan perlu membuat kebijakan preservasi dan konservasi sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya. Tujuan dari kebijakan preservasi dan konservasi ini adalah untuk memudahkan dan menentukan arah bagi staf yang melayani pengguna jasa perpustakaan dalam mengembangkan tanggung jawab terhadap cara-cara preservasi dan konservasi yang akan dilakukan.

Selain itu, Perpustakaan perlu membuat jadwal untuk kegiatan konservasi dalam merawat kondisi gedung dari kerusakan fisik. Menilai ulang kelayakan gedung dengan menyeluruh dan membuat prosedur dalam kegiatan konservasi maupun kegiatan preservasi atau perawatan bahan pustaka agar tetap awet dan tidak rusak karena faktor alam dan faktor lain.

4.2.3. Sumber Daya Manusia

Sebaiknya ditunjuk salah satu staf yang bertanggung jawab atas kegiatan preservasi dan konservasi. Staf tersebut bertanggungjawab sepenuhnya atas kegiatan preservasi dan konservasi. Karena sifatnya yang luas, maka penanggungjawab kegiatan preservasi dan konservasi harus bekerja samadengan berbagai pihak termasuk pada pihak pengolahan, referensi, dan sikulasi.

4.2.4. Peralatan dan Perlengkapan

Sebaiknya dibangun ruangan khusus untuk perbaikan bahan pustaka beserta alat-alat untuk melakukan perbaikan bahan pustaka, sehingga Perpustakaan STIE Malangkucecwara bisa dengan mudah memperbaiki bahan pustaka yang bermasalah dan tidak lagi repot-repot meminjam ruangan dan alat pada bagian percetakan.

4.2.5. Pencegahan dan Perawatan bahan Pustaka

Tidak hanya menggunakan kapur barus, Perpustakaan perlu untuk melakukan fumigasi atau melestarikan bahan pustaka dengan mengasapinya untuk mencegah jamur agar tidak tumbuh, dan binatang perusak bahan pustaka.

4.2.6. Sistem Keamanan

Perpustakaan perlu menyediakan CCTV yang baru, karena CCTV yang lama sudah tidak bisa difungsika. CCTV ini berfungsi untuk mengawasi dan mengontrol area perpustakaan, selain itu untuk mengawasi pemustaka apabila melakukan tindakan yang dapat merusak buku seperti menyobek isi buku, mencoret buku bahkan mencuri buku

 

DAFTAR PUSTAKA

Handoyo,Eko.2012. “Pelestarian Bahan Pustaka” dalam https://www.academia.edu/5319918/PELESTARIAN_BAHAN_PUSTAKA diakses pada 31 Maret 2017 pukul 17.15 WIB

Martoatmojo, Karmidi.2009. Pelestarian bahan pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka

Rahayuningsih, Fransisca.2007. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Tarigan, Eka Evriza.(200?). “Pelestarian Bahan Pustaka dan Kebijakannya” dalam https://www.academia.edu/13711340/PELESTARIAN_BAHAN_PUSTAKA_DAN_KEBIJAKANNYA diakses pada 31 Maret 2017 pukul 17.30 WIB

 

Preservasi dan Konservasi

Preservasi dan Konservasi di Perpustakaan Universitas STIE Malangkucecwara (ABM)

 

Makalah

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Konservasi dan Preservasi

Dosen Pengampu : Wahyu Setiawan,S.H. ,M.H.

 

Oleh :

Kelompok 3

1. Gani Nur Pramudyo 145030700111006

2. Feisal Dermawan 145030700111007

3. Ismail Alim Prayogi 145030701111012

4. Mohammad Rodhi Ilmawan 145030701111013

5. Ahmad Ikhsan 145030701111014

 

image

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

APRIL 2017


KATA PENGATAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Preservasi & Konservasi Perpustakaan Universitas STIE Malangkucecwara / ABM”. Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Preservasi dan Konservasi Program Studi Ilmu Perpustakaan di Universitas Brawijaya.

Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Wahyu Setiawan ,S.H.,M.H selaku Dosen Mata Kuliah Preservasi dan Konservasi;

2. Ibu Esty Setijasih Selaku Kepala Perpustakaan STIE Malangkucecwara dan Selaku Narasumber Wawancara.

3. Rekan-rekan Prodi Ilmu Perpustakaan yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil;

4. dan semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

Malang, 08 Maret 2017

Penyusun

 

 

KELOMPOK 3