Kredibilitas Sumber (The Credibility of Sources)

Kredibilitas Sumber (The Credibility of Sources)

A. Masalah Kesalahan

1. Kesalahan sumber informal 

Terjadi karena salah memperhitungkan fenoma yang dihasilkan atau diluar pengamatan. Contohnya kondisi bangunan rusak. Sekedar rusak, terlantar, disengaja, kebarakan, gempa bumi.

2. Kesalahan sumber formal 

Didapat dari kesaksian yang salah maupun penipuan yang tidak disengaja. Saksi  langsung atau tidak langsung yang kesaksiannya ditemukan oleh sejarawan dalam sumber tertulis adalah aturan umum dapat dianggap sebagai saksi yang berpikiran normal. Keraguan kredibilitas saksi karena ada proses yang berupa tindakan individu tentang persepsi, sintesis, reproduksi, dan ekspresi sehingga mempengaruhi isi persepsi asli dan mengakibatkan bentuk-bentuk baru dan asing.

3. Kesalahan dalam indera-persepsi 

Terjadi karena kejadian sejarah yang diputuskan dan disimpulkan secara keliru, organ-indera harus sehat dan normal. Imajinasi, agar tidak merusak kesaksiannya, harus dalam keadaan normal, sehat, dan harus membatasi diri pada data yang disajikan dalam tindakan persepsi asli. Kebutaan warna, miopia, ketulian, gangguan fungsional organ, kelelahan adalah kondisi yang menyebabkan pengamatan yang salah. Penilaian yang salah dalam sejarah seringkali dihasilkan dari bukti yang dilemahkan oleh imajinasi. Halusinasi seperti melihat benda-benda atau mendengar suara-suara yang benar-benar tidak ada. Ilusi fisiknya dapat dirasakan, namun persepsinya sepihak atau salah. 

4. Kesalahan dalam sintesis fakta

Saksi melihat kejadian, rangkaian kejadian berturut-turut dan terpisah, persepsi berbeda, sehingga menghasilkan sintesis fakta beragam. Hal ini disebabkan oleh cacat organ-organ indera, ingatan, penghakiman; prasangka, hasrat, dan keadaan emosi dan moral seperti menghambat seseorang untuk membuat sintesis yang sangat objektif, dan sesuai dengan fakta.

5. Kesalahan dalam reproduksi

Dipengaruhi oleh emosi, prasangka, perhatian tidak sempurna dan ketidakcakapan memori. Kemampuan mengingat setiap orang berbeda, semakin jau dan lama kejadian yang telah terjadi, akan menghasilkan perincian yang buram. Ingatan ini sering terdistorsi seperti kuantitas: ukuran, jarak, durasi.

6. Kesalahan komunikasi

Kesalahan dalam proses komunikasi secara langsung sering terjadi karena dilakukan dari mulut ke mulut, secara tertulis atau melalui media gambar. Kesalahan dalam komunikasi terjadi karena 1) keterbatasan bahasa-Bahasa tidak akan sepenuhnya bisa menggambarkan isi hati dan pikiran secara utuh/murni. Contohnya saja seperti anak-anak yang terkadang tidak bisa menungkapkan apa mau mereka; 2) Prasangka, hasrat, kepentingan pribadi, atau kepentingan partai (berasal dari diri sendiri); 3) sugesti dari orang lain yaitu rangsangan oleh satu orang pada orang lain tentang sikap mental atau sudut pandang  yang secara tidak sadar diadopsi sebagai miliknya. Contoh: Kesaksian seseorang dalam pemeriksaan silang oleh pengacara, sugesti dari org atau lembaga  bisa mempengaruhi kesaksian saksi tersebut (misal dari pers, lembaga, opini publik).

7. Media Komunikasi

Beberapa distorsi dari sintesis asli kemungkinan akan terjadi  karena rentan waktu kejadian dan proses mediasi dari saksi mata suatu kejadian. Saksi melihat secara detail dan lengkap kejadian tersebut kemudian mengingatnya dalam memori lalu mentransmisikan kejadian itu kepada org lain, kemudian  orang kedua ini meneruskan kembali ke orang lain begitu seterusnya sehingga sangat mungkin terjadi distorsi dari sintesis asli  yang dipengaruhi oleh daya ingat dan  daya tangkap.

8. Kebohongan dalam catatan-catatan sejarah

Kebohongan adalah penyimpangan verbal yang sadar dari kebenaran yang diketahui oleh pembicara atau penulis. Contohnya ada banyak kesalahan penyajian fakta yang disengaja yang dimotivasi oleh hasrat, prasangka, politik, atau agama dalam dokumen tertulis; dalam kritik dokumen, kebohongan kebutuhan dan utilitas menjadi pertimbangan utama; pandangan yang salah tentang tujuan sejarah, karena dianggap melayani ujung-ujung retorika, seni, peneguhan; penulis biografi menyajikan potret yang diidealkan secara sewenang-wenang dan data yang diragukan diterima sebagai sesuatu yang pasti.

B. Credibility of Specific Written Sources

Kesalahan kesaksian yang menjadi dasar sejarah perlu mempertimbangkan pertanyaan masing-masing kredibilitas dari berbagai jenis sumber formal. Kritik terhadap kredibilitas sumber, peneliti perlu menguji isi (konten) sumber, baik secara kebendaan maupun tulisan. Kesalahan kesaksian dipengaruhi oleh subjektifitas yang memengaruhi persepsi dan reproduksi fakta-fakta sejarah. Peneliti dapat mengekstrak inti fakta-fakta berdasarkan kulit/wacana/informasi yang ada, dengan mengkonfirmasi fakta pengalaman yang jelas bahwa kejadian yang diamati oleh saksi yang kompeten dapat dilaporkan oleh mereka secara tepat dan sesuai dengan kebenaran substansial.

1. Annals and Chronicles

Annals adalah catatan peristiwa-peristiwa penting, biasanya dalam kalimat-kalimat pendek.  Chronicles (rentetan kejadian) melukiskan peristiwa yang lebih luas. Contohnya seperti yang ditemukan di Monumenta Germaniae histoiica, dan Rolls Series, umumnya berisi diskusi kritis tentang kepercayaan mereka.

2. Biografi

Ditulis berdasarkan pengalaman, biasanya oleh orang yang ditugaskan untuk itu. Terikat oleh aturan kritik keras dalam menguji keasliannya, dan kemudian kepercayaan/validitas dari sumber-sumber yang digunakan. Penulis biografi sering mendasarkan karyanya pada korespondensi pribadi, buku harian, memoar, dan materi pribadi serupa, yang penggunaannya untuk keperluan informasi yang akurat dapat dengan mudah memiliki risik

3. New Biografi

Ditandai oleh keberangkatan manifes tertentu dari metode yang biasanya digunakan oleh penulis biografi yang lebih tua. Masalah kredibilitas khusus bagi sejarawan ketika ia berusaha menggunakannya sebagai bahan sumber adalah:

a. Jenis sanggahan. 

Biografi jenis "sanggahan" terlalu terang-terangan tidak obyektif untuk memenuhi syarat untuk penggunaan yang aman oleh sejarawan, Setiap pernyataan individu yang dibuat tentang seseorang mungkin benar dan dijamin dengan bukti dokumenter; tetapi hasilnya tetap mengandung unsur kepalsuan jika hanya satu sisi yang digambarkan (ada unsur subjektibitas)

b. Jenis psikologis. 

Catatan khas dari metodenya adalah dugaan berulang tentang apa saja pikiran dan emosi yang melibatkan subjek pada kesempatan tertentu. Metode ini memiliki kegunaan dalam romansa sejarah yang diakui.

C. Analisis Kritis dari materi

Kredibiltas arsip harus memiliki kesesuaian antara isi dan tujuannya, juga disesuaikan dengan konteksnya.  Umumnya yang menjadi sumber kesalahan ialah pengamatan yang keliru, ingatan yang salah, prasangka, dan ketidakmampuan dalam mengutarakan dengan jelas pikiran-pikirannya. Sejarahwan harus dapat menyadari akan semua sumber kesalahan ini, terutama ia harus berhati-hati terhadap kelemahan-kelemahan dari suatu ingatan yang salah dan prasangka. Perlu disadari bahwa prasangka dan berat sebelah dapat menimbulkan salah paham atas sesuatu atau serangkaian kejadian-kejadian dan pada gilirannya dapat menghasilkan suatu pandangan yang memihak dalam mencatat peristiwa atau kejadian itu. Oleh karenanya diperlukan pengecekan terhadap semua sumber untuk memastikan kredibilitas dan otentikasinya. 

Pengecekan sumber informal dengan cara menelusur sumber sesuai dengan pengamatan dan jangkauan peneliti. Peneliti tidak boleh hanya berdasarkan satu perspektif saksi, melainkan saksi dan bukti lain perlu dikumpulkan selanjutnya dapat digunakan sebagai bukti yang valid. Dokumen sejarah juga perlu dikumpulkan untuk dapat menemukan bukti. Penggunaan organ-indera harus digunakan secara tepat, peneliti harus dapat mengidentifikasi kegagalan organ-indera dari saksi/bukti, apakah imajinasi saksi sudah tepat ataukah saksi mengalami ilusi dan hanya berhalusinasi saja. Kesaksian dan bukti yang diperoleh menghasilkan fakta harus disimpulkan berdasarkan rangkaian yang runtut dan jelas.  

REFERENSI

Garraghan, G. J. 1957. A Guide to Historical Method: Garraghan. 4th ed. edited by J. Delanglez. New York: Fordham University Press.

Laporan Bacaan Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Layanan Sumber Daya Informasi, Dosen Pengampu : Prof. Djoko Marihandono oleh Gani Nur Pramudyo dan Hermin Triasih 

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner.