Riview : KOMPARASI AACR2 DAN RDA - Gani Nur Pramudyo

Always Supporting Your Knowledge

Senin, 31 Juli 2017

Riview : KOMPARASI AACR2 DAN RDA

AACR2 merupakan pedoman pengatalogan yang hadir dalam dunia perpustakaan pada tahun 1967. AACR2 dalam perkembangannya telah banyak melakukan amandemen-amandemen sesuai perkembangan bahan pustaka, namun di masa sekarang dengan berkembangnya jenis bahan pustaka dan pengaruh teknologi, AACR tidak mampu lagi mengiringi perkembangan tersebut. Dengan hal tersebut organisasi di bidang perpustakaan merancang pedoman pengatalogan yang mampu menampung perkembangan jenis bahan pustaka. Pedoman yang dihasilkan dinamakan RDA (Resourses Description and Acces).
RDA merupakan pengatalogan yang hadir untuk menggantikan AACR2 yang tidak mampu lagi menampung perkembangan jenis bahan pustaka. RDA tidak lagi hadir dalam versi cetak seperti AACR2 tetapi dalam versi web-based tool, dengan pedoman pengatalogan baru RDA terdapat beberapa perbedaan dengan AACR2. Perbedaan ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1 Perbedaan Struktur AACR2 dengan RDA
AACR2 RDA
Bagian I
1. general rules for description
2. books, pamphlets, and printed sheets
3. cartographic materials
4. manuscripts
5. music
6. sound recording
7. motion picture and video recording
8. graphic materials
9. machine-readable data files
10. three-dimensional, artifacts & realia
11. microform
12. serials
13. analysis
Bagian II
1. choice of access point
2. heading for persons
3. geographic names
4. heading for corporate
5. uniforms titles
6. reference
Bagian I FRBR/FRAD attributes
1. Attributes of manifestation item
2. Attributes of work and expression
3. Attributes of person, family, and corporate body
4. Attributes of person object, event and place
Bagian II FRBR/FRAD relationship
1. Primary relationshipbetween a work, expression, manifestation,
2. Relationships to persons, families and corporate bodies
3. Subject relationship
4. Relationship between work, expression, manifestation, and items
5. Relationship between person, families and corporate bodies
6. Relationship between concepts, object, events, and place
AACR2 yang mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamflet, mikroform, terbitan berseri, kartografi, manuskrip, musik, rekaman video, rekaman audio.Sedangkan RDA tidak mengkhususkan objek yang dideskripsikan. RDA hanya pada objek yang digambarkan untuk pendeskripsian menggunakan FRBR sebagai konseptual dari RDA. RDA dapat digunakan pada semua jenis bahan pustaka baik digital maupun manual atau tradisonal.
Tabel 2 Perbedaan Level of description AACR2 dengan RDA
1. Title and statement of responsibility
2. Edition area
3. Material (or type of publication) specific details area
4. Publication, distribution, area
5. Physical description area
6. Series area
7. Note area
8. Standard number and terms of availability area
9. Title proper of series/subseries
10. Numbering within series/series
11. Identifier for the manifestation
12. Carrier type
13. Extent
1. Title proper
2. First of responsibility
3. Designation of named revision of an edition
4. Numbering of serials
5. Scale of cartographic content
6. First place of publication
7. First publisher’s name
8. Date of publication
AACR2 memiliki delapan daerah publikasi yang selama ini dipakai dalam pedoman pendeskripsian bahan pustaka. RDA tidak memiliki hal tersebut, RDA memakai core element, terdiri dari duabelas elemen yang fleksibel.
Tabel 3 Perbedaan Categorization of resources AACR2 dengan RDA
General Material
Designation
1. electronic resource
2. microform
3. sound recording
4. video recording
5. filmstrip
6. motion picture
7. slide
8. transparency
9. cartographic material
10. music
11. text
Media Type
1. audio
2. computer
3. microform
4. video
Carrier Type
5. film reel
6. filmstrip
7. overhead transparency
8. slide
Content Type
9. cartographic
10. notated music
11. text
AACR2 terdapat GMD (General Material Description) merupakan bentuk dari bahan pustaka yang dideskripsikan. Sedangkan RDA tidak dipakai lagi, seiring dengan hal itu diganti dengan tiga kategori, yaitu media type, carrier type, content type. Ketiga kategori tersebut memenuhi materi dari objek pendeskripsian.
Tabel 4 Perbedaan Singkatan AACR2 dengan RDA
1. et al.
2. dkk
3. Ed.
4. Ed.
5. Rev.
6. s.l
7. s.n
8. s.a
9. ills
1. Cantumkan semua nama perorangan/badan yang bertanggung jawab terhadap suatu karya. Beri Keterangan penjelasan untuk peran masing-masing orang/badan
2. Editor
3. Edisi
1. Revisi
2. Tempat terbit tidak teridentifikasi
3. penerbit tidak teridentifikasi
4. Tahun terbit tidek diketahui
5. Ilustrasi
AACR menggunakan singkatan-singkatan dalam pendeskripsian bahan pustaka, sedangkan di RDA singkatan sudah tidak dipakai lagi
Kelebihan dan Kekurangan
Dalam analisis perbedaan aacr2 (Anglo-American Cataloging Rules 2nd Edition) dan RDA (Resources Description and Access) dijelaskan beberapa aspek perbedaan /komparasi AACR2 dan RDA yang meliputi struktur, tingkatan deskripsi, kategori sumber dan singkatan. Beberapa hal yang belum disebutkan seperti kelebihan yang dimiliki oleh RDA dibandingkan AACR2. Dalam (Perpusnas RI,2016) RDA memiliki kelebihan dibanding AACR2, yaitu :
1. Struktur dan penekanan baru pada koleksi, tidak lagi pada jenis koleksi tapi lebih pada isi intelektual koleksi
2. Dirancang sesuai dengan perkembangan dunia digital sumber daya bermacam karakteristik, dan memberikan panduan lebih terutama dalam data tajuk kendali
3. Fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perkembangan masa depan
4. RDA kompatibel dengan berbagai skema metadata, seperti MODS, Dublin Core,ONIX dan MARC, sehingga memungkinkan pertukaran data bibliografi katalog antar perpustakaan dan dapat diintegrasikan antar metadata yang berlainan.
5. RDA memfasilitasi pengelompokan pencatatan data bibliografi untuk edisi yang berbeda, terjemahan atau format berbeda, dan lebih berorientasi kepada pemustaka.
6. RDA menggunakan pemanfaatan model FRBR (Functional Requirements for Bibliographical Record) secara keseluruhan.
Selain itu, tidak dijelaskan pula perkembangan AACR 2 dan RDA yang perlu dipaparkan oleh penulis, dalam (Perpusnas RI,2016) dijelaskan perkembangan pengatalogan dari AACR2 ke RDA sebagai berikut :
Tahun
AACR2
RDA
1876 Peraturan Cutter
1967 AAC'R edisi pertama
1978 AACR edisi kedua
1988 AACR2 revisi edisi kedua
1997 International C'onference on tke Principles and Future Development of AACR
1998 Revisi
2002 Revis
2003-2005 Pemutakhiran
2004 Rancangan AACR3
2005 Pindah ke RDA
2009 Isi, Perangkat Lunak dan Ujicoba RDA versi Beta
2010 Evaluasi dan Ujicoba di Perpustakaan Nasional (Amerika Serikat. Inggris. Australia dan Kanada)
2013 RDA diterapkan di Amerika Serikat, Canada. Inggris. Jerman. Australia. Singapura
Kesimpulan
ACCR2 hanya terbit dalam versi cetak, sedangkan RDA diterbitkann dalam versi cetak dan sambung jaring. RDA lahir atas dasar bahwa AACR2 tidak dapat menampung lagi jenis bahan perpustakaan dalam bentuk digital sehingga lahir RDA yang mampu menampung semua sumber bahan perpustakaan. Dalam perkembangannya RDA memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengann AACR2, salah satunya RDA dirancang untuk sesuai dengan perkembangan dunia digital sumber daya bermacam karakteristik, dan memberikan panduan lebih terutama dalam data tajuk kendali. Perbedaan AACR2 dan RDA mulai dari struktur,tingkatan deskripsi,kategori sumber dan singkatan.
Struktur, AACR2 khusus mendeskripsikan bahan-bahan pustaka tertentu yang telah dirumuskan dalam AACR2, seperti buku, manuskrip, kartografi dan lain-lain, RDA mendeskripsikan semua objek yang dalam bahan pustaka. Tingkatan deskripsi, AACR2 berdasarkan ISBD delapan daerah,RDA memakai pedoman yang fleksibel yang dinamakan core element. Kategori sumber, AACR2 menggunakan GMD(general material description) tidak mendeskripsikan bahan deskripsi secara jelas, RDA memakai tiga kategori dalam mengatagorikan bahan deskripsi, yakni media type, carrier type dan content type. Singakatan, AACR2 menggunakan singkatan seperti dkk.,ill.,ed., dan lainnya , RDA tidak menggunakan singkatan.
Daftar Referensi
Rozi, F., & Ardoni, A.(2012). Analisis Perbedaan AACR2 (Anglo-American Cataloging Rules 2nd Edition) dan RDA ((Resources Description and Access)). Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 1(1), 242-254.
Himayah, H. (2013). RESOURCE DESCRIPTION ACCES (RDA) SEBAGAI GENERASI BARU PERATURAN KATALOGISASI. Iqra': Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 7(1), 1-9.
Suharyanto. R. D. A. From AACR2 to RDA: Implementation in National Library of Indonesia.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 2016.Pedoman RDA. Jakarta: Perpusnas RI.

Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran
KOMPARASI AACR2 DAN RDA
Riview
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran
Dosen Pengampu: Muhammad Rosyihan Hendrawan, S.IP, M.Hum
Oleh
Gani Nur Pramudyo 145030700111006
clip_image002
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK
PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN
DESEMBER 2016
Comments


EmoticonEmoticon