Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meraih Beasiswa LPDP: Mengenal, Memulai dan Memenangkan

Meraih beasiswa sama halnya meraih tujuan (goal) yang diinginkan. Pelamar beasiswa perlu mengenal terlebih dahulu apa itu beasiswa, jenis dan manfaat yang diperoleh ketika mendapatkanya. Selanjutnya, akan muncul ketertarikandengan memulai mengumpulkan informasi, persyaratan, kriteria dan tenggat waktu. Ketika amunisi atau senjata untuk eksekusi sudah siap, barulah melamar beasiswa. Pelamar akan berkompetisi dan menunjukan kelayakannya diantara banyaknya pelamar lain dan mencoba untuk memenangkannya. Perlu usaha-usaha yang dilakukan untuk memperjuangkannya. Pelamar perlu untuk menghindari kesalahan-kesalahan, agar semakin besar peluang memenangkan beasiswa. Artikel ini dibuat dengan mengumpulkan beberapa artikel terkait beasiswa, kebijakan dan pedoman Beasiswa LPDP, hasil pengamatan secara langsung disertai dengan beberapa pengalaman penulis. Artikel ini diharapkan mampu mempermudah pelamar untuk meraih beasiswa terkhusus Beasiwa LPDP dan dapat diadaptasi untuk pedoman pelamar meraih beasiswa lainnya. Tulisan terbagi menjadi empat bagian yaitu: bagian I Pengenalan, Bagian II Memulai, Bagian III Memenangkan, dan Bagian IV Penutup.

Bagian I Pengenalan 

Beasiswa adalah hadiah, diberikan atas dasar prestasi akademik atau kombinasi dari akademik dan bakat, sifat atau minat khusus. Beberapa beasiswa lain didasarkan pada kebutuhan finansial (Studentaid.gov, 2020). Beasiswa mencakup seluruh biaya pendidikan, biaya hidup, perjalanan, akomodasi, asuransi, sarana dan prasarana pendukung belajar (Beasiswa Penuh). Sementara itu, terdapat juga beasiswa yang menanggung sebagian dari total biaya yang dibutuhkan (Beasiswa parsial) (Harususilo, 2019). Dengan memperoleh beasiwa, maka calon penerima beasiswa akan mendapatkan manfaat seperti mengurangi biaya saat menempuh studi, tanpa biaya sama sekali-bahkan ditanggung biaya hidup dan dana penunjang diberikan oleh penyedia beasiswa. Lebih lanjut, Valdes-Carletti (2018) menyebutkan alasan penting untuk melamar beasiwa seperti:

1.Jaringan/mentoring

Jaga komunikasi dan jalin hubungan baik. Beasiswa menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan para pemimpin di bidangnya, menerima bimbingan, dan menjalin hubungan. Jangan malu untuk bertanya kepada mereka bagaimana pelamar dapat membantu satu sama lain lebih jauh.

2.Menunjukan Ketrampilan

MITOS: Semua beasiswa didasarkan pada nilai. Ada banyak beasiswa yang didasarkan pada pengalaman kepemimpinan, terlibat di kampus, atau mengajukan proyek media. Jika pelamar menerima penghargaan, pamerkan di resume atau selama wawancara kerja. Memiliki penghargaan aktual dari organisasi luar yang memverifikasi keterampilan pelamar merupakan kredibilitas yang tidak bisa dibeli.

3.Personal branding dan promosi 

Setelah mengirimkan beberapa aplikasi beasiswa, pelamar akan lebih mengenal diri sendiri. Dan mengetahui apa yang membuat pelamar istimewa dan menonjol dibanding yang lain.

4.Berlatih untuk menulis

Saat pelamar menulis esai beasiswa, pelamar mencoba untuk menunjukkan diri sendiri. Ini konsep yang sama seperti menulis surat lamaran untuk pekerjaan. Esai beasiswa memiliki awal, tengah, dan akhir. Pelamar membutuhkan fakta dan bahkan mungkin penelitian. Last but not least, Pelamar membutuhkan sebuah narasi. Semua hal kecil yang mungkin tidak pelamar pikirkan adalah hal yang sama yang pelamar lakukan saat menulis surat lamaran.

Banyak beasiswa ditawarkan oleh pemerintah, sekolah/universitas, pekerja, individu, perusahaan swasta, organisasi non profit, komunitas, organisasi profesional dan sosial (Powell dan Kerr, 2020). Salah satu contoh beasiswa yang diberikan pemerintah seperti Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau lebih dikenal dengan Beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP adalah adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) dalam rangka pembiayaan pendidikan di dalam negeri atau luar negeri. Beasiswa LPDP terdiri dari beberapa jenis Beasiswa sebagai berikut:

1.Beasiswa Umum : Beasiswa Reguler, Beasiswa Dokter Spesialis, Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia, Beasiswa Disertasi, Beasiswa Kerja Sama Pendanaan (Co – Funding),

2.Beasiswa Afirmasi : Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Alumni Bidikmisi, Beasiswa Prasejahtera Berprestasi, Beasiswa Santri, Beasiswa Prestasi Olahraga Internasional, Beasiswa Prestasi Seni Internasional, Beasiswa Penyandang Disabilitas, Beasiswa Indonesia Timur, 

3.Beasiswa Targeted Group: Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), Beasiswa PNS/TNI/POLRI, dan Beasiswa Olimpiade Internasional (LPDP, 2019c).

Beasiswa LPDP menjadi salah satu beasiswa yang memberikan biaya penuh terhadap penerima beasiswa (Awardee). Adapun komponen pembiayan yang diterima oleh awardee terdiri atas: 1) Biaya program pengayaan bahasa: khusus penerima beasiswa afirmasi, 2) Dana pendidikan: Dana Pendaftaran, Dana SPP, Dana Tunjangan Buku, Dana Bantuan penelitian Tesis/Disertasi, dana bantuan seminar internasional, dana bantuan publikasi jurnal internasional, dan dana wisuda yang akan diberikan kepada awardee LPDP, 3) Dana pendukung: dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana keadaan darurat, tunjangan keluarga dan insentif universitas (LPDP, 2020d). Terdapat perbedaan pembiayaan dan pendanaan dana yang diberikan oleh LPDP kepada awardee. Hal ini merujuk pada (LPDP, 2020d), terdapat perbedaan pembiayaan berdasarkan tujuan studi dalam dan luar negeri, selanjutnya kota atau daerah studi.

Lebih lanjut, pada kondisi COVID-19, LPDP telah mengeluarkan beberapa keputusan sebagai contoh perpanjangan studi dengan prasyarat mencapai masa studi maksimum untuk masing-masing program;berada pada tahun terakhir perkuliahan; dan mengalami hambatan dalam pelaksanaan studi dan/atau penelitian akibat pandemi COVID-19 (LPDP, 2020g). 

Bagian II Memulai

Powell & Kerr (2020) menyebutkan langkah-langkah yang dapat pelamar lakukan untuk memulai melamar beasiswa, yaitu mengumpulkan informasi, persyaratan, kriteria dan tenggat waktu.

1. Mengumpulkan informasi

Informasi seputar persyaratan, prosedur pengajuan dan kebijakan beasiswa pada dasarnya dapat diperoleh di situs resmi penyedia beasiswa. Pelamar juga dapat memperoleh informasi dengan menelusur secara daring melalui Google, Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube. Pelamar dapat bertanya ke unit beasiswa di universitas, perusahaan, bertanya kepada teman, keluarga (Powell dan Kerr, 2020; Studentaid.gov, 2020), alumni penerima beasiswa (Rencanamu.id, 2020), mengikuti webinar dan expo beasiswa untuk memperoleh asupan informasi yang cukup untuk melamar beasiswa. Lebih lanjut, pelamar dapat menghubungi call center penyedia beasiswa melalui telepon. Informasi yang dikumpulkan dan diperoleh perlu disaring dan dipahami secara cermat dan teliti. Studentaid.gov (2020) menambahkan perlu menghindari pungutan untuk memperoleh beasiswa, karena informasi beasiswa diberikan secara terbuka dan gratis. 

Informasi, prosedur, mekanisme dan kebijakan Beasiswa LPDP dapat diperoleh di situs resmi LPDP, melalui tautan https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/. Situs ini juga berisi jenis beasiswa, daftar daerah afirmasi, daftar perguruan tinggi tujuan studi, unduhan: booklet beasiswa lpdp, format lampiran (I. Surat Izin Atasan untuk Mengikuti Seleksi LPDP 2019, Surat Rekomendasi (Semua Program), Format Surat Pernyataan, user manual pendaftaran hingga jadwal seleksi. Terkait pendaftaran beasiswa LPDP, pelamar dapat mengakses tautan https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/. Tautan ini khusus digunakan untuk mendaftar beasiswa yang meliputi: pembuatan akun, pendaftaran jenis program beasiswa (reguler, afirmasi, targeted group), pengisian rumpun, universitas dan program studi, pengisian Letter of Acceptance (jika ada), pemilihan lokasi tes, info terkait pendaftaran beasiswa lain yang sedang diikuti, pengisian formulir identitas diri, pendidikan terakhir, media sosial, data keluarga, unggah berkas kelengkapan berkas (ijazah, transkrip, surat rekomendasi, surat pernyataan, KTP, surat keterangan penerima bidikmisi/bagi alumni bidikmisi, sertifikat bahasa asing, surat keterangan sehat) dan esai beasiswa, penyampaian pengumuman/ status pelamar. User manual (Panduan Pengguna) pendaftaran, pengisian formulir dan unggah berkas dapat dilihat pada User manual: Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2020 (LPDP, 2020j).

Sementara itu, calon awardee juga dapat mengakses dan mengunduh dokumen panduan seperti Buku Panduan Penerima Beasiswa LPDP, Buku Panduan Pencairan Dana Beasiswa LPDP, Panduan Layanan Terkait COVID-19 melalui tautan https://www.simonev.lpdp.kemenkeu.go.id/Account/LogOn. Dokumen ini berisi hak dan kewajiban yang di dapat oleh awardee. Tautan ini juga digunakan oleh Awardee LPDP untuk menuliskan progress/report selama studi, pencairan dana pendidikan dan pendukung hingga info personal seperti universitas, masa studi, domisili dan beberapa data lainnya. 

Situs penting lainnya untuk bertanya, menyampaikan keluhan hingga kendala selama studi, baik pelamar dan awardee dapat mengakses tautan https://bantuan.lpdp.kemenkeu.go.id/. Tautan ini berisi pertanyaan dan jawaban (FAQ) terkait program LPDP termasuk Beasiswa LPDP. Pengguna dapat meminta informasi dan bertanya kepada LPDP, bebas biaya dengan mengajukan tiket bantuan. Tiket bantuan ini nanti akan dijawab oleh Customer Service LPDP. Pengguna cukup mendaftarkan diri menggunakan email, menuliskan jenis keluhan (misal layanan beasiswa/lainnya) kepada LPDP. Tiket akan dibalas melalui tiket yang telah dibuat (LPDP, 2020f). 

Pelamar dapat menghubungi call center LPDP 24 jam di 1500652 dan bertanya atau menyampaikan keluhan atau mengkonfirmasi tiket bantuan agar dapat segera di follow up oleh LPDP. Selain itu, pelamar dapat mengunjungi gedung LPDP secara langsung di Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91, Menteng, Jakarta 10330 (LPDP, 2020f). Beasiswa LPDP juga official account (OA) Instagram @lpdp_ri dengan 497ribu Follower dan 429 postingan berisi update informasi terkini LPDP (LPDP, 2020e), OA Twitter @LPDP_RI dengan 109ribu pengikut dan 7.517 tweet (LPDP, 2020i), OA Laman Facebook @LPDPKemenkeu dengan 117,905 orang menyukai . LPDP juga memiliki Youtube LPDP RI dengan 9.3 ribu Subscribers dan 145 video yang diunggah berisi mengenai video profil, program, persiapan keberangkatan (PK), dan acara-acara yang diselenggarakan oleh LPDP (LPDP, 2020l). 

2. Persyaratan

Setiap penyedia beasiswa memiliki persyaratan tertentu dan berbeda dengan lainnya. Pelamar harus memerhatikan persyaratan yang diminta, mengorganisasikan dokumen yang dibutuhkan, dan membuat daftar/list apa saja yang diperlukan, seperti surat lamaran, transkrip nilai, esai, resume, surat rekomendasi, dan biaya pendaftaran (Uopeople.edu, 2019). Pelamar perlu memerhatikan persyaratan apakah wajib dilampirkan dan diisikan atau opsional sebagai pelengkap (Rencanamu.id, 2020). Poin penting dalam mempersiapkan persyaratan adalah membuat daftar persyaratan (lihat lampiran 1) dan menyiapkan dokumen pendukung yang bisa diletakkan di map khusus untuk mendaftar. Pengelolaan dokumen yang baik, akan mempermudah temu balik dokumen. pelamar atau masyarakat perlu memerhatikan dan menerapkan pengelolaan dokumen ini. Dokumen yang hilang ataupun rusak sebisa mungkin dihindari, apabila bisa dimintakan surat keterangan hilang atau sedang proses pembuatan baru seperti KTP. 

Beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar Beasiswa LPDP pada dasarnya sesuai dengan program beasiswa yang diambil. Berikut ini adalah persyaratan umum pendaftaran Beasiswa LPDP, sebagai berikut:

a.WNI

b.Telah menyelesaikan studi, 

c.Tidak sedang on going atau telah menempuh studi, 

d.Surat izin belajar bagi yang sedang bekerja

e.Surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba, 

f.Surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidangnya

g.Memilih perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan LPDP, 

h.Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan khusus

i.Memenuhi persyaratan Bahasa sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan khusus 

j.Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler

k.Melampirkan rencana studi bagi program magister 

l.Menulis proposal studi baik pendaftar jenjang pendidikan magister maupun doktoral

m.Melampirkan Proposal Penelitian bagi pendaftar program doktoral (LPDP, 2019b).

Adapun persyaratan khusus pendaftaran beasiswa sesuai dengan jalur atau program yang diambil. Berikut persyaratan khusus Pendaftar Beasisiwa Reguler:

a.Bersedia menandatangani surat pernyataan

b.batas usia pendaftar per 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu: berusia paling tinggi 35 tahun untuk magister dan berusia paling tinggi 40 tahun untuk doktoral. 

c.Memiliki IPK sekurang-kurangnya 3,00 skala 4 untuk magister dan sekurang-kurangnya 3,25 untuk doktoral.

d.Memiliki LoA Unconditional dari perguruan tinggi yang ada dalam list LPDP khusus untuk pendaftar jenjang Doktoral;

e.Memiliki sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dan diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) atau lembaga bahasa arab (khusus TOAFL)

1)Pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, TOEIC® 630, atau TOAFL 500 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.

2)Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80; IELTS™ 6,5; TOEIC® 800; atau TOAFL 550 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.

3)Pendaftar program doktoral dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 530; TOEFL iBT® 70; IELTS™ 6,0; TOEIC® 700; atau TOAFL 530 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.

4)Pendaftar program doktoral luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94; IELTS™ 7,0; TOEIC® 850; atau TOAFL 550 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk;

5)Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

f.Wajib menyelesaikan masa studi paling lama 24 bulan untuk magister dan 48 bulan untuk doktoral. Apabila lebih dari batas waktu yang ditentukan wajib melaporkan kepada LPDP dan menerima keputusan dari LPDP (LPDP, 2019b).

Merujuk persyaratan di atas, persyaratan umum berlaku untuk setiap jalur atau program beasiswa. Sedangkan tiap jalur atau program seperti beasiswa afirmasi jalur afirmasi memiliki perbedaan seperti: 1) Alumni Bidikmisi yang telah lulus jenjang pendidikan sarjana dengan jangka waktu kelulusan paling lama 2 (dua) tahun dari tahun kelulusan S1; 2) surat keputusan penerima beasiswa Bidikmisi yang dikeluarkan oleh kementerian atau perguruan tinggi terkait. 3) IPK Minimal 3.50 pada skala 4.0; 4) sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris untuk Pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 400, TOEFL iBT® 33, IELTS™ 4,5, TOEIC® 400, atau TOAFL 400. Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT® 61, IELTS™ 6.0, TOEIC® 630, atau TOAFL 500 (LPDP, 2019a). Tiap jalur atau program beasiswa lpdp memiliki perbedaan dalam hal persyaratan khusus sesuai dengan jenis Beasiswa seperti beasiswa umum,beasiswa afirmasi dan beasiswa targeted group. 

3. Kriteria 

Kriteria ini merujuk sesuatu hal yang wajib dimiliki oleh pelamar. LPDP dalam memilih pelamar berdasarkan kelayakan pelamar (melalui serangkain tahapan seleksi). Adapun proses seleksi beasiswa LPDP terdiri dari seleksi administrasi, seleksi berbasis komputer dan wawancara (LPDP, 2019c). 

a. Seleksi administrasi

Tahapan pengecekan data dan dokumen yang telah diunggah oleh pelamar. Tahap ini, pelamar sebelumnya telah mengisi data dan mengunggah dokumen yang nantinya akan di crosscheck pada saat seleksi subtansi (LPDP, 2019b). Merujuk FAQ LPDP (2020a) apabila pelamar tidak memberikan data, dokumen, dan informasi dengan benar, tidak diperkenankan mengikuti proses seleksi beasiswa dan selanjutnya akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) pendaftar LPDP. 

Hal menarik yang penulis temukan ketika mengunggah berkas “Ijazah S1 dan Transkrip akademik”, bahwa dalam persyaratan wajib adalah “telah menyelesaikan studi”. Berdasarkan pengalaman penulis, apabila belum memiliki ijazah, bisa digantikan dengan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan apabila tidak ada, dapat diganti dengan “Surat Keterangan Telah Mendaftar Yudisium dan Transkrip Akademik Sementara”. Penulis menggunakan Surat Keterangan Telah Mendaftar Yudisium, karena belum memperoleh SKL. Penulis sendiri melaksanakan Ujian Skripsi pada 22 Mei 2018 dan mengajukan dan memperoleh Surat Keterangan Telah Mendaftar Yudisium pada 7 Juni 2018. Penulis lulus 11 Juli 2018 atau menyelesaikan studi S1 selama 3 tahun 11 bulan. Sementara pembukaan Beasiswa LPDP tahun 2018 dalam negeri hanya dibuka sekali dalam setahun pada  7 Mei - 8 Juni 2018. Sedangkan, pembukaan beasiswa LPDP luar negeri dibuka pada 2 Juli -21 September 2018 (Tirto.id, 2018). 

Merujuk pembukaan beasiswa LPDP, pelamar yang mendaftar pada tahun 2018 dalam negeri tersebut, sudah harus menyelesaikan studi S1 tepat waktu apabila ingin langsung meneruskan studi lanjut. Terlebih lagi, untuk mahasiswa Alumni Bidikmisi, hanya diberikan kesempatan mendaftar melalui jalur ini, maksimal dua tahun setelah kelulusannya (LPDP, 2019a). Apabila melewati batas yang ditetapkan pelamar tetap bisa mendaftar selain pada jalur alumni bidikmisi. 

Dalam perkembangannya, pembukaan Beasiswa LPDP tahun 2019 berubah dan menjadi hal positif bagi pelamar. Hal ini dikarenakan, mekanisme pendaftaran dalam negeri dan luar negeri dilakukan dua kali dalam setahun, informasi beasiswa dilakukan pada 26 April 2019. Pembukaan Pendaftaran Beasiswa LPDP dalam dan luar negeri gelombang pertama dibuka 10 Mei - 31 Mei 2019. Sedangkan diluar negeri, dibuka 1 Juli – 10 September 2019 (LPDP, 2019c). Ada kesempatan dua kali, bagi pelamar yang ingin mendaftarkan beasiswa di tahun yang sama. 

b. Seleksi Berbasis Komputer

Tahapan ini dapat dilaksanakan setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Materi dalam Seleksi Berbasis Komputer meliputi: Tes Potensi Akademik atau Tes Intelijensi Umum; Soft Competency atau Tes Karakter Kepribadian; dan On the spot essay writting.Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik (LPDP, 2019b). Pelamar harus banyak belajar dan latihan soal-soal TPA serta update informasi berita terkini untuk dapat mengerjakan On the spot writing yang diberi waktu 30 menit.

TPA menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), nilai langsung dapat dilhat di hari yang sama. Nilai TPA penulis berada pada urutan tengah-tengah dari sekitar 78 peserta dari sesi jam 13.00 – 17.30 WIB untuk skor TPA. Adapun jumlah peserta seleksi berbasis komputer untuk lokasi surabaya total 622 peserta. Ada 18 lokasi yang ditentukan LPDP untuk seleksi berbasis komputer dan wawancara. Sedangkan kuota beasiswa LPDP tahun 2018 yaitu sebanyak 4.000 penerima, dihitung secara keseluruhan tidak hanya program magister (Tirto.id, 2018).

Merujuk LPDP (2020b, 2020c), Program Beasiswa Pendidik dan Perguruan Tinggi Utama Dunia tidak mencantumkan seleksi Berbasis Komputer pada tahapan seleksi Beasiswa LPDP. Hal ini juga perlu menjadi perhatian pelamar, bahwa tidak lagi ada seleksi berbasis komputer. Hanya ada tahapan seleksi administrasi dan subtansi. 

c. Seleksi Wawancara/Subtansi

Verifikasi dokumen asli pendaftaran oleh verifikator LPDP dan wawancara untuk menentukan kelayakan pelamar menjadi awarde LPDP. Pelamar melakukan proses verifikasi dahulu, sebelum ke tahap wawancara. Apabila ada dokumen tidak sesuai dan pemalsuan, maka pelamar tidak bisa megikuti wawancara. Pelamar yang melakukan pemalsuan data atau dokumen tidak dapat mendaftar kembali pada semua program beasiswa LPDP (LPDP, 2019b).

Penulis ketika verifikasi dokumen asli, membawa SKL yang baru penulis miliki saat seleksi subtansi dan surat keterangan telah mendaftar wisuda karena belum memiliki “ijazah S1”. Selain itu, dokumen lain juga dilakukan proses pengecekan satu per satu. Sudah ada format terkait lembar pegecakan dokumen dan akan dicek oleh panitia dari LPDP. Penulis lolos ke tahap selanjutnya yaitu wawancara. 

Saat wawancara, ada tiga orang interviewer yaitu dari akademisi (Guru Besar), Perwakilan LPDP dan Psikolog. Ketika itu penulis menunggu dari pagi, dan sekitar pukul 17.15 WIB, penulis memasuki ruang wawancara. Terdapat beberapa interviewer di berbagai bidang, penulis sendiri masuk bidang teknologi informasi. Adapun seputar pertanyaannya dari perwakilan LPDP terkait diri anda, kontribusi yang telah anda lakukan, pertanyaan menarik salah satunya “apa yang bisa anda lakukan terkait keilmuan saudara untuk bangsa indonesia?” Kemudian interviewer bertanya terkait rencana studi, melihat rekam jejak digital, kebetulan penulis memiliki “blog pribadi” dan jurnal ilmiah yang telah terbit sangat diapresiasi oleh interviewer tersebut. Ibu psikolog, bertanya berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana untuk mengatasinya. Terakhir, pertanyaan penutup dari perwakilan LPDP “Anda sudah melakukan semua, baik itu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebenernya anda mau menjadi apa ? Dosen atau Pemimpin?” 

Lebih lanjut, berdasarkan pengamatan penulis, pelamar yang dipilih LPDP memiliki kriteria sejalan dengan visi, misi, tujuan, fokus dan program LPDP. 

a. Visi 

Menjadi lembaga pengelola dana terbaik di tingkat regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.

b. Misi 

1) Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan.

2) Mendorong riset strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset.

3) Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan dana abadi pendidikan yang optimal.

4) Sebagai last resort, mendukung rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam melalui pengelolaan dana cadangan pendidikan.

c. Tujuan, Fokus dan Program LPDP

1) LPDP mengarahkan segenap usahanya guna mencetak pemimpin masa depan yang tersebar di berbagai bidang. Pengelolaan dana abadi pendidikan ini bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi. Selain itu, LPDP juga bertujuan mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana.

2) LPDP berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia. Beberapa di antara prioritas yang menjadi fokus LPDP antara lain; teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial-budaya (LPDP, 2020k).

Merujuk penjabaran di atas, pada dasarnya Visi LPDP sudah dijelaskan secara jelas bahwa pelamar yang dibutukan adalah ia yang mampu menjadi pemimpin masa depan dan inovatif demi mewujudkan Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. LPDP selanjutnya menjalankan misinya untuk mewujudkan visi tersebut. Tujuan, fokus dan program LPDP digunakan sebagai acuan dalam mewujudkan visi dan misi LPDP.

4. Tenggat waktu

Tenggat waktu dalam mendaftar beasiswa bergantung pada penyedia beasiswa. Apabila telah melewatkan batas pendaftaran, jangan putus asa dan cari informasi beasiswa lainya yang masih dapat dilamar (Studentaid.gov, 2020). Membuat daftar tenggat waktu beasiswa dan mempersiapkan lebih awal sebelum masa pendaftaran beasiswa akan mempermudah mempelajari informasi beasiswa dan memperpanjang waktu persiapan. 

Pelamar perlu memerhatikan tenggat waktu dengan melihat pendaftaran beasiswa yang telah dilaksanakan, sebagai langkah persiapan apabila sewaktu-waktu pendaftaran dibuka. Selain itu, pelamar juga perlu memerhatikan program beasiswa apa saja yang dibuka. Berikut pendaftaran Beasiswa LPDP yang dilaksanakan pada tahun 2017-2020 yang dapat digunakan sebagai contoh mempersiapkan diri sebelum mendaftar. Tidak semua program beasiswa LPDP dibuka, pada tahun 2017 dan 2018 gelombang pendaftaran dibagi menjadi 2 tahap: tahap 1 untuk studi tujuan dalam negeri dan tahap 2 untuk tujuan studi luar negeri. 

Pada tahun 2019, dibuka 2 gelombang baik dalam negeri dan luar negeri. Sementara pada tahun 2020 ini, LPDP hanya membuka dua program beasiswa: Beasiswa Pendidik dan Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia Lihat tabel 1 dan selengkapnya lihat lampiran 2. Awalnya Beasiswa LPDP akan membuka pendaftaran pada bulan Maret 2020, namun ditunda dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan LPDP Tahun 2020 (LPDP, 2020h).

Tabel 1. Jadwal pelaksanaan pendaftaran beasiswa LPDP dari tahun ke tahun

KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN

2017 2018 2019 2020

Pembukaan - - 7 Mei 2 Juli 10 Mei 1 Juli 6 Oktober

Penutupan 3 April 14 Juli 8 Juni 21 September 31 Mei 10 September 20 Oktober 

Sumber: hasil olahan penulis, 2020

Merujuk penjelaan dan tabel di atas, pembukaan pendaftaran LPDP akan pada awal maret hingga juni. Sementara durasi pendaftaran kurang lebih 1 bulan dari pembukaan. Pelamar beasiswa LPDP harus segera mempersiapkan diri sebelum tenggat waktu tersebut karena pembukaan pendaftaran dan program beasiswa yang dibuka bisa berubah.

Bagian III Memenangkan

Beberapa tips di bawah ini dapat dipelajari dan diterapkan pelamar untuk memenangkan beasiswa, sebagai berikut: 

1.Jujur

Lamar beasiswa  yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi. Beasiswa akan mencantumkan persyaratan kelayakan mereka, sehingga pastikan mencocokkannya kapasitas diri sebelum membuang waktu untuk melamar (Uopeople.edu, 2019). LPDP memberikan kebijakan, bahwa pelamar yang memaksakan diri bahkan hingga memalsukan dokumen akan terkena daftar hitam dari penyedia beasiswa. Beasiswa LPDP bahkan akan memberikan daftar hitam pada pelamar yang melakukan tindakan tersebut. Pelamar bahkan tidak bisa mendaftar seluruh program beasiswa LPDP. Apabila pelamar sudah tida memenuhi kelayakan yang diberikan oleh penyedia, sebaiknya memperpsiapkan diri terlebih dahulu

2.Peduli

Interviewer beasiswa memiliki banyak informasi dan aplikasi untuk dilihat, jadi pastikan hanya memberikan informasi yang Interviewer minta. Seringkali, Interviewer akan memberi kesempatan untuk menambahkan wawasan tambahan yang mungkin berguna untuk diketahui pelamar dalam proses peninjauan mereka, jadi pelamar mungkin memiliki kesempatan terbuka untuk berbagi dengan Interviewer di bidang itu (Uopeople.edu, 2019).

Salah satu aspek yang dilihat oleh Interviewer, saat penulis wawancara adalah rekam jejak digital. Interviewer menelusur publikasi jurnal yang pernah penulis terbitkan di jurnal khizanah al-hikmah, Jurnal Ilmu perpustakaan dan Informasi. Interviewer juga berbagi pengetahuan terkait Sinta atau indexing jurnal di Indonesia yang menilai kualitas jurnal. Selain itu, blog pribadi penulis berisi tugas dan catatan pengalaman selama kuliah bisa diakses melalui tautan www.ganipramudyo.web.id/ ikut dilihat oleh interviewer. Interviewer sangat mengapresiasi tulisan dan blog yang penulis publikasikan.  

3.Bersikap proaktif

Keseluruhan prosesnya Beasiswa bisa membuat pelamar kewalahan, tetapi pelamar bisa mengurangi perasaan itu dengan bersikap proaktif. Mulailah lebih awal dan periksa sebelum mendaftar atau diterima di universitas untuk beasiswa yang ingin dilamar. Faktanya, banyak beasiswa diberikan bahkan sebelum masa sekolah dimulai (Uopeople.edu, 2019).  

Penulis juga aktif menelusur informasi melalui kakak kelas, menanyakan pengalaman terkait pendaftaran beasiswa LPDP, saat menerima beasiswa, terkait pelaksanaan perkuliahan program studi. Selain itu, penulis juga berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik untuk melanjutkan studi ini. Sangat penting untuk berkomunikasi dengan orang tua, untuk melanjutkan studi magister.

4.Memenuhi tenggat waktu

Buat spreadsheet atau daftar beasiswa yang dilamar dengan tenggat waktu. Membuat daftar adalah cara yang baik untuk tidak pernah melewatkan tenggat waktu (Uopeople.edu, 2019). Pelamar disarankan untuk mendaftar lebih awal sebelum hari H penutupan. Hal ini dikhawatirkan website Beasiswa LPDP mengalami gangguan seperti server down yang berakibat gagal dalam proses pendaftaran. Hal ini tentu harus dihindari oleh pelamar. Penulis sendiri melakukan pendaftaran h-1 penutupan beasiswa karena masih mengurus Surat Keterangan Telah Mendaftar Yudisium. Penulis bersyukur karena website beasiswa LPDP tidak mengalami gangguan.

5.Persiapan untuk wawancara

Beberapa beasiswa memerlukan wawancara langsung atau virtual. Pelamar dapat mempersiapkan ini dengan mempraktikkan pertanyaan wawancara umum sendiri atau dengan teman atau anggota keluarga. Semakin siap pelamar, semakin besar kemungkinan akan terkesan! (Uopeople.edu, 2019). Sebelum tahap Seleksi Substansi, penulis aktif bergabung di grup whatsapp LPDP subtansi Malang serta ikut kegiatan berbagi bersama Awardee LPDP bertempat di UM. Terdapat banyak Awardee LPDP yang semangat membagikan pengalamannya ketika Lolos seleksi subtansi LPDP di UM. Mereka menceritakan bahwa ada yang langsung lulus, dua kali mencoba baru lulus dan bahkan ada yang tiga kali baru lulus. Mereka memiliki pengalaman berbeda ketika pengecekan dokumen, leaderless group discussion (tidak lagi menjadi bagian dari tahapan seleksi subtansi sejak pendaftaran tahun 2019 (LPDP, 2019c)) dan wawancara. 

Lebih lanjut, pelamar perlu menghindari kesalahan-kesalahan dalam melamar beasiswa demi meningkatkan kesempatan memenangkan beasiswa, sebagai berikut:

1.Gagal menjawab pertanyaan seputar esai yang ditulis

Interviewer yang menilai esai beasiswa akan mencari pernyataan yang pelamar tulis dalam esai. Jadi sangat berharga menginvestasikan waktu untuk membuat esai yang lebih baik dan sesuai yang dilakukan (Bridgestock, 2015). Dua esai penulis yang telah jelaskan di depan interviewer, beberapa pernyataan memunculkan pertanyaan dan apabila ada yang terlewat pasti akan ditanyakan. Interviewer pada waktu itu, tertatarik ketika penulis melakukan pengabdian mayarakat di taman baca mayarakat (TBM), apa yang penulis lakukan dan peran apa yang diambil. Selain itu, interviewer juga tertarik, ketika penulis menjadi student employeement di Fadel Muhammad Resource Center FIA UB, dibayar berapa dan melakukan apa saja. Setiap pernyataan yang ditulis di esai akan ditanyakan oleh interviewer. Pelamar harus mengingat dan mampu mempresentasikan dengan jelas di depan interviewer. 

2.Melewatkan batas waktu pendaftaran beasiswa

Hal ini secara dramatis mengurangi peluang pelamar untuk sukses. Mungkin sulit untuk membuat dan menyiapakan persyaratan tepat waktu, karena menyiapkan dan membuat dokumen memerlukan waktu berbeda. Strategi terbaik adalah mulai meneliti beasiswa yang relevan jauh sebelum tanggal pendaftaran yang pelamar inginkan (setahun penuh ke depan jika memungkinkan), dan kemudian membuat jadwal sehingga pelamar dapat mengatur beban kerja dan memprioritaskan pendaftaran yang paling mendesak 

Program Beasiswa LPDP afirmasi untuk jalur alumni bidikmisi menyarankan untuk perkuliahan tahun berikutnya. Penulis diterima pada tahun 2018 dan melaksanakan perkuliahan di pada september 2019. Hal ini dikarenakan, awardee LPDP wajib melaksanakan program pengayaan bahasa selama 6 bulan untuk toefl dibawah 400 dan 3 bulan untuk toefl dibawah 450. Selain itu, awardee juga wajib melaksanakan persiapan keberangkatan (PK) sebelum benar-benar aktif dalam perkuliahan. Berdasarkan hasil pengamatan penulis, skema beasiswa LPDP saat ini semakin fleksibel terkait intake/perkuliahan dan PK yang sekarang dilaksanakan secara daring. Oleh karena itu, pelamar perlu juga memerhatikan dengan seksama, apabila melewatkan kesempatan pendaftaran tahun ini, makan perkuliahannya akan mundur. 

3.Kesalahan kata dan kalimat dalam lamaran/esai/surat pernyataan 

Kesalahan ketik seperti bukan masalah besar, tetapi detailnya dapat membuat perbedaan. Interviewer yang membaca lamaran beasiswa dari pelamar cenderung dipengaruhi - baik secara sadar atau tidak - oleh kesalahan seperti kesalahan ejaan atau tata bahasa, tanda baca atau kata-kata yang hilang, atau bahkan hanya gangguan dalam tata letak seperti ukuran font yang tidak cocok. Temukan teman yang bersedia, anggota keluarga atau mentor dengan perhatian yang baik untuk detail, dan minta dia untuk mengoreksi setiap lamaran beasiswa sebelum pelamar mengirimkannya (Bridgestock, 2015).

Penulis sendiri ketika menulis esai meminta seorang teman untuk meriview. Teman penulis merupakan seorang penulis buku. Berkat masukannya, esai penulis menjadi semakin baik dan terhindar dari kesalahan kata, kalimat dan paragraf.

4.Gagal menarik perhatian interviewer

Agar berpeluang menonjol dari pelamar lain, pelamar harus memastikan lamarannya menarik perhatian interviewer. Mulailah dengan pernyataan yang meyakinkan, dan pastikan teks hidup secara keseluruhan. Buat paragraf pendek dan terhubung dengan baik, dan buat mudah diingat dengan memasukkan detail, kutipan, atau contoh yang relevan (Bridgestock, 2015).

Pelamar bisa mencari tahu pengalaman orang lain dengan menelusur melalui internet, berlatih bersama teman dan bersama kakak kelas atau awardee LPDP. Penulis mengawali deskripsi diri dengan memperkenalkan identitas diri, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, penelitian dan pengabdian, presetasi dan kegiatan yang pernah diikuti. Pelamar dapat memperkenalkannya sesuai dengan curriculum vitae. Selain, pelamar juga dapat mempresentasikan esai yang dibuatnya.

5.Melamar beasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk pelamar

Ada ribuan skema beasiswa di seluruh dunia, masing-masing dengan kriteria kelayakan yang jelas. Memilah-milah opsi untuk menemukan yang relevan adalah tugas yang sangat berat, dan pelamar mungkin tergoda untuk mengirimkan beberapa lamaran tanpa memeriksa kriteria secara menyeluruh. Sayangnya, jika pelamar melamar beasiswa yang tidak memenuhi syarat, pelamar tidak akan berhasil bahkan jika menulis esai lamaran terbaik dunia. Gunakan daftar beasiswa dan database untuk mengidentifikasi skema yang sangat cocok dengan profil diri sendiri (Bridgestock, 2015).

Contohnya apabila melamar beasiswa LPDP, maka persyaratan wajib harus dipenuhi seperti sudah meneyelesaikan studi atau tidak on going, standar minimal IPK, TOEFL, beberapa dokumen lain. Hal pelamar yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan gagal dalam proses seleksi administrasi dan tidak bisa melanjutkan ke tahap seleksi berbasis komputer. 

6.Tidak mendaftar sama sekali! 

Sejumlah mahasiswa dengan mengejutkan tidak mengajukan permohonan beasiswa sama sekali, karena banyaknya mitos dan kesalahpahaman. Seringkali, mahasiswa berpikir bahwa mereka tidak akan memiliki peluang untuk sukses, bahwa prosesnya akan memakan waktu terlalu lama, atau bahwa tidak ada skema di luar sana yang sesuai dengan latar belakang dan ambisi mereka sendiri. Tetapi ketika mewawancarai para pemenang Beasiswa QS, saran paling umum untuk mereka adalah mengingat bahwa semua orang memulai dengan keraguan yang sama dan tetap berusaha. Jadi: lamar, lamar, lamar! (Bridgestock, 2015) 

Penulis ketika mengetahui ada beasiswa LPDP untuk alumni bidikmisi yang semua ditanggung penyedia langsung membulatkan niat dan tekad untuk meraihnya. Berawal dari perbincangan kakak kelas ketika menjadi panitia seminar di kampus, penulis selanjutnya termovitasi untuk memulai persiapan dan menelusur informasi syarat apa saja yang dibutuhkan. Ketika itu, penulis masih duduk semester 5 dan sangat antusias untuk meneruskan pendidikan magister. Penulis bersyukur mendapatkan informasi lebih karena disana ada harapan yang ingin diwujudkan. Hingga akhirnya, penulis menjadi awardee lpdp sekarang ini, lulus studi S1 langsung melanjutkan beasiswa. 

Bagian IV Penutup

Meraih beasiswa adalah keinginan dan harapan bagi setiap orang. Meraih bebasiswa membutuhkan usaha dan perjuangan. Tidak setiap orang langsung berhasil mendapatkannya, bahkan sering gagal dan akhirnya mampu meraih beasiswanya. Adanya beasiswa membantu meringankan biaya pendidikan bahkan semua kebutuhan biaya ditanggung oleh penyedia. Beasiswa LPDP sebagai salah jenis beasiswa yang disediakan pemerintah melalui Kemekeu diberikan kepada putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Beasiswa LPDP memberikan bantuan pendidikan secara penuh kepada awardee. Bermula dengan mengenal, memulai mendaftar dan memenangkan beasiswa adalah strategi yang dapat dilakukan setiap orang dalam meraih beasiswa termasuk beasiswa LPDP. Pada akhirnya, artikel ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa agar melanjutkan studinya, memberikan pedoman bagi pelamar untuk meraih beasiswa. 

Ucapan terimakasih

Saya mengucapkan terimakasih kepada panitia dan tim Eksekutif Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (EKM FP UB) yang telah menyelenggarakan dan mengundang saya dalam webinar “Raih beasiswa atau bangun bisnismu”. Tulisan ini saya persembahkan kepada semua pembaca khususnya peserta webinar agar lebih termovitasi dan giat mempersiapkan diri dalam meraih beasiswa untuk melanjutkan studi.

Daftar Referensi

  1. Bridgestock, L. (2015) 5 Scholarship Application Mistakes to Avoid. Tersedia pada: https://www.topuniversities.com/student-info/scholarship-advice/5-scholarship-application-mistakes-avoid (Diakses: 19 Oktober 2020).
  2. Harususilo, Y. E. (2019) 12 Jenis Beasiswa yang Perlu Kamu Ketahui. Tersedia pada: https://edukasi.kompas.com/read/2019/11/27/13264561/12-jenis-beasiswa-yang-perlu-kamu-ketahui?page=all (Diakses: 19 Oktober 2020).
  3. LPDP (2017) Jadwal seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia dan Afirmasi 2017 [PEMBARUAN]. Tersedia pada: https://www.facebook.com/LPDPKemenkeu/photos/jadwal-seleksi-beasiswa-pendidikan-indonesia-dan-afirmasi-2017-pembaruan-harap-d/833700496795052 (Diakses: 20 Oktober 2020).
  4. LPDP (2019a) BEASISWA ALUMNI BIDIKMISI 2019. Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/beasiswa-alumni-bidikmisi (Diakses: 19 Oktober 2020).
  5. LPDP (2019b) BEASISWA REGULER 2019. Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/beasiswa-reguler (Diakses: 20 Oktober 2020).
  6. LPDP (2019c) PEMBUKAAN BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA LPDP TAHUN 2019. Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/kebijakan-beasiswa-lpdp-2019 (Diakses: 19 Oktober 2020).
  7. LPDP (2020a) Adakah konsekuensi apabila saya memberikan data atau dokumen yang tidak benar (palsu) saat melakukan pendaftaran? Tersedia pada: http://crmlpdp.kemenkeu.go.id/kb/adakah-konsekuensi-apabila-saya-memberikan-data-atau-dokumen-yang-tidak-benar-palsu-saat-melakukan-pendaftaran/ (Diakses: 20 Oktober 2020).
  8. LPDP (2020b) BEASISWA PENDIDIK (2020). Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/beasiswa-pendidik-2020 (Diakses: 20 Oktober 2020).
  9. LPDP (2020c) BEASISWA PERGURUAN TINGGI UTAMA DUNIA (2020). Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/beasiswa-ptud-2020 (Diakses: 20 Oktober 2020).
  10. LPDP (2020d) Buku Panduan Pencairan Keuangan Beasiswa 2019. Jakarta Pusat: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Tersedia pada: https://www.simonev.lpdp.kemenkeu.go.id/assets2/file/Buku_Panduan_Pencairan_Keuangan_20200716.pdf (Diakses: 19 Oktober 2020).
  11. LPDP (2020e) Instagram Lemb Pengelola Dana Keuangan. Tersedia pada: https://www.instagram.com/lpdp_ri/ (Diakses: 20 Oktober 2020).
  12. LPDP (2020f) Layanan dan bantuan Informasi LPDP. Tersedia pada: https://bantuan.lpdp.kemenkeu.go.id/ (Diakses: 20 Oktober 2020).
  13. LPDP (2020g) Pedoman Layanan Beasiswa Pendidikan Indonesia pada Kondisi Pandemi COVID-19. Tersedia pada: https://www.simonev.lpdp.kemenkeu.go.id/assets2/file/Panduan_COVID-19_20200714.pdf (Diakses: 20 Oktober 2020).
  14. LPDP (2020h) Surat Edaran Nomor SE-3/LPDP/2020 Tentang Pengaturan Layanan Dalam Pencegahan Penyebaran Covid -19 Di Lingkungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
  15. LPDP (2020i) Twitter #DiriUntuk Negeri. Tersedia pada: https://twitter.com/LPDP_RI (Diakses: 20 Oktober 2020).
  16. LPDP (2020j) User manual: Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2020. Jakarta Pusat: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id//api/Medias/1003be0f-80c2-4a45-b338-79179cb56efd (Diakses: 19 Oktober 2020).
  17. LPDP (2020k) VISI, MISI & FOKUS. Tersedia pada: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/page/visi-misi-fokus (Diakses: 24 Oktober 2020).
  18. LPDP (2020l) Youtube LPDP RI. Tersedia pada: https://www.youtube.com/channel/UCLWpsuqDrJ19mTZVLA_ot0w (Diakses: 20 Oktober 2020).
  19. Powell, F. dan Kerr, E. (2020) How to Find and Secure Scholarships for College. Tersedia pada: https://www.usnews.com/education/best-colleges/paying-for-college/articles/how-to-find-and-secure-scholarships-for-college?rec-type=sailthru (Diakses: 19 Oktober 2020).
  20. Rencanamu.id (2020) Sekumpulan Tips Jitu Untuk Mendapatkan Beasiswa Apa Saja. Tersedia pada: https://rencanamu.id/post/panduan-cari-beasiswa/panduan-dasar-beasiswa/sekumpulan-tips-jitu-untuk-mendapatkan-beasiswa-apa-saja (Diakses: 19 Oktober 2020).
  21. Studentaid.gov (2020) Find and apply for as many scholarships as you can—it’s free money for college or career school! Tersedia pada: https://studentaid.gov/understand-aid/types/scholarships/ (Diakses: 19 Oktober 2020).
  22. Tirto.id (2018) LPDP 2018: Jadwal Lengkap Pendaftaran Beasiswa Dalam & Luar Negeri. Tersedia pada: https://tirto.id/lpdp-2018-jadwal-lengkap-pendaftaran-beasiswa-dalam-luar-negeri-cJQp (Diakses: 20 Oktober 2020).
  23. Uopeople.edu (2019) How to Get a Scholarship in 5 Easy Steps. Tersedia pada: https://www.uopeople.edu/blog/how-to-get-a-scholarship-in-5-easy-steps-2/ (Diakses: 19 Oktober 2020).
  24. Valdes-Carletti, M. (2018) 4 Reasons To Apply For Scholarships (Besides The Money). Tersedia pada: https://blog.studentlifenetwork.com/2018/09/06/4-reasons-to-apply-for-scholarships-besides-the-money/ (Diakses: 19 Oktober 2020).

Gani Nur Pramudyo
Gani Nur Pramudyo Sedang belajar Ilmu Kearsipan di FIB UI (S2). Untuk keperluan narasumber silakan hubungi saya, saya akan berusaha menyanggupinya.

Posting Komentar untuk "Meraih Beasiswa LPDP: Mengenal, Memulai dan Memenangkan"