Mengidentifikasi "skema metadata" repositori institusi

Mengidentifikasi skema metadata repositori institusi

Skripsi berjudul "Interoperabilitas Skema Metadata Perangkat Lunak Repositori Institusi Perpustakaan Perguruan Tinggi di Kota Malang" dikonversi menjadi jurnal dan diterbitkan oleh Journal of Documentation and Information Science (JODIS, Sinta 4). Jurnal ini diseminarkan pada acara Konferensi Nasional Kepustakawanan Indonesia (KNKI) 2019. Jurnal ini lahir dari fokus pembahasan kedua skripsi "Skema metadata perangkat lunak repositori institusi" yang berisi empat sub bahasan yang meliputi jenis skema, atribut inti skema, penerapan skema, dan kebijakan metadata.

Pengumpulan data dilakukan pada 30 Januari-28 Februrari 2018. Penelitian dilakukan di  Perpustakaan Universitas Brawijaya, Perpustakaan Universitas Negeri Malang dan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang. Ketiganya berisi total 5 situs utama yang diteliti yaitu BKG, Eprints UB, Mulok, Eprints UMM dan GDL. 

Ketertarikan membahas metadata dan repositori institusi berawal dari mata kuliah "metadata", tugas observasi "penerapan repositori institusi di universitas", dan kolaborasi riset dengan Pak Hendrawan tentang metadata untuk otomasi dan metadata untuk repositori. Sehingga diputuskan untuk melanjutkan riset tersebut.

Mengidentifikasi skema metadata dapat dilakukan dengan melihat aspek semantik (elemen metadata), pedoman deskripsi, dan sintaksis (encoding). Perlu juga diperhatikan bawha detail dari setiap elemen apakah sesuai standar internasional (atribut inti), apakah deskripsi metadata sudah sesuai dengan pedoman, dan adakah kebijakan yang mengatur. 

Nampaknya skema metadata ini kurang diperhatikan di awal pembuatan perangkat repositori, sehingga menyebabkan pengindeksan di Google Scholar tidak tersedia. Celakanya ini menurunkan Nilai webometric repositori utamanya pada aspek visibilitas. Penggunaan skema sekali lagi harus sesuai dengan guide Google Scholar, dengan menambahkan atribut Dublin Core atau menggunakan perangkat yang disarankan. 

Bagaimana mengidentifikasi "skema metadata" repositori institusi? 

Berikut saya bagikan jurnal yang telah saya buat yang berasal dari skripsi. 

Judul

Penerapan skema metadata repositori institusi perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan penerapan skema metadata pada perangkat lunak repositori institusi perpustakaan perguruan tinggi di Kota Malang (Perpustakaan UB, Perpustakaan UM dan Perpustakaan UMM). Kebutuhan repositori institusi Perpustakaan UB ditunjang oleh BKG dan Eprints UB; Perpustakaan UM ditunjang oleh Mulok; serta Perpustakaan UMM ditunjang oleh GDL dan Eprints UMM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penerapan skema metadata pada repositori institusi dilakukan dengan cara analisis jenis skema metadata, atribut inti skema metadata, metadata deskriptif dan kebijakan metadata. Hasil yang diperoleh dari penerapan skema metadata yaitu penggunaan skema metadata terstandar (Dublin Core) dan skema metadata adaptasi (BKG Fields dan GDL Fields). Penggunaan skema metadata standar memudahkan pendeskripsian bibliografis dan menunjang pemeringkatan webometric repositori.

Kata kunci

Metadata; Institusional repositories; Academic libraries.

Unduh jurnal: 

Via JODIS ISIPII: Penerapan skema metadata repositori [...]
Via Researchgate: Penerapan skema metadata repositori  [...]

Lisensi CC BY SA tanpa NC?

Jika kamu telah membaca postingan sebelumnya berjudul "Penerapan repositori", diakhir paragraf saya menyebutkan Lisensi jurnal Khizanah CC BY NC SA. Lantas mengapa jurnal Jodis berlisensi CC BY SA?

  • NC NonKomersial — Anda tidak dapat menggunakan materi ini untuk kepentingan komersial.
Apakah materi jurnal Jodis ini dapat dikomersilkan? seperti apa bentuknya?

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner.

1 comment for "Mengidentifikasi "skema metadata" repositori institusi"

  1. Apakah kamu sudah tertarik mengkonversi skripsimu menjadi jurnal? atau ingin mengikuti konferensi agar terbit prosiding atau book chapter?

    Feel free to ask!

    ReplyDelete

Jika ada pertanyaan, saran, dan kritik membangun, silahkan tulis pada kolom komentar.
Jangan lupa kenalkan diri dulu, minimal nama dan asal daerah.

Salam Literasi