Fitur-fitur Tambahan di Sistem Perpustakaan Terintegrasi (ILS)

Fitur-fitur Tambahan di Sistem Perpustakaan Terintegrasi (ILS)

Istilah “added features' digunakan untuk kelengkapan fitur software yang berada di luar modul standar seperti sirkulasi, katalog, laporan, dan online public-access catalog (OPAC). “Added features” modul atau fungsi yang diminta dan dibeli dalam kontrak sebagai penambahan dari sistem dasar yang ditawarkan oleh vendor ILS

Berikut ini adalah daftar modul tambahan yang paling berguna bagi perpustakaan. Daftar ini akan mencakup deskripsi produk, cara kerjanya dengan ils, ditambah informasi tentang persiapan sebelum menginstal produk

1. Modul Akuisisi Online

  • Modul akuisisi adalah sebuah produk yang mengelola manajemen anggaran, pemilihan, pembelian, penerimaan, dan penagihan buku dan bahan perpustakaan. 
  • Sebagian besar vendor saat ini menawarkan modul akuisisi berbasis web
  • Beberapa komponen ini gratis dan beberapa membebankan biaya berlangganan tahunan untuk fitur-fitur
  • Modul akuisisi yang efektif berisi semua informasi mengenai pesanan
  • Manfaat lain yaitu kemampuan untuk memasukkan informasi dari pengemasan slip, pemberitahuan pembatalan, dan faktur.
  • Modul akuisisi sangat komplek, perlu ada pelatihan awal untuk staf

2.Modul Manajemen Serial

  • Modul serial adalah sebuah komponen perangkat lunak yang menangani serial, majalah, dan Standing orders perpustakaan. 
  • Staf perlu menetapakan koleksi berkala, nomor serial dan judul standing-order. 
  • Staf harus menentukan apakah koleksi berkala digunakan untuk riset, dibaca dan hiburan  atau tidak digunakan. 
  • Fasilitas ini digunakan untuk mengelola lebih dari 200 judul majalah, serial dan standing order. Bisanya ditemukan pada perpustakaan umum dan perguruan tinggi. 
  • Pengelolaan judul berkala pada koleksi lingkup kecil dapat menggunakan ILS
  • Modul serial merupakan fasilitas pengelolaan penting untuk pengembangan koleksi dan layanan teknis. Instalasi ini terdiri dari entri judul, periode terbitan, batasan waktu pada judul dan isu, informasi anggaran dan sumber dari penyedia terbitan

3.Pengelolaan layanan silang

  • Modul pinjam antar-perpustakaan (ILL) memungkinkan staf untuk menempatkan permintaan ILL secara elektronik. Mereka dapat mengajukan permintaan, mengirim materi, dan memeriksa materi ILL ke pelanggan. 
  • Dengan beberapa modul pinjam antar perpustakaan, pelanggan dapat menempatkan permintaan mereka sendiri tanpa campur tangan staf. 
  • Hambatan utama untuk membeli modul pinjam antar perpustakaan adalah sulitnya untuk berkomunikasi dengan sistem perpustakaan terintegrasi di luar jenis ILS perpustakaan itu sendiri.
  • Kebanyakan perpustakaan terlibat pada jenis Konsorsium ILL, mulai dari tingkat negara, daerah atau dengan OCLC. 
  • Pada tingkatan sistem, protokol Z39.50 dapat mengubah kemampuan perangkat untuk saling berkomunikasi dimasa depan untuk memudahkan ILL. 
  • ILL dapat dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan modul katalog dan sirkulasi. 

4. Automated Notification Systems

  • Sistem pemberitahuan otomatis adalah layanan dan proses yang menghubungi peminjam ketika mereka memiliki buku yang siap diambil dan atau ketika mereka memiliki koleksi yang sudah lewat waktu yang perlu diperbarui atau dikembalikan. 
  • Sistem notifikasi memungkinan memasukan pilihan kontak : email, mail dan telephone. Staf bertugas memilih metode yang dilakukan. 
  • Sistem notifikasi telepon di program untuk terintegrasi dengan ILS, modul laporan akan membuat daftar kontak peminjam koleksi dan daftar kontak peminjam koleksi yang terlambat mengembalikan. 

5. Alat Pencarian Federasi

  • Pencarian terintegrasi, perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mencari di beberapa sumber secara bersamaan menggunakan satu alat pencarian, biasanya katalog online.
  • Pengguna harus memiliki kemampuan pencarian katalog online perpustakaan lain untuk mendapatkan sumber elektronik perpustakaan yang dibutuhkan. 
  • Pengguna biasanya akan di arahkan ke koleksi sesuai yang ada di perpustakaan, sedangkan peminjamannya menggunakan permintaan judul melalui ILL. 
  • Tidak semua perpustakaan membutuhkan pencarian terintegrasi untuk melihat katalog perpustakaan lain. Biasanya perpustakaan hanya menggunakan untuk integrasi database online yang dilanggan dengan OPAC nya. 
  • Modul Pencarian terintegrasi dapat sangat mahal, sehingga perlu dipertimbangkan tentang harga modul dari vendor. 

6. RFID dan Cetak Mandiri

  • RFID (radio-frequency identification). Teknologi ini menggunakan gelombang radio untuk membaca angka diperuntukan untuk item dan kemudian mentransfer informasi tersebut ke modul sirkulasi untuk checkout dan check-in. 
  • Nomor yang dimaksud adalah sama dengan nomor yang telah ditulis kedalam barcode dari item pada sistem, sehingga proses pelabelan item dengan RFID melibatkan proses scaning barcode ke software lalu di transfer pada nomor yang sama melalui gelombang radio ke tag RFID.
  • RFID digunakan untuk keamanan item pada security gates dan theft-prevention devices. RFID memudahkan sirkulasi, karena staf tidak perlu scan barcode, cukup menempatkan koleksi di RFID Reader (antena). 
  • Membuka perpustakaan memanfaatkan teknologi RFID baru relatif mudah untuk diimplementasikan. Jika anggota staf harus mengkonversi koleksi yang ada untuk teknologi RFID, itu bisa menjadi banyak pekerjaan dan biaya.
  • RFID juga dapat digunakan untuk inventaris koleksi, Staf menjalankan antena RFID di rak-rak untuk membaca label RFID pada buku. Hasilnya dapat diunduh di modul invetaris, berisi laporan item yang hilang dan salah rak.

Mekanisme penerapan RFID
Mekanisme penerapan RFID

7. Reservasi Komputer Umum dan Manajemen Cetak

  • Perpustakaan yang menawarkan komputer akses publik biasanya memerlukan beberapa cara untuk mengelola pendaftaraan pengguna dan statistik penggunaan.
  • Software ini memungkinkan peminjam untuk memesan peminjaman komputer tanpa interaksi staf. Pengguna memasukan nomor barcode pada kartu anggota pada pusat workstation komputer. 
  • Biasanya perusahaan pihak ketiga, bukan vendor ILS, menjual komputer reservasi dan manajemen cetak software.
  • Software manajemen pencetakan mengatur permintaan print dari pengguna di workstation publik. Pengguna harus membayar sebelum dicetak. 
  • Sistem pemesanan peminjaman komputer perlu untuk mengakses database pengguna untuk otentikasi pengguna
  • Sistem reservasi komputer juga dapat membatasi jumlah maksimum jam pengguna yang menggunakan komputer setiap hari.

8. E-Commerce

  • E-commerce meliputi banyak cara perpustakaan memungkinkan pelanggan untuk secara elektronik mengelola pembayaran untuk layanan. Pelangga dapat membayar denda, hasil cetak dan pembayaran lain menggunakan kartu kredit pada bagian layanan  atau dengan mengakses prosedur secara online. 
  • E-commerce termask akun deposit dan smart card yang memungkinkan pengguna untuk deposit uang dalam kemajuan pembayaran masa depan. 
  • Implementasi e-commerce melibatkan instalasi antarmuka perangkat lunak yang mengakses kedua akun kartu kredit / kartu debit pelanggan dan rekening perpustakaan melalui SIP (Standard Interchange Protocol) atau otentikasi lainnya.

Referensi

Resume Webber, D., & Peters, A. (2010). Added Features in ILS. In Integrated library systems: Planning, selecting, and implementing. ABC-CLIO dirangkum oleh oleh lelompok  3: Dini Resmita, Gani Nur Pramudyo, dan Riyan Sanjaya untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Automasi lembaga Informasi, Program Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia. Dosen Pengampu : Nina Mayesti"

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner.