Mengenal sumber informasi dan cara penelusurannya

Saat kita sedang menulis, sumber informasi yang digunakan sebagai bahan dan rujukan mendukung tulisan harus valid dan realibel. Selain itu, sumber yang digunakan sebaiknya relevan dan terbaru. 

Terdapat banyak sumber yang dapat diperoleh yaitu sumber primer, sekunder, tersier, referensi dan internet (Latifah, 2018). 

  • Sumber primer menjukkan adanya temuan baru pengetahuan. Contohnya paten, standar, makalah konferensi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, terbitan berseri.
  • Sumber sekunder berupa ringkasan dari sumber primer, dan digunakan alat bantu mencari sumber primer. Contohnya, ensiklopedia, kamus, biliografis, indeks, biografi dan katalog
  • Sumber tersier berupa ringkasan dari sumber sekunder. Contohnya indeks abstrak, bibligrafi dari bibliografi. 
  • Sumber referensi berupa terbitan yang disiapkan untuk menjawab pertanyaan tertentu dan disusun secara sistematis. Contohnya pedoman, ensiklopedia, kamus,atlas, gazetters, indeks, dan bibliografi, direktori, dan tesaurus
  • Sumber internet diperoleh saat melakukan pencarian sumber dengan medium internet dan perangkat desktop atau mobile. Contohnya pencarian melalui OPAC menghasilkan metadata/katalog, pencarian di search engine (Google, Google Scholar), database online (ebook, jurnal, artikel).

Sumber yang kita gunakan untuk menulis sesuai dengan kebutuhan, tema dan topik penulisan. Sumber tersebut harus dapat dengan mudah diakses. 

Sumber memiliki peranan cukup besar dalam penulisan, pada kebanyakan penerbit jurnal misalnya. Mereka memberikan prasyarat sumber yang digunakan minimal 5 tahun terakhir, 60% jurnal, tidak boleh menggunakan sumber blog karena dapat dengan mudah ditulis dan diubah orang lain.

Artikel ilmiah (Jurnal)

Artikel ilmiah dikategorikan sebagai sumber primer. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian yang disampaikan pada seminar dan konferensi ilmiah. 

Hasil penelitian dapat disampaikan dalam bentuk laporan, seperti mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya, laporan penelitian itu disajikan dalam bentuk skripsi untuk tingkat sarjana (S1), tesis untuk tingkat magister (S2), dan disertasi untuk (S3). 

Laporan penelitian biasanya dimuat dalam sebuah majalah ilmiah (bulletin atau jurnal ilmiah).

Baik artikel ilmiah atau jurnal, keduanya memiliki kesamaan yaitu hasil penelitian yang dilakukan oleh individu, kelompok dan komunitas ilmiah menggunakan prosedur dan tata cara sesuai kaidah penulisan dan metodologi penelitian. 

Penelusuran artikel ilmiah di Google Scholar

Menelusur sumber dapat menggunakan Google Scholar. Google Scholar merupakan mesin pencari sumber ilmiah yang menyediakan segudang artikel, jurnal, dan buku yang dapat diakses secara gratis. 

Sumber yang diperoleh Google Scholar berdasarkan indexing website ilmiah (Website yang menggunakan tag Dublin Core).

Menelusur dengan Kata Kunci

Ketikan kata kunci pada kotak penelusuran Google Scholar berdasarkan tema atau topik tulisan. Misalnya ketikan kata kunci Preservasi Digital Klik icon Cari.

Hasil pencarian menampilkan 2.000 hasil berupa jurnal, bab buku, dan terkadang buku lengkap. Pilih sesuai kebutuhan.

Terdapat filter (batasan) pada menu pencarian yang dapat diterapkan pada Google Scholar utamanya pembatasan pencarian berdasarkan rentang waktu (tanggal)

Pada kolom tiap hasil pencarian terdapat icon tertentu. 

  • Icon bintang menunjukkan dokumen tersebut dapat disimpan dan kita akan menerima update dari setiap pembaruan artikel yang berkaitan dengan judul tersebut.
  • Icon kutipan " untuk membuat daftar pustaka dari dokumen,
  • Dirujuk 4 kali, menunjukan artike telah dikutip oleh penulis lain, semakin banyak dikutip semakin bagus
  • versi HTML digunakan untuk membaca konten melalui web browser
  • [PDF] menunjukkan file tersebut dapat diunduh

Mengunduh artikel ilmiah, pilih judul atau klik pdf atau HTML. Maka secara otomatis, file terunduh secara otomatis.

Menggunakan Boolean Operator

Menelusur sumber di Google Scholar, pengguna dapat memanfaatkan Operator Boolean (AND, OR, NOT).

AND memberikan hasil penelusuran mengandung kedua kata kunci yang dimaksudkan. Misalnya menelusur internet AND banking, akan menjaring informasi yang mengandung kata kunci internet dan banking

OR menghasilkan informasi yang mengandung salah satu kata kunci atau kedua kata kunci. Contoh menelusur child OR diabetes, akan memperluas hasil penelusuran dengan kata kunci child atau diabetes

NOT memberikan hasil penelusuran yang tidak mengandung kata kunci yang tertulis dibelakang operator tsb. Misalnya, diabetes NOT non-insulin-dependent diabetes, hasilnya nanti akan mengandung kata kunci insulin selain non-insulin dependent (http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=410).

Pengunaan operator Boolean di Google Scholar

2.000 hasil penelusuran dengan kata kunci preservasi digital di Google Scholar dapat dipersempit dan diperluas dengan memanfaatkan Operator Boolean (AND, OR, NOT).

Sebagai contoh, kita akan menggunakan NOT untuk kata kunci Preservasi Digital tanpa membahas preservasi tradisional. 

Ketikan kata kunci Preservasi Digital NOT Preservasi Tradisional, pada kotak pencarian Google Scholar, lalu klik icon cari atau tekan enter pada keyboard.


Menggunakan operator NOT, hasil penelusuran dipersempit sehingga menghasilkan 292 hasil di Google Scholar dngan kata kunci Preservasi Digital NOT Preservasi Tradisional. 

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Sedang belajar Ilmu Kearsipan di FIB UI (S2). Untuk keperluan narasumber silakan hubungi saya, saya akan berusaha menyanggupinya.