Perpustakaan Digital: Latar belakang, definisi, model dan evolusinya

Perpustakaan Digital: Latar belakang, definisi, model dan evolusinya

Perpustakaan digital muncul awal 1990an, diawali visi inspiratif dari pemikir-pemikir inovatif terkait penggunaan teknologi informasi untuk mengorganisasi dan mendesiminasikan pengetahuan. Ide ini dituangkan dalam bentuk esai oleh Welss dan ilmuan informasi dengan karyanya seperti Outlet, Bush dan licklider. Wells dan pemikirannya tentang “world brain” tahun 1938, waktu dalam genggaman, mahasiswa dapat melihat melalui layar buku dan dokumen apasaja, dalam sebuah replika. Akes universal juga diimpikan oleh wells. Visi ini nyata, ketika saat ini akses sumber elektronik dan ebook dapat menggunakan perangkat mobile dan laptop. Namun akses ini terbatas karena adanya hambatan aspek sosial dan kebijakan. 

Perpusatakan digital pada awal perkembangannya mengalami hambatan pada sisi teknologi, selanjutnya tantangan pada aspek kebijakan dan sosial. Perpustakaan digital berisi buku hingga representasi artefak 3D, konten digital, konten hasil alih media dari analog ke digital. Proses alih media konten digital adalah proses yang panjang, demikian memunculkan perjalanan baru bahwa pengetahuan terekam dan sumber informasi bebas dari koleksi fisik dan tersedia dalam bentuk digital.

Metode perekaman, pengiriman dan penyimpanan konten digital memiliki keuntungan akses, bentuk dan interaksi teks dan gambar dengan cara baru. Disisi lain, memunculkan tantangan dalam mengorganisasikan, mempresentasikan, mempreservasi dan melayankan ke pengguna melalui virtual space. Pada aspek organisasi, katalog tercetak menjadi pusat perhatian ketika tidak diterjemahkan ke digital. Hal ini menjadi awal penciptaan perpustakaan digital disertai ledakan skema metadata baru atau disebut juga metadata renaissance. Perpustakaan digital adalah sistem yang kompleks, tidak hanya repositori objek digital yang diasosiasikan dalam bentuk metadata, tapi juga sistem informasi di lingkungan jaringan yang menyediakan mekanisme penelusuran dan temu kembali serta mendukung interaksi pengguna. Ilmu komputer berperan dalam temu kembali informasi sehingga meningkatkan kemampuan teknis dan fungsional sistem perpustakaan digital. 

Evolusi perpustakaan digital ditandai beberapa fase tahun 1990an, 2000an dan agregasi skala besar dalam beberapa tahun terakhir. Perpustakaan digital telah berkembang ke kompleks, multilayer, sistem yang terdistribusi sejak koleksi digital dibuat dan tersedianya internet tahuan 1990an. Pada 2 dekade awal, perpustakaan digital dibangun sebagai entitas mandiri di perpustakaan, arsip dan museum. Selanjutnya penemuan sumber informasi menjadi tantangan pada beberapa tahun ini. Perpustakaan digital dalam skala besar seperti Digital Public Library of America, Europeana, atau HathiTrust, mengagregasi kontennya dari perpustakaan digital mandiri dan menyediakan portal untuk pencarian dan temua kembali secara global. 

Awal perpustakaan digital berfokus pada aspek infrastruktur teknis, selanjutnya aspek sistem. Kemudahan menjadi aspek penting dalam bidang perpustakaan digital, digunakan sebagai evaluasi sistem saat ini. Persepsi kegunaan dan kemudahaan berperan penting dalam adopsi pengguna untuk keperluan pendidikan. 

Perpustakaan digital saat ini merupakan fenomena baru dan kebanyakan baru dalam perkembangan sistem informasi. Tantangan  perpustakaan digital seperti pencarian, penerimaan dan pemanfaatan. Aspek sosial perpustakaan digital dan dukungan pengguna dalam penelitian dan aktivitas pendidikan merepresentasikan area yang dibutuhkan, untuk penelitian dan praktik. 

A. Definisi dan Model Perpustakaan Digital 

Terdapat beberapa istilah dalam fase awal pengembangan perpustakaan digital, seperti electronic library,” “virtual library,” “network-accessible libraries,”atau “libraries without walls”. Istilah perpustakaan digital  bermula dari National Information Infrastructure Initiative, secara cepat diterima, meskipun terlihat masih kabur dalam membedakan sumber elektronik yang diaskes dalam jaringan dan perpustakaan sebagai institusi. 

Definisi awal

Definisi perpustakaan digital mengilustrasikan kekakuan para peneliti dan praktisi dan fokus pada jaringan teknologi, format koleksi digital, organisasi dan akses universal. The Association of Research Libraries (ARL) mendefinisikan perpustakaan digital terdiri dari koleksi digital, penggunaan jaringan teknologi dan akses universal. Fox (1995) mendefinisakan perpustakaan digital sebagai sistem informasi jaringan membawa fungsi-fungsi baru perpustakaan  untuk mengorganisasi dan mengakses sumber informasi. Lesk (1997) menambahkan organisasi dari koleksi digital sebagai elemen kunci dan definsi sederhana dari perpustakaan digital. Selanjutnya komunitas perpustakaan mendefinisikannya sebagai perluasan perpustakaan tradisional mulai dari penyampaian betuk informasi baru dan layanan pengguna baru. Terakhir, The Digital Library Federation (DLF) mengatakan bahwa adanya peran baru dalam perpustakaan digital yaitu seleksi, pengawasan intelektual, penyediaan akses dan preservasi yang diterapkan di konten digital. Berdasarkan beragam perspektif tersebut, istilah perpustakaan digital selalu berkaitan dengan penggunaan teknologi jaringan, pengorganisasian koleksi digital, pemberian layanan, peyampaian informasi dalam bentuk digital dan akses universal untuk memudahkan pengguna. 

Definisi dan Perspektif Keberagaman

Definisi muncul pada dekade kedua pengembangan perpustakaan digital, menekankan aspek beragam dari sistem dan kombinasi komponen teknis dalam aspek sosial dan layanan. Perspektif aspek teknis, Borgman (1999) mendefinisikan perpustakaan digital sebagai kumpulan sumber elektronik dan dihubungkan dengan kemampuan teknis dalam penciptaan, pencarian dan penggunaan informasi. Perpustakaan digital dibangun, dikumpulkan dan diorganisasi untuk kepentingan pengguna dalam penyediaan informasi. Arm (2000) mengatakan definisi ringkas perpustakaan digital sebagai pengelolaan koleksi dalam format digital, pemberian layanan dan kemudahan akses untuk pengguna melalui jaringan.  Marchionini (2000) menekankan perpustakaan digital memiliki kombinasi peran perpustakaan tradisional dengan aspek komputerisasi. Witten dan Bainbridge (2003) menekankan konsep seleksi, organisasi dan pengelolaan koleksi digital (teks, video, audio) untuk akses dan temu kembali.

Selanjutnya definisi perpustakaan perpustakaan digital melalui perspektif sosioteknis, Bishop (2003) mendefinisikannya sebagai aspek sosio teknis sistem-jaringan teknologi, informasi, dokumen, pengguna, dan praktik.  Lagoze et al. (2005) mendeskripsikan karakteristik perpustakaan digital sebagai seleksi, layanan, kolaborasi dan fitur sumber informasi yang terkoneksi. Calhoun (2014) memperluas pemahaman perpustakaan digital meliputi arsitektur sistem perpustakaan dan konsep open access. Calhoun mengkombinasikan komponen sistim dan layanan, pengelola koleksi digital, arsitektur sistem dalam repositori,fitur pencarian, dan tampilan pengguna. 

Definisi di atas, menunjukkan adanya perkembagan perpustakaan digital saat ini. Perpustakaan digital berfokus pada aspek manajemen koleksi digital, layanan dan penyediaan sumber informasi digital, open acces, dan pengembangan arsitektur sistem perpustakaan digital. Perhatian perpustakaan digital mengarah kepada dukungan untuk kemajuan pengetahuan dan budaya yang kontennya dapat diakses secara terbuka. 

Model Perpustakaan Digital 

Model perpustakaan digital bertujuan untuk menyediakan fondasi untuk penelitian perpustakaan digital, common vocabulary, dan pengembangan model informasi seperti sistem.  Dua model perpustakaan digital yang dibahas yaitu The DELOS Manifesto dan The 5S. 

Model DELOS

DELOS Manifesto dibangun oleh DELOS Network of Excellence, peneliti dari Uni Eropa. Model ini memiliki 3 tingkat yaitu perpustakaan digital merepresentasikan organisasi, sistem  perpustakaan digital dan sistem manajemen perpustakaan digital (DLMS). 6 konsep diusulkan dalam model ini yaitu konten, pengguna, fungsionalitas, kualitas, kebijakan dan arsitektur. model 3 tingkatan menyediakan pendekatan untuk semua tingkatan dalam pengembangan dan penggunaan perpustakaan digital. Dibedakan pada infrastruktur teknis, software yang dibutuhkan dan pengelolaan perpustakaan digital. Sistem perpustakaan digital yang berinterksi dan organisasi yang bertanggung jawab untuk penyimpanan dan pengelolaan konten digital.

Model Delos perpustakaan digital
Model Delos perpustakaan digital via Candela et al. (2007b) dalam Xie & Matusiak (2016)

Model 5S

Model 5S (Societies, Scenarios, Spaces, Structures, Streams) merepresentasikan sistem kompleks antara koleksi digital, pengguna dan teknologi. Adapun sistem kompleks perpustakaan digital yaitu membantu memenuhi kebutuhan informasi pengguna (Societies), menyediakan layanan informasi (scenarios), mengorganisasikan informasi (structures), menampilkan informasi yang dapat digunakan (spaces), menceritakan informasi kepada pengguna (streams) (Fox, et al., 2012). Model 5S menyediakan taxonomi istilah perpustakaan digital dan telah digunakan untuk mengembangakan kurikulum perpustakaan digital untuk mendidik profesional perpustakaan digital masa depan. 

B. Evolusi Perpustakaan Digital 

1. Tahun 1990an

Beberapa tokoh pioner perpustakaan digital seperti Vannevar Bush and J.C.R. Licklider, serta H.G. Wells and Paul Otlet  merupakan pemikir prasejarah perpustakaan digital. H.G. Wells merupakan penulis terkenal science fiction dan utopian socialist. Ide wells yaitu akses universial luar bisa untuk pengetahuan dan memprediksi penggunaan gambar sebagai metode duplikasi untuk penciptaan “rekod mikroskopis perpustakaan” sungguh luar biasa. 

Paul Otlet seangkatan dengan H.G. Wells merupakan pendukung kuat untuk ensiklopedia universal. Outlet merupakan ahli bibliografi dari belgia, bapak dokumentasi dan pemikir inovatif yang berkontribusi dalam organisasi pengetahuan dan ilmu informasi. Teknologi yang otlet miliki yaitu penyelesaian kartu indeks dan mikrofotografi. Otlet membangun sistem yang menghubungkan rekod bibliografis, gambar dan kutipan dari publikasi. Sistem analog database distandarisasi dan digunakan untuk Universal Decimal Classification sebagai skema umum organisasi. Otlet menulis ide inovatif tentang kekuatan multimedia didalam difusi pengetahuan dan konsep dari mekanisme temu kembali. Kontribusinya dikenal sebagai nenek moyang internet. 

Vannevar Bush merupakan scientist dan engineer, mempublikasikan esainya “As We May Think” di tahun 1945, ketika menjabat kepala US Office of Scientific Research and Development. Dalam esainya, pada kemajuan fotografi dan microfilm, Bush memprediksi penggunaan foto untuk reproduksi dan penyimpanan yang efisien, yang disebutnya “compression” dari koleksi perpustakaan. Bush memimpikan proses otomasi penyimpan dan temu kembali menggunakan mikrofilm untuk mengandakan buku dan dokumen lain yang disimpan di dalam jenis baru alat yang disebut memex. Memex merupakan perangkat fisik menirukan meja tulis dan tersedia layar yang berisi material yang seandinya itu projeknya. Desain memex menggunakan teknologi analog tersedia tiap waktu. Mesin yang dikatakan Bush tidak pernah dibangun, namun pemikirannya menginspirasi generasi ilmuan informasi dan penemu lain. 

J.C.R. Licklider peneliti pertama yang memimpikan penggunaan tekonologi digital tidak hanya untuk membuar pengetahuan terekam tersedia untuk pengguna yang lebih effisien tapi juga memungkina adanya bentuk interaksi baru. Visinya menggantikan buku dan dokumen ke informasi yang ditransformasikan, menampilkan ide dan fakta dalam tingkatan informasi dan domain pengetahuan. Prediksi Licklider cukup akurat tentang kemunculan perpustakaan digital pada tahun 1994. Licklider berkontribusi pada pengemebangan jaringan komputer, sistem operasi, dan kecerdasan buatan. 

Periode antara tahun 1965 dan 1990 melihat pengembangan komputusi di luar lab penelitian, transisi dari sistem komputer model utama ke komputer pribadi dan pengembangan lingkungan informasi global yang terdistribusi. Jaringan komputer memungkinkan informasi antra beberapa komputer terhubung, namu itu adalah perluassan ARPANET dan pengenalan protokol jaringan standar yang pasti muncul dalam jaringan seluruh dunia, internet. 

Komputasi dikenalkan di perpustakaan tahun 1960an dan komunitas perpustakaan mengembangankan layanan online dan standar sendiri seperti MARC dan protokol Z39.50. MARC dibuat tahun 1960an sebagai format standar pertukaran rekod katalog. Library of Congress mulai mendistribusikan MARC record tahun 1969. Katalog online dibuat akhir tahun 1970an dan menjadi bagian sistem otomasi perpustakaan. Z 39.50 adalah protokol pertama dalam distribusi komputasi dan memungkin pencarian koleksi pada sistem terkontrol. MARC dan Z39.50 ini menjadi fondasi fase awal dalam pembangunan perpustakaan Digital. 

2. Tahun 1991-2001

Inisiatif Perpustakaan digital

Di US, pemerintah federasi menyediakan pendanaan sistemtaik untuk penelitian perpustakaan disponsori NSF pada tahun 1993-1994. Inisitif ini terbagi menjadi 2 fase, Fase I (1994-1998) berfokus pada teknologi informasi dan pengujiannya. Fase II (1998-2002) berfokus pada perluasan program diluar penelitian sistem informasi ke pengembangan konten, penggunaan dan kemudahan. Di UK, pemerintah mendanai melalui program Joint Information Systems Committee for the eLib tahun 1995. 

Contoh projek teratas perpustakaan digital yaitu Perpustakaan Digital Alexandria. Perpustakaan digital alexandria data spasial dan geografis  yang terdiri dari peta, peta penginderaan jauh, gambar, dan teks. Sistem diuji mencakup 4 komponen: graphical user interface, komponen katalog, komponen untuk menambahkan item baru, dan komponen penyimpanan. Pendekatan utama untuk proyek ini yaitu: (1) banyak kelas item koleksi, (2) antarmuka pengguna arsitektur perpustakaan digital dengan komponen katalog, (3) akses Internet oleh berbagai pengguna, (4) interoperabilitas dengan kegiatan perpustakaan digital lainnya, (5) desain berulang dengan memasukkan teknologi baru, dan (6) dukungan untuk fungsionalitas perpustakaan tradisional.

Projek Perpustakaan digital awal

Perpustakaan digital perseus, berawal dari versi 1.0 dimulai dengan CD-ROM hingga versi 4.0 berbasis JAVA yang terintegrasi dengan internet. Perseus memiliki koleksi digital berupa naskah yunani-romawi dan kebanyakan humaniora. Selanjutnya projek CORE, yang terdiri artikel jurnal kimia. CORE mengkonversi koleksi teks dan gambar di jaringan tersebar. Karakter unik dari dari projek ini yaitu scanning dan konversi sejumlah informasi; termasuk teks dan data grafis; fokus pada subjek khusus. 

Selanjutnya arxiv-pioner projek repositori; American Memory- proyek koleksi warisan budaya digital Library of Congress; and JSTOR-perpustakaan digital jurnal akademik. Arxiv dibuat oleh Ginsparg, diluncurkan tahun 1991, berisi karya elektronik bidang fisika, matematika, sains non linier, komputer, statistik. Arxiv telah berkontribusi pada implementasi gagasan repositori bagi para peneliti,  mendorong penciptaan pubmed dan merintis jalan baru untuk komunikasi ilmiah. American Memory berperan penting dalam pengembangan perpustakaan digital, digunakan sebagai projek percontohan tahun 1989 dan menjadi program perpustakaan digital nasional amerika pada tahun 1995. American Memory berisi hasil reproduksi digital dokumen asli meliputi teks, foto, peta, citra bergerak dan rekaman suara. JSTOR merupakan perpustakaan digital jurnal akademiki, untuk bidang ilmu sosial, seni, humaniora dan ilmu pengetahuan. JSTOR dimulai tahun 1995, dan baru-baru ini menambahkan koleksi buku. 

3. Tahun 2000an

Mass Digitization Projects

Projek digitalisasi massal mengacu pada konversi material dalam skala industri tanpa kurasi material khusus untuk digitalisasi. OCR digunakan untuk membuat teks lengkap dari dokumen digitalisasi mudah dicari. Google Book Project merepresentasikan digitalisasi masal besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan komersil bekerjasama dengan sektor warisan budaya. Dimulai tahun 2004, Google mendigitalisasi jutaan buku dan membuat teksnya dapat dicari. 

Selanjutnya Internet Archive, kelompok nonprofit, bekerja dengan perpustakaan besar di 6 negara, Kanada, Cina, Mesir, India, Belanda, dan Amerika Serikat untuk menggabungkan buku-buku digital ke dalam koleksi kelompok. Open Content Alliance (OCA) diciptakan oleh Kahle, juga menjadi pendorong Internet Archive. OCA fokus pada teks dan dokumen multimedia berbagai bahasa. 

Proyek Million Book, Didanai oleh NSF, merupakan proyek kolaborasi dengan mitra internasional di Indonesia, Cina, India, dan Biblioteca Alexandrina. Tujuannya untuk memajukan penelitian dan pengembangan di bidang machine translation, database terdistribusi, penyimpanan, penggunaan perpustakaan digital, distribusi dan keberlanjutan, keamanan, mesin pencari, image proccesing, OCR, language processing, dan hak cipta. Clair (2008) mengusulkan beberapa pendekatan untuk mengatasi hambatan hak cipta: identifikasi buku yang tidak diperbarui, buat daftar buku yang diterbitkan antara 1923 dan 1963, dapatkan ijin dari penerbit, digitalisasi publikasi pemerintah dan membuat dokumen buatan, khususnya bidang sains dan teknologi. 

Open Access Repositories

Open Access (OA) Repositories didefinisikan sebagai koleksi fulltext dokumen tersedia di dabatase onlie di internet yang dapat diakses secara bebas dan instan. Repositori Institusi dikelola oleh institusi riset sebagai penyimpan dari karya riset mereka. OA Repositori Institusi memajukan komunikasi ilmiah. Open Directory of Open Access Repositories (Open DOAR) menawarkan daftar repositori OA. Open DOAR melayankan untuk peningkatan dan dukungan aktifitas akademik dan peneliti dari komunitas global. Penerbitan OA meningkatkan kompleksitas dan keragaman pengembangan perpustakaan digital. Repositori OA dapat diklasifikasikan sebagai subject repository atau institusi.

4. Tahun 2010-

Perpustakaan digital skala besar mencerminkan generasi terbaru dari sistem temu kembali, dengan akses terpusat untu bermacam-macam materi ilmiah dan warisan budaya. Adapun karakteristiknya yaitu koleksi jumlah besar, keberagaman format, kebijakan pengembangan koleksi umum dan spesifik, fokus hak cipta, tingkatan akses dan interoperabilitas. Contohnya yaitu National Science Digital Library (NSDL), HathiTrust, the Digital Public Library of America (DPLA), dan  Europeana. 

NSDL merupakan salah satu perpustakaan digital dibangun untuk memajukan ilmu pengetahuan dan pendidikan matematika, disebut juga STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Tujuan NSDL yaitu untuk menyediakan siswa dan guru bermacam-macam sumber belajar dan pengajaran interaktif yang komprehensif, berkualitas tinggi dan  akurat. 

HathiTrust merepresentasikan contoh keberhasilan kolaborasi kerja repositori/ perpustakaan digital. HathiTrust berisi buku digital dan artikel jurnal, materi karya hak cipta dan domain publik. Tujuan utama HathiTrust untuk menciptakan koleksi ditigal yang komprehensif dimiliki oleh lembaga penelitian yang berpartisipasi. Tantangan utama HathiTrust adalah hak cipta, peneliti dapat mencari dokumen dengan hak cipta tetapi tidak dapat mengaksesnya jika institusi mereka bukan anggota. 

DPLA diluncurkan 2013, tidak hanya berfungsi sebagai pusat publik untuk akses untuk seluruh materi kebudayaan bebas biaya tapi juga sebagai platform untu perpustakaan dan institusi warisan budaya lain untuk memajukan era digital. DPLA terdiri dari tiga lapisan portal untuk website publik dengan fungsi pencarianl platform berisi infrastruktur teknis yang dibangun menggunakan software open source dan kerjasama dengan perpustakaan, museum, arsip, penyandang dana, universitas, sekolah dan insitusi lain. 

Europeana-perpustakaan digital eropa, museum, arsip  merupakan situs lintas domain dan warisan budaya. Europeana diluncurkan tahun 2008 dan didanai oleh komisi eropa. Europeana berisi materi warisan ilmiah dan budaya eropa serta berisi gambar, file, arsip, koleksi audio visual. 

Referensi : 

Xie, I., & Matusiak, K. (2016). Introduction to digital libraries.In Discover digital libraries: Theory and practice. Elsevier.

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Halo saya Gani! Saya blogger yang menginspirasi melalui tulisan, peneliti metadata, dan long-life learner.